Tradisi Drum dan Terompet Bangunkan Sahur di Maroko

Berbagai macam tradisi untuk bangunkan sahur di berbagai negara. Di Maroko misalnya, ada tradisi tabuh drum dan tiup terompet untuk bangunkan sahur.

Di Maroko, untuk penabuh drum biasanya dikenal dengan istilah tebbal, sedangkan untuk peniup terompet disebut nafar. Kedua profesi ini akan semakin sibuk ketika bulan Ramadhan tiba. Seketika mereka bergerak untuk membangunkan sahur orang-orang yang hendak puasa esok harinya.

Pemilihan para tebbal dan nafar ini tidak sembarangan. Selain harus pandai memainkan alat musik tersebut, juga biasanya dari sosok yang sudah terkenal di tempatnya. Sebab, peran mereka cukup besar untuk menjaga tradisi ini agar terus bertahan.

Usaha mereka biasanya akan mendapatkan ganjaran dari orang yang terjaga. Mereka yang bangun karena suara terompet dan drum, kadang memberikan tips untuk para tebbal dan nafar. Dan tips ini akan mereka dapatkan lebih banyak ketika memasuki akhir bulan Ramadhan.

Tradisi ini sudah berlangsung cukup lama di Maroko dan menjadi kebiasaan turun-temurun hingga kini, meski masa terus berubah dan berganti zaman. Bahkan, beberapa orang di kota besar di Maroko juga masih menanti tebbal dan nafar lewat di depan rumah mereka.

Tradisi Maroko lainnya adalah saat berbuka. Mereka menjalani ftour atau buka puasa yang biasanya diisi kurma, susu, jus dan makanan manis.

Lalu beberapa makanan lain seperti Harira, sup lentil dan tomat, telur rebus, pastry dengan isian asin atau manis, ikan goreng dan bermacam-macam kue dadar serta roti pipih yang turut dihidangkan untuk pengembali energi dan pemuas lapar setelah seharian berpuasa.

Berbagai macam makanan manis seperi sellou dan chebekia juga secara tradisional dihidangkan. Meski bisa dibuat kapan saja, namun jenis makanan ini lebih populer di bulan suci.

Biasanya buka puasa diadakan beramai-ramai, makanan khas Maroko tagine juga dihidangkan, bersama roti kering Maroko bernama khobz, buah segar dan teh mint.

Saat berbuka puasa, Maroko juga memiliki tradisi yang sama dimiliki oleh beberapa negara di Semenanjung lainnya, yakni Zowaka, di mana meriam ditembakkan untuk menandakan bahwa waktu berbuka telah tiba.

Masyarakat Maroko juga memiliki kebiasaan untuk membeli atau membuat jubah baru bernama djellabas menjelang bulan Ramadan.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...