Tren Belanja Online Bahan Pokok Saat New Normal, Begini Kata Facebook

Platform media sosial paling populer sejagat, Facebook, melakukan riset soal bagaimana tren belanja bahan pokok pada masa New Normal diberlakukan.

Kesimpulannya, diperkirakan bahwa berbelanja bahan pokok secara online tetap akan menjadi tren meski memasuki fase New Normal.

Riset yang dilakukan oleh Facebook dan Bain & Company, sebagaimana dikutip KataData, menunjukkan, 44 persen konsumen di Asia Tenggara, yang merupakan pengguna internet, berbelanja bahan pokok secara online selama pandemi Covid-19.

Hasil riset memperkirakan, kebiasaan tersebut masih akan berlanjut memasuki fase New Normal.

Meningkat Sejak April 2020

Sejak bulan April 2020, belanja bahan pokok melalui e-commerce atau media sosial sudah meningkat drastis. Sekitar 80 persen dari mereka berencana akan terus berbelanja bahan makanan secara online.

Peningkatan tersebut terjadi karena masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar rumah untuk menekan penyebaran virus corona.

Konsumen Lebih Sering Menyiapkan Makanan di Rumah

Menurut data, sekitar 77 persen konsumen yang berbelanja online lebih sering menyiapkan makanan di rumah ketimbang membeli atau makan di restoran. Hal ini karena sekitar 73 persen konsumen yang diriset cenderung lebih sadar terhadap kesehatan di masa depan.

Riset Dilakukan di Berbagai Negara Asia Tenggara

Riset tersebut berdasarkan data survei dari YouGov di Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam bulan April lalu.

Penelitian juga mengamati perilaku konsumen dalam berbelanja online selama 6 bulan terakhir. Hasilnya, mereka yang berbelanja melalui media sosial meningkat 35 persen dibanding sebelum pandemi Covid-19.

Lalu, melalui video streaming tumbuh 35 persen, aplikasi percakapan seperti WhatsApp 30 persen, e-commerce 23 persen, dan pesan-antar makanan seperti GoFood dan GrabFood naik 17 persen. Bahkan, sejumlah konsumen mencoba belanja online cara baru.

Bukan hanya bahan makanan pokok. Facebook dan Bain & Company juga mencatat, permintaan produk pakaian, aksesoris dan perawatan diri tumbuh antara 25 persen-30 persen setiap tahun.

New Normal, Peluang Baru Tantangan Baru

Seiring peningkatan konsumen, New Normal selain menciptakan peluang, juga menjadi tantangan tersendiri. Misalnya, sebagai pengembang e-commerce harus betul-betul memastikan ketersediaan produk dan layanan distribusinya. Karena persaingan bakal semakin ketat.

New Normal, menurut analisis Facebook dan Bain & Company menjadi awal dari perjalanan bisnis untuk membentuk kemitraan baru, meningkatkan ketahanan, serta mengadopsi layanan berbasis digital.

Apalagi, sebelum ada pandemi Covid-19, Google, Temasek and Bain & Company juga sudah memprediksi bahwa ekonomi internet di Asia Tenggara bakal tumbuh menjadi USD 300 miliar atau setara Rp 4,2 triliun pada tahun 2025.

Nah, masih ragu bertransformasi bisnis ke arah digital? Segera belajar beradaptasi.

Nabi Saw pernah bersabda, “Barang siapa yang menginginkan (kebahagiaan) dunia, maka ia harus memiliki ilmunya, barang siapa menghendaki (kebahagiaan) akhirat maka ia harus mempunyai ilmunya, dan siapa pun yang ingin meraih keduanya maka ia harus memiliki ilmunya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Baca Lainnya
Komentar
Loading...