Gimana Sih Caranya Supaya Kamu Gak Boros

Salah satu hal yang tidak disukai dalam ajaran Islam adalah berlebih-lebihan, termasuk melakukan pemborosan dalam berbelanja. Bahkan orang-orang yang boros itu dalam Al-Qur’an disebut dengan saudaranya setan. Disebut saudaranya setan karena adanya persamaan sifat yang buruk.

Banyak faktor yang membuat seseorang menjadi boros dalam membelanjakan uang yang bukan pada tempatnya. Lalu bagaimana caranya agar kamu tidak boros?

Cek diri sendiri

Kamu tidak bisa menyalahkan orang lain atas perilaku borosmu. Dengan begitu kamu harus mengenal diri sendiri terlebih dahulu. Apakah kamu punya kontrol yang baik atau tidak saat berbelanja? Kalau pengendalian diri kamu buruk, bisa dipastikan kamu akan mudah terpicu oleh iklan yang seliweran baik secara online maupun offline. Apalagi dengan adanya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Kamu akan terus terusan disodorkan barang-barang yang pernah kamu jelajah atau minati di internet.

Foto: Goami

Sadari kamu boros dimana

Kamu perlu menyadari selama ini boros dimana? Karena setiap individu bisa berbeda satu sama lain. Ada yang boros untuk memenuhi lifestyle-nya seperti baju, sepatu, tas. Ada juga yang boros di jajanan kekinian misalnya sering ngofi di cafe mahal. Ada juga yang boros di gadget. Dengan tahu borosnya dimana, kamu lebih meningkatkan self awarness atau tingkat kesadaran dalam mengonsumsi barang tertentu.

Foto: Negative Space

Jangan cari pengakuan lewat barang

Setiap orang memang perlu pengakuan atau validasi dari orang lain. Hanya saja pengakuan ini jangan sampai didapat karena menggantungkannya pada sebuah benda tertentu. Misalnya dengan membeli barang mewah agar diakui orang lain. Padahal barang tersebut tidak kamu butuhkan. Cara seperti ini akan membuat kamu akhirnya rela melakukan segala hal termasuk berhutang untuk mendapatkan barang tersebut.

Foto: theconversation.com

Buat perencanaan

Kalau sudah sadar bahwa kamu itu boros, maka hal tersebut akan mengantar kamu untuk membuat perencanaan. Setiap orang punya cita-cita dan impian serta tujuan. Misalnya menikah, berangkat haji, tabungan pendidikan anak, modal usaha, membeli rumah dan kendaraan, liburan atau rencana baik lainnya demi mengabdi pada Allah swt. Dengan adanya vision ke depan, kamu akan merencanakan sesuatu jadi lebih baik. Planning inilah yang membantu perilaku kamu terbentuk. Sehingga kamu akan berinisiatif untuk membuat pos-pos anggaran tertentu.

Foto: Tirachard

Analisa Widyaningrum seorang Psikolog menyebutkan bahwa, untuk sampai pada tahap mengontrol diri, kamu mesti sadar bahwa membelanjakan sesuatu itu dilihat dari aspek prioritasnya. Jangan sampai kamu membeli sesuatu atau barang yang tidak kamu butuhkan. Atau kamu sedang mencari kesenangan lewat pengakuan orang lain.

“Jangan-jangan kamu kurang bahagia, makanya kamu beli barang mewah atau mahal supaya dapat pengakuan dari orang lain. Jadi ada korelasinya kalau kita boros, itu karena kita sedang mencari happiness,” ujarnya dalam akun YouTube Analisa Channel

Menurut CEO APDC itu, bahwa rasa syukur, mindful terhadap kebahagiaan, penerimaan atas diri adalah diantara faktor psikologis yang membuat seseorang bisa mengontrol perilaku konsumtifnya.

Rela dan puas atas pemberian Allah

Jadi, orang yang memiliki sifat qanaah atau memiliki kerelaan dan rasa puas atas semua anugerah yang Allah berikan tidak akan membutuhkan validasi atau pengakuan dari orang lain. Dengan sifat qanaah kamu akan jadi pribadi yang kaya hati. Tanpa qanaah meskipun kamu berlimpah harta, jiwa kamu sejatinya miskin.

Stop comparing your self with others

Di tengah maraknya dunia maya menampilkan kesemuan. Sungguh tidak tepat jika kamu membandingkan kondisi kamu dengan orang lain. Karena setiap orang memiliki peran dan fungsi serta rezeki masing-masing. Yang kamu harus tanamkan adalah semua milik Allah. Setiap orang diberi rezeki sebagai modal agar satu sama lain bisa saling bermanfaat.

Foto: searchengineland.com

Jangan lupa ingat akhirat

Belanja barang yang tidak kamu butuhkan di saat sekitar kamu banyak yang membutuhkan adalah perilaku tercela. Termasuk menyimpan barang barang secara berlebihan padahal tidak terpakai. Karena semua yang kamu miliki akan kamu pertanggung jawabkan di akhirat.

Apa sih bahayanya kalau kamu tidak mampu menahan diri kamu dari sifat konsumtif?

Analisa menyebut bahwa perilaku boros bisa merupakan tanda gangguan kejiwaan atau disorder yang dalam istilah psikologi disebut Oniomania atau Compulsive Buying Disorder (CBD). CBD ini cukup banyak dialami oleh perempuan atau ibu-ibu yang lebih cenderung konsumtif karena butuh penerimaan dari apa yang mereka gunakan.

Kondisi ini bisa sampai pada tahap kecanduan atau addict. Sehingga ia merasa gelisah kalau tidak membeli sesuatu yang dia inginkan. Bahayanya hal tersebut bisa mengganggu aktivitas, tidak berpikir secara rasional, hingga ke arah depresi. Jika parah, untuk penanganan bisa melibatkan obat-obatan dan psikiater. Namun ada cara yang paling mudah, yakni dengan melazimkan dzikir yang membuat hati kamu tetap tenang. Dzikir juga meningkatkan kesadaran kalau kamu punya peran mulia dalam kehidupan ini, bukan sekedar foya-foya.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...