Zawiyah Arraudhah Kembali Akan Gelar Khataman Kitab Bersama Syaikh Fadhil Al Jilani

JAKARTA – Zawiyah Arraudhah kembali mengundang para pecinta ilmu di Jabodetabek dan sekitarnya untuk hadir mengikuti Ijazah dan pembacaan Kitab Nahrul Qadiriyah bersama Syaikh As-Sayyid As-Syarif Prof. Dr. Muhammad Fadhil Al-Jilani Al-Hasani Al-Husaini.

Bertajuk Majelis Khataman Kitab Nahrul Qadiriyah, kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada 5 dan 6 Oktober 2019 mendatang di Zawiyah Arraudhah yang terletak di Jl. Tebet Barat VIII No. 50 Jakarta Selatan. Zawiyah ini merupakan Markaz Al Jilani Asia Tenggara pimpinan KH. Muhammad Danial Nafis.

Kedatangan Cicit Sulthanul Auliya Syaikh Abdul Qadir Al Jilani ialah dalam rangkaian rihlah dakwah dan daurah ilmiyah di berbagai wilayah Indonesia termasuk negeri Jiran Malaysia dan Brunei Darussalam sejak bulan Agustus lalu.

Untuk sesi pertama pembacaan dan khataman kitab tersebut akan dimulai pada 5 Oktober 2019 / 6 Shafar 1441 H sejak pukul 11.00 WIB hingga pukul 19.00 WIB. Sedangkan sesi kedua akan dimulai sejak pukul 13.00 WIB hingga 19.00 WIB, Ahad, 6 Oktober 2019 / 7 Shafar 1441 H.

Para peserta yang akan mengikuti kajian dan ijazah kitab bisa segera mendaftar di link berikut: http://bit.ly/Shafar1441 atau menghubungi 0877-8805-8845 untuk keterangan lebih lanjut. Dengan biaya pendaftaran sebesar 200 ribu rupiah, peserta sudah mendapatkan kitab Nahrul Qadiriyah cetakan Turki.

Berikut kutipan di dalam kitab Nahrul Qadiriyah halaman 297 yang diterima JATMAN Online dari Mudir Idarah Wustha JATMAN DKI Jakarta.

“Syaikh Abdurrahman Ath-Thafsawanji bercerita: Saat Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani qs. masih muda, beliau datang menemui guru kami, Syaikh Tajul ‘Arifin Abil Wafa (Abul Wafa ‘Ali bin ‘Aqil bin ‘Abdullah al-Baghdadi al-Hanbali).”

Saat guruku melihatnya, beliau bangkit dan berkata kepada semua yang hadir, “Berdirilah kalian, sambutlah Wali Allah!” Beberapa kali Syaikh Abul Wafa berjalan beberapa langkah menghampirinya dan menemuinya. Syaikh Abul Wafa berkata, “Siapa yang belum berdiri, hendaknya ia berdiri untuk menyambut Wali Allah!”

Ketika ucapan itu terulang dari Syaikh Abul Wafa, para murid yang hadir mempertanyakan hal tersebut kepadanya. Dijawab oleh Syaikh Abul Wafa, “Niscaya pemuda ini akan menemui suatu masa yang orang-orang khusus dan awam sangat butuh kepadanya. Sungguh, aku seakan-akan melihatnya di Baghdad saat ia berkata di hadapan para hadirin, “Telapak kakiku ini berada di atas setiap leher para wali Allah.”

Pada masanya, kepemimpinan para wali ada padanya. Pasalnya, ia adalah wali Quthb di antara mereka. Maka siapa diantara kalian yang mencapai masa itu maka hendaknya kalian berkhidmah kepadanya.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...