Wawancara Bersama KH. Wahfiudin Sakam (Mudir Am JATMAN): Sufi Kungfu (Bag. 1)

Wawancara oleh Didik Suyuthi dari majalah Nahdlatul Ulama Aula yang terbit untuk edisi Februari 2019, berikut ini petikannya.

Sebagai Mudir Am JATMAN Kiai banyak melakukan interaksi dengan organisasi-organisasi tarekat di berbagai belahan dunia. Bagaimana perkembangan tarekat di luar negeri?

Memang sejak saya mulai berthariqah, saya diberi kesempatan atau bahasa saya diperjalankan ke banyak negeri, dan berjumpa dengan banyak masyayikh thariqah. Di Amerika misalnya ada thariqah Naqsyabandiyah Haqqaniyah, cabang dari Naqsyabandiyah Khalidiyah juga. Dulu dipimpin oleh Syaikh Muhammad Nazhim Al Haqqani. Beliau sudah wafat beberapa tahun lalu. Beliau orang Siprus jadi ada nama Al Qubrusi di belakang namanya. Tetapi beliau lebih banyak menghabiskan waktu berdakwah di London dan beberapa negara Eropa lain.

Menantu beliau, Syaikh Hisyam Al Kabbani, itu keturunan Lebanon. Beliau perintahkan untuk hijrah ke Amerika sejak awal tahun 80-an, dan mengembangkan Tarekat Naqsyabandi di Amerika. Nah, itu yang pertama saya kunjungi tahun 1998. Saya sempat datang ke negara bagian Michigan. Yang di sana, beliau memiliki semacam halaqah atau zawiyah, mungkin sekitar 150 hektar luasnya. Ada peternakannya segala.

Kemudian belum lama ini, saya juga ke China. Di sana ada Thariqah Naqsyabandiyah juga. Dipimpin oleh Syaikh Muhammad Habibul ‘Alim Abdurrauf. Beliau Dzurriyah Rasul SAW generasi ke-49. Tinggal di Provinsi Yunnan. Umur beliau sudah 83 atau 84. Tinggal di apartemen lantai lima. Paling tidak beliau harus turun ke lantai dasar untuk ke masjid sehari 5 kali. Jadi 10 kali lah naik turun 5 lantai, dengan usia di atas 80 tahun. Fisiknya bagus sekali. Kemana-mana masih sering mengendarai sepeda motor.

Beliau dikenal sangat mendalami bidang IT dan juga master kungfu. Beliau mendirikan sekolah kungfu. Setelah banyak tokoh-tokoh agama budha berdialog dan menjadi muslim dengan bimbingan beliau, dan juga banyak master kungfu, beliau pun disarankan mendirikan sekolah kungfu. Saya menyaksikan sekolah kungfu itu. Mereka memeragakan jurus-jurus kungfunya, jurus-jurus yang dikembangkan sebagian mendapat inspirasi dari gerakan shalat dan bacaan ayat Quran. Murid-muridnya banyak yang menjadi juara dalam turnamen-turnamen kungfu. Sehingga lima tahun terakhir ini mulai dikenal istilah sufi kungfu.

Sumber: Majalah Aula

Baca Lainnya
Komentar
Loading...