Ingin Jadi Pemimpin Masa Depan, Ini 6 Karakter yang Perlu Anda Miliki

Menurut Josephen Institute of Ethics ada enam karakter utama yang membentuk kepribadian seorang pemimpin. Karakter ini bukan hanya penting dalam konteks kehidupan sosial tetapi juga bisnis. Sehingga seorang pemimpin wajib memiliki karakter tersebut untuk membentuk kepribadiannya.

Trustworthiness

Dalam model Josephen Institute of Ethics, ketika seorang anak berusia 4-6 tahun, ia sebaiknya mulai belajar tentang trustworthiness. Trustworthiness artinya kejujuran.

Kejujuran dan integritas mesti ditanamkan dan diteladankan pada anak sejak dini. Trustworthiness digambarkan dengan pilar berwarna biru yang identik dengan laut. Maknanya, kejujuran dan integritas itu harus sedalam samudera dan setinggi langit biru. Intinya trustworthiness itu melekat pada diri seseorang kapan pun, di mana pun serta bersama siapa pun.

Sejak belia Rasulullah Saw sudah dikenal karena kejujurannya hingga dijuluki Al Amin atau sebagai sosok yang dipercaya. Kejujuran menjadi pilar utama sebelum mengemban tugas kenabian dan kepemimpinan.

Respect

Setelah jujur dan berintegritas, pilar karakter kedua itu adalah respect. Respect diwujudkan dengan tindakan memperlakukan orang lain dengan hormat, mampu toleran terhadap perbedaan dan mampu mengatasi ketidaksepahaman dengan baik.

Josephen Institute of Ethics menyarankan agar anak usia 6-8 tahun mendalami sikap respect. Sikap menghargai dan penuh hormat ini akan membuat seseorang bernilai jika dipraktekkan di mana pun dan kapan pun. Wajar jika pilar ini menggunakan warna emas untuk menyimbolkannya. Karena emas sangat bernilai dan berharga di belahan dunia mana pun.

Sikap ini mencerminkan Nabi Muhammad Saw. Beliau selalu menghormati siapa pun tanpa pandang latar belakang dan stratifikasi sosial. Sehingga kawan dan lawan pun segan serta menaruh hormat padanya.

Responsibility

Tidak hanya trustworthiness dan respect, Anda juga perlu memiliki pilar ketiga yakni responsibility. Responsible artinya melakukan yang harus Anda lakukan dan bertanggung jawab dengan pilihan yang Anda ambil.

Menurut Josephen Institute of Ethics, sikap bertanggung jawab ini mesti diperdalam oleh anak usia 8-10 tahun. Anak usia tersebut dinilai sudah bisa mulai belajar mengambil keputusan. Perlu digaris bawahi bahwa sikap responsible ini juga menuntut Anda melakukan tugas itu dengan penuh kesungguhan.

Warna hijau merepresentasikan pilar ketiga ini. Warna ini identik dengan kewajiban melestarikan alam. Sehingga perusahaan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan sering disebut sebagai green company.

Fairness

Karakter berikutnya adalah fairness yang berarti keadilan. Bagaimana bersikap adil, bermain sesuai peraturan, menggunakan kesempatan untuk berbagi, memiliki pikiran terbuka, mau mendengarkan orang lain secara objektif, serta tidak mudah menyalahkan orang lain tanpa dasar yang kuat.

Josephen Institute of Ethics menyarankan agar pilar ini baik dan bagus dipelajar oleh anak usia 10-12 tahun. Warna yang mewakilinya adalah oranye. Oranye identik dengan buah jeruk yang bisa dipotong dan dibagi secara merata. Ia dinilai bisa menyimbolkan keadilan.

Adil adalah sikap yang dituntut bagi setiap muslim sebagaimana Rasulullah Saw selalu mempraktekannya di lingkungan pribadi, keluarga, masyarakat dan negara. Rasulullah adalah hamba Allah yang paling bertaqwa. Al Qur’an menyebut bahwa bersikap adil lebih dekat kepada taqwa.

Caring

Selanjutnya adalah caring yang berarti peduli. Caring bukan hanya mencakup baik hati dan peduli pada orang lain. tapi juga selalu mengekspresikan rasa terima kasih, mau memaafkan orang lain dan berbesar hati. Caring ditunjukkan dengan sikap ringan tangan dan mau membantu orang lain.

Caring ini, menurut Josephen Institute of Ethics, idealnya dipelajari oleh anak yang telahg berusia 12-14 tahun. Caring disimbolkan dengan warna merah yang merupakan warna hati. Karena ia bersumber dari dalam hati yang bisa membuat dunia penuh warna dengan kasih sayang antar sesama.

Islam adalah agama yang amat mengutamakan kepedulian terhadap sesama. Bahkan Nabi bersabda siapa yang membantu saudaranya maka Allah akan membantu saudaranya.

Citizenship

Adapun pilar terakhir adalah citizenship. Tak cukup menerapkan trustworthiness, respect, responsibility, fairness, dan caring saja. Semua karakter itu dipraktekkan dalam konsep yang lebih luas dan komprehensif yaitu citizenship.

Citizenship adalah konsep bagaimana menjadi warga negara yang baik. Untuk konteks organisasi, berarti bagaimana menjadi warga institusi yang baik. Citizenship ini menurut Josephen Institute of Ethics baik dipelajari oleh anak dengan usia 14 tahun ke atas.

Sedangkan warna yang merepresentasikannya adalah ungu. Ungu adalah warna yang sulit dibuat sehingga pada zaman dahulu hanya dikenakan bangsawan atau Royal Family. Di Amerika, salah satu medali penghargaan paling bergengsi adalah purple heart yang dianugerahkan pada tentara yang terluka dalam tugas membela negara.

Rasulullah Saw menyusun piagam Madinah sebagai kesepakatan bersama dengan penduduk Madinah yang heterogen dalam upaya mewujudkan masyarakat yang harmoni dan madani. Ini sebagai bukti bahwa Rasulullah berupaya untuk mewujudkan warga negara yang baik atau citizenship.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...