Ini Dia 5 Tanda Terjadinya Malam Lailatul Qadar

Apakah tradisi yang dilakukan umat muslim, khususnya pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan? Salah satunya berburu malam Lailatul Qadar.

Iya. Menjumpai malam Lailatul Qadar dan beribadah di dalamnya merupakan cita-cita setiap muslim di bulan Ramadhan untuk menambah kesempurnaan pahala di bulan puasa ini.

Sebab sebagaimana firman Allah Swt, malam Lailatul Qadar adalah malam kemuliaan yang lebih baik daripada seribu bulan.

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Alquran) pada malam qadar. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadr: 1-5).

Penjelasan yang umum tentang malam istimewa ini adalah, siapa yang pada malam tersebut melakukan suatu kebaikan, maka seolah-olah ia telah melakukan ibadah selama seribu bulan atau sekitar 83 tahun.

Namun, tidak ada yang bisa memastikan kapan datangnya malam Lailatul Qadar, tapi Rasulullah Saw memberikan sinyal atau tanda-tanda mengenai datangnya malam tersebut dalam sejumlah riwayat hadits. Apa saja?

Pertama, Suasana Paginya Tenang

Salah satu tanda malam Lailatul Qadar telah datang adalah suasana paginya yang tenang.

Dalam hadis riwayat Ibnu Abbas, Nabi Saw bersabda, “Lailatul Qadar adalah malam tenteram dan tenang, tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin, esok paginya sang surya terbit dengan sinar lemah berwarna merah.”

Ibnu Khuzaimah juga mengatakan bahwa, “Lailatul Qadar ini adalah malam yang tidak panas atau dingin.”

Kedua, Mataharinya Cerah namun Tidak Panas

Tanda lain setelah datangnya Lailatul Qadar adalah sinar matahari bersinar cerah tapi tidak panas atau terik.

Sahabat Ubay bin Ka’ab menceritakan bahwa Nabi Saw pernah bersabda, “Keesokan hari setelah Lailatul Qodar matahari terbit hingga tinggi tanpa sinar bak nampan.”

Kenapa demikian? Imam An-Nawawi memberikan dua penjelasan. Pertama, memang Allah menginginkannya demikian, Dia ingin matahari terbit istimewa setelah malam yang juga istimewa.

Kedua, hal ini disebabkan banyaknya malaikat yang memenuhi langit sehingga menghalangi sinar matahari.

Ketiga, Udara Malamnya Terasa Tenang

Tanda lainnya adalah, udara pada malam itu terasa tenang. Seperti digambarkan Alquran bahwa malam Lailatul Qadar penuh ketenangan. Suasana malam Lailatul Qadar berbeda dengan malam-malam biasanya.

Kata Nabi Saw, “Lailatul Qadar adalah malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (meteor),” (HR. at-Thobroni).

Keempat, Bulan Hanya Sepotong

Dalam sebuah riwayat, Abu Hurairah pernah berbicara dengan Nabi Saw tentang Malam Lailatul Qadar.

Beliau Saw mengatakan, “Siapakah dari kalian yang masih ingat tatkala bulan muncul, yang berukuran separuh nampan.”

Kelima, Hari Ganjil

Tanda lain soal datangnya Lailatul Qadar adalah pada malam-malam ganjil di sepertiga terakhir bulan Ramadhan.

Keterangan ini berasal dari hadits dari Aisyah yang menyebutkan, “Rasulullah Saw beritikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan dan beliau bersabda, ‘Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Ramadan’,” (HR. Bukhari dan Muslim).

Penulis tafsir Al-Misbah Prof. Dr. Quraish Shihab punya pandangan menarik soal makna Lailatul Qadar.

Menurutnya, yang dimaksud dengan kebaikan pada malam Lailatul Qadar itu adalah dikarenakan turunnya Alquran.

Jelas, bahwa turunnya Alquran membawa pancaran cahaya wahyu Ilahi yang memberi petunjuk bagi kebahagiaan umat manusia. Petunjuk ini tentu saja pasti lebih baik ketimbang seribu bulan dalam kegelapan syirik dan kebodohan (jahiliyah).

Jadi, menurut Prof. Quraish, makna seribu bulan itu cenderung mengacu pada arti banyak, tidak secara khusus mengacu pada angka di atas 999 dan di bawah 1001.

Oleh karena itu, malam Lailatul Qadar dapat dipahami pula sebagai malam ketika timbulnya kesadaran dalam hati manusia sebagai hasil dari ibadah dan pendekatan kepada Allah Swt selama bulan Ramadhan.

Kesadaran memang dapat muncul kapan saja, tapi pada malam Ramadhan, khususnya di malam-malam terakhir, kesempatan untuk meraih kesadaran jiwa sangatlah besar bagi yang sudah mengasahnya sejak awal Ramadhan. Mudah-mudahan, termasuk kita.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...