Startup di Filipina Buat Alat Pendingin dari Sabut Kelapa

Polystyrene berbahan dasar busa yang tahan air biasa digunakan sebagai kemasan di pasar atau toko makanan di seluruh dunia.

Meski cukup baik untuk menjaga makanan tetap segar dan dingin namun bahan tersebut mudah pecah dan sampahnya sangat buruk untuk ekosistem laut.

Atas dasar itu sebuah perusahaan rintisan atau Startup di Filipina memilih membuat pendingin dengan bahan alternatif, yaitu sabut kelapa.

Bahan ini sangat mudah dicari dengan harga terjangkau dan aman untuk lingkungan. Baca juga >>

Nama perusahaan tersebut Fortuna Cools. Didirikan pada tahun 2018 oleh sepasang mahasiswa Universitas Stanford yang melihat peluang untuk menggunakan sumber limbah yang melimpah di Filipina yaitu sabut kelapa.

Filipina adalah salah satu produsen utama kelapa dan produk kelapa di dunia.

Setiap tahun, diperkirakan 9 miliar sekam dibakar atau ditinggalkan di ladang, di mana mereka membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk terurai.

Fortuna Cools mengklaim dapat memproduksi 1.000 unit pendingin dari sabut kelapa tersebut setiap bulannya.

“Sabut kelapa memiliki sifat isolasi yang sama seperti polistirena,” kata Julius Bucatora, manajer operasi dari Fortuna Cools, dikutip dari CNN.

Perusahaan ini bekerja sama dengan Coco Technologies Corporation, perusahaan rintisan yang juga mengembangkan teknologi untuk mengubah sabut kelapa menjadi pendingin berinsulasi.

Pertama-tama sekam akan dipecah menjadi serat, dikeringkan di udara terbuka, dan kemudian ditekan menjadi papan tebal yang membentuk tutup dan sisi kotak. Baca juga >>

“Kotak kelapa ini memiliki keuntungan ganda, karena memberikan penghasilan tambahan kepada 30 petani kelapa lokal yang bekerja kepadanya,” kata Bucatora.

Setiap kotak berharga sekitar USD 20, atau dua hingga tiga kali lipat lebih dibanding harga pendingin polystyrene. Tapi kotak tersebut bisa bertahan hingga satu tahun.

#startup #filipina #fortunacools

Baca Lainnya
Komentar
Loading...