Yang Lama dan Yang Baru dalam Dunia Usaha

Suka atau tidak, banyak hal telah berubah dalam dunia kerja kita, termasuk beberapa aturan dan kebiasaan.

Mungkin sulit dipercaya, tapi ternyata sejumlah aturan lama dianggap sudah kadaluarsa bagi dunia kerja saat ini, bisa jadi untuk sebagian besar pekerjaan. Karena itu, pemilik usaha tentu saja harus mampu menyesuaikan.

Banyak dari pelaku usaha yang mungkin sudah kewalahan dengan banyaknya keputusan sulit, perubahan, dan tanggung jawab baru yang harus diselesaikan sejauh ini, tapi untuk melakukan yang terbaik bagi usahanya, sangat penting menanggapi perubahan-perubahan itu.

Sebab bidang usaha yang mampu bertahan melampaui zaman bukanlah yang besar dan yang kuat, tapi justru yang mampu akomodatif dan adaptif dengan perubahan-perubahan zaman.

Dikutip dari entrepreneur.com, berikut ini 4 aturan atau kebiasaan lama dan baru dimana dunia usaha seharusnya mampu menyesuaikannya:

1. Aturan Lama: Jam kerja kantor (office hours); Aturan Baru: Jam kerja aktif

Untuk sekian banyak industri, work from home atau bekerja dari jarak jauh mungkin baru saja dikenalkan saat pandemi Covid-19 menyerang. Tapi beberapa industri tertentu mungkin sudah menjalankannya terlebih dulu.

Cara kerja baru ini telah menciptakan perubahan besar bagi kebiasaan dalam bekerja, yang jika kita jujur, tidak semua orang siap sepenuhnya.

Tapi, karena bekerja dari rumah atau secara jarak jauh sudah menjadi tuntutan perubahan, penting bagi para pelaku usaha untuk menyadari bahwa mereka tidak dapat menerapkan aturan yang sama. Keadaan sudah berubah. Aturan lama sudah tidak relevan, dan sekarang saatnya pemilik bisnis beradaptasi.

Bagi sebagian perusahaan, jam kerja tradisional yaitu Senin-Jumat, pukul 9 pagi sampai 5 sore, mungkin sudah mati. Dan sekarang adalah waktunya melakukan lompatan, ketimbang tetap bertahan pada aturan lama yang menghambat produktivitas. Jangan takut untuk memikirkan ulang.

Para pemilik usaha bisa mengganti jam kerja tradisional tersebut dengan “jam aktif” yang telah disepakati sebelumnya, tentu saja yang sesuai dengan pemilik usaha, karyawan, dan jenis bisnisnya.

Misalnya, dengan menerapkan jam aktif pada pukul 2 siang sampai pukul 5 sore setiap harinya, atau bagian waktu lain yang masuk akal. Minta semua karyawan agar selalu siap dan bersedia dihubungi selama jam aktif tersebut.

Jangan lupa juga untuk meminta masukan dari para karyawan tentang apa yang terbaik bagi mereka. Jam aktif bisa jadi tidak harus sama untuk setiap karyawan. Saat mereka bekerja jarak jauh, yang terpenting adalah pekerjaan selesai atau tidak.

2. Aturan Lama: Standar kerja 40 jam seminggu; Aturan Baru: fleksibel

Aturan umum bahwa bekerja 8 jam dalam sehari sudah berumur 200-an tahun.

Dulu, Robert Owens, seorang aktivis hak buruh di Welsh Amerika, punya ungkapan yang terkenal, “Delapan jam kerja, delapan jam rekreasi, delapan jam istirahat”, ini pada tahun 1817. Konsep tersebut dengan cepat masuk ke Amerika. Dan sejak awal 1920-an, gagasan tentang sehari kerja itu delapan jam menjadi populer.

Jelas, banyak hal yang telah berubah selama dua ratus tahun. Jadi kenapa masih berpegang teguh pada konsep yang berusia berabad-abad lamanya?

Sementara, penelitian terbaru membuktikan bahwa hari kerja yang lebih pendek adalah cara yang fantastis untuk meningkatkan kualitas hidup dan kualitas kerja karyawan. Dan, karyawan yang lebih bahagia terbukti lebih produktif membantu meningkatkan laba perusahaan. Jadi, kenapa tetap berpegang pada aturan lama?

Pemilik usaha harus melihat kembali secara kritis apakah jam kerja 8 jam sehari itu benar-benar masih sesuai? Tapi, jangan juga membuat keputusan berdasarkan apa yang membuat pemilik nyaman.

Mungkin ada pemilik usaha yang menyukai jam kerja 8 jam dengan alasan agar lebih mudah untuk mengawasi karyawan. Tapi, bukankah sebaiknya mereka lebih perlu fokus untuk mempekerjakan karyawan yang dapat dipercaya dan tidak perlu diawasi?

Sebab, studi juga menunjukkan bahwa karyawan akan bekerja lebih baik dalam periode yang terkonsentrasi, dan ketika mereka mampu mengendalikan jadwal mereka sendiri.

Studi juga menyebutkan, bisnis yang mulai memperkenalkan lebih banyak fleksibilitas waktu kerja bagi karyawannya justru malah mengalami peningkatan produktivitas, kesehatan karyawan, dan tentu saja profitabilitas.

3. Aturan Lama: Banyak pengawasan; Aturan Baru: Akuntabilitas

Salah satu alasan mengapa banyak pemilik usaha menolak memperkenalkan jam kerja yang fleksibel, atau opsi bekerja dari rumah adalah karena mereka khawatir akan sulit untuk mengawasi karyawan jika mereka tidak berada di kantor atau masuk kerja pada waktu yang bersamaan.

Cara-cara baru dalam melakukan pekerjaan ini memang membutuhkan kepercayaan yang cukup besar kepada para karyawan untuk benar-benar menyelesaikan pekerjaannya. Ini semua, tentang menciptakan struktur dimana pemilik usaha mendapatkan apa yang dibutuhkan sambil membiarkan karyawannya berkembang.

Oleh karena itu, akuntabilitas sangatlah penting, dan memungkinkan karyawan memiliki pemahaman yang jelas tentang hak dan tanggung jawab mereka.

4. Aturan Lama: Jadilah manajer yang baik; Aturan Baru: Jadilah pemimpin yang hebat

Sebagai pemilik usaha, salah satu hal terpenting yang dapat Anda pelajari adalah perbedaan antara manajer dan pemimpin.

Siapa pun dapat mengelola tim dengan berbagai tingkat keberhasilan, tetapi itu membutuhkan banyak waktu, energi, dan tenaga yang mungkin tidak Anda miliki saat ini.

Jadi, alih-alih memposisikan diri seolah-olah Anda mengelola tim karyawan, lebih baik fokuslah untuk mempelajari cara menjadi pemimpin yang hebat.

Jadilah kreatif dan fleksibel, ketimbang menyalahkan karyawan Anda atau mungkin menyalahkan pandemi.

Pelajari cara-cara proaktif ketimbang reaktif. Apa yang dapat Anda lakukan dengan lebih baik sebagai seorang pemimpin? Di mana tim Anda bisa berkembang? Pelajari cara memberdayakan tim Anda agar bisa berfungsi secara mandiri dan pada tingkat yang lebih tinggi.

Ini tentu saja bukan hanya soal melakukan yang terbaik atau yang paling nyaman untuk Anda. Ini membutuhkan latihan terus-menerus, tetapi pada akhirnya Anda akan menemukan solusi terbaik bagi karyawan, pelanggan dan keuntungan bagi Anda.

Komentar
Loading...