Yuk, Sempurnakan Puasa Kita Setahun Penuh

Puasa bulan Ramadhan telah usai. Bersyukur bagi kaum muslimin yang mampu menyelesaikannya dengan baik.

Salah satu buah dari ibadah puasa, menurut Nabi Saw adalah sebagai perisai atau pelindung, baik di dunia maupun akhirat.

Di dunia kita butuh perisai dari kemaksiatan, dan di akhirat kita juga butuh perisai dari azab api neraka.

Apakah setelah selesai puasa Ramadhan perisai itu kita tanggalkan?

Bagaimana agar kita tetap berperisai sampai ketemu bulan Ramadhan kembali?

Yuk, kita sempurnakan puasa kita setahun penuh.

Caranya ialah dengan melakukan puasa sunah 6 hari di bulan Syawal.

Puasa Syawal dapat dilakukan sepanjang bulan Syawal, kecuali tanggal 1 Syawal. Bisa berturut-turut, bisa juga berselang-seling.

Salah satu keutamaan puasa Syawal, yaitu sebagai penyempurna puasa Ramadhan, pahalanya menggenapkan. Sehingga yang melakukannya seperti berpuasa setahun penuh.

Berikut ini keutamaan-keutamaan puasa sunah Syawal!

Pertama, Penyempurna Puasa Ramadhan

Ibadah sunah dapat menyempurnakan kekurangan-kekurangan pada ibadah wajib. Oleh karena itu, puasa 6 hari di bulan Syawal menjadi penyempurna dari puasa Ramadan.

Mungkin saja, terdapat beberapa kekurangan yang dilakukan saat menjalani puasa Ramadhan selama sebulan tersebut.

Menurut Ibnu Rajab al-Hambali, salah satu keutamaan puasa Syawal antara lain untuk menutupi kekurangan yang mungkin terjadi pada pelaksanaan puasa wajib di bulan Ramadhan.

Hal itu juga berlaku sama dengan puasa sunah Syaban yang dilakukan sebelum bulan Ramadhan, sebagai penyempurna dari kekurangan.

Kedua, Layaknya Puasa Setahun Penuh

Menunaikan puasa sunah Syawal selama 6 hari setelah menyelesaikan puasa Ramadhan, pahalnya setara dengan mengerjakan puasa selama satu tahun penuh.

Nabi Saw bersabda, “Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa 6 hari bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa satu tahun penuh,” (HR. Muslim).

Syekh Muhammad Nawawi al-Bantani dalam Syarah Muslim berpendapat, “Ulama mazhab Syafi’i berpandangan bahwa puasa 6 hari pada Syawal paling afdal dilaksanakan secara berturut-turut setelah Idul Fitri. Namun, jika tidak secara berturut-turut atau dilaksanakan hingga akhir Syawal pun tetap akan mendapatkan keutamaan puasa Syawal, sepanjang sebelumnya telah melaksanakan puasa Ramadhan.”

Ketiga, Mendapatkan Pertolongan dari Rasulullah Saw

Melaksanakan puasa Syawal berarti juga menghidupkan sunah Nabi Saw. Orang yang menghidupkan sunahnya berarti ia mencintai Nabi-nya dan akan bersamanya di surga kelak dengan syafaat dan pertolongannya.

Nabi Saw bersabda, “Barang siapa yang menghidupkan sunahku maka dia telah mencintaiku, barang siapa yang mencintaiku maka dia akan bersamaku di surga.” (HR. At-Tirmizi).

Keempat, Dihapuskannya Dosa-dosa

Salah satu keutamaan lain dari puasa Syawal adalah dihapuskannya dosa-dosa. Dalam sebuah hadits riwayat Ibnu Umar, Nabi Saw bersabda, “Barang siapa yang menjalankan puasa Ramadhan dan menyertai dengan puasa enam hari pada bulan Syawal maka keluar dosa-dosa dari dirinya seperti dia baru dilahirkan oleh ibunya,” (HR. Thabrani).

Kelima, Sebagai Tanda Peningkatan Iman

Bulan Syawal merupakan bulan ke-10 dalam kalender Islam, Syawal memiliki makna meningkat atau menaikkan.

Jika dikaitkan dengan bulan sebelumnya, yaitu Ramadhan, di mana kaum muslimin melaksanakan ibadah puasa, maka seharusnya bulan Syawal menandai peningkatan keimanannya.

Tandanya adalah melaksanakan ibadah-ibadah yang disunahkan di antaranya puasa sunah Syawal selama 6 hari.

Lepas dari itu semua, ibadah puasa Ramadhan sudah seharusnya berdampak pada peningkatan keimanan, ketakwaan dan ketaatan seorang muslim kepada Allah Swt pada bulan-bulan berikutnya. Sepanjang tahun, hingga bertemu bulan Ramadhan kembali. Semoga.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...