Google Tinggalkan Alat Pelacak Web

Google Alphabet Inc tidak akan membuat atau menggunakan alat alternatif untuk melacak lalu lintas (traffic) penjelajahan web, setelah secara bertahap menghentikan teknologi yang ada dari browser Chrome-nya tahun depan.

Pernyataan tersebut disampaikan Google pada sebuah postingan blog pada Rabu (3/3), sebagaimana dikutip SCMP. Ini adalah langkah Google untuk membangun ulang cara kerja iklan online-nya.

Google pertama kali mengumumkan akan menghapus cookie pihak ketiga, yang selama beberapa dekade mengaktifkan iklan online, pada awal tahun lalu. Keputusan tersebut untuk memenuhi standar privasi data yang berkembang di Eropa dan Amerika Serikat.

Selama bertahun-tahun aktivis privasi mengkritik sejumlah perusahaan teknologi, termasuk Google karena menggunakan cookie untuk mengumpulkan catatan penjelajahan web di situs web milik pihak lain. Tindakan tersebut memungkinkan Google mengembangkan profil untuk kepentingan pengguna, yakni untuk menayangkan iklan yang dipersonalisasi.

Sekarang, Google berjanji tidak akan menggunakan teknologi lain untuk menggantikan cookie atau membangun fitur di dalam Chrome yang memungkinkan dirinya mengakses data itu. Artinya, Google akan melakukan perubahan cara bisnis untuk menargetkan iklan ke kelompok besar pengguna anonim dengan minat yang sama.

“Menjaga internet tetap terbuka dan dapat diakses oleh semua orang mengharuskan kita semua berbuat lebih banyak untuk melindungi privasi, dan itu berarti tidak hanya berakhirnya cookie, tapi juga teknologi apa pun yang digunakan untuk melacak setiap orang saat mereka menjelajahi web,” kata Google.

Sementara itu, perusahaan teknologi periklanan dunia saingan Google tengah membangun alat untuk mengidentifikasi pengguna di seluruh web secara anonim, termasuk Criteo SA dan The Trade Desk.

Saham keduanya turun pada awal tahun 2020 setelah Google untuk pertama kalinya mengumumkan akan menghapus cookie, meskipun kembali naik secara konsisten selama setahun terakhir.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...