TQN Preneur, Menangkap Peluang di Era Pandemik

Pandemi Covid-19 melahirkan tantangan sekaligus juga peluang. Betapa tidak, orang-orang di seluruh dunia saat ini tidak lagi bisa menjalankan aktivitas secara normal. Pertemuan-pertemuan fisik dibatasi untuk menghindari penularan virus yang belum ditemukan vaksinnya, minimal hingga saat ini.

Otomatis, banyak dunia usaha atau bisnis ambruk, minimal berhenti untuk sementara, terutama sektor-sektor yang membutuhkan kehadiran fisik seperti meetings, incentive travels, conventions, congresses, conference dan exhibition atau yang dikenal dengan istilah MICE.

Padahal keberlangsungan usaha tidak mungkin bisa berhenti karena terkait dengan keberlangsungan hidup manusia.

Menghadapi situasi tersebut, TQNNews bergerak cepat mengadakan pelatihan kewirausahaan berbasis digital dan spiritual. Pesertanya, para entrepreneur pengamal Tarekat Qadiriyyah Naqsyabandiyyah (TQN) Pontren Suryalaya.

Pelatihan sudah dimulai sejak pagi tanggal 1 Juni dan akan berlangsung hingga 5 Juni 2020 untuk level pertama, Literasi. Peserta terdaftar di level pertama tak kurang dari 60 orang.

Selanjutnya, peserta yang lulus bakal naik ke level berikutnya, Kreasi (5 hari), dan Implementasi (5 hari). Semua pelatihan dilakukan tanpa pertemuan fisik alias secara daring, dan dibimbing oleh praktisi IT berpengalaman.

Inspirator sekaligus penggagas kegiatan TQN Preneur, KH Wahfiudin Sakam, dalam pembukaan pelatihan, Senin (1/6) menegaskan, akibat Covid-19 orang dipaksa untuk menggunakan teknologi. Dengan begitu, di balik problem ternyata ada peluang.

“Tinggal sekarang, siapa yang bisa dan mau menjalankan tantangan itu,” kata Kiai Wahfiudin, demikian beliau disapa, saat menyampaikan pengantar kepada peserta secara daring via aplikasi Zoom.

Tak lupa, Kiai Wahfiudin mengutip pusi Muhammad Iqbal, “Tak ada tempat berhenti, mereka yang bergerak merekalah yang maju. Mereka yang berhenti walau selintas akan terlindas.”

Saat ini umat manusia tengah memasuki era disrupsi, yaitu perubahan yang bakal membenamkan yang lama. Orang yang tidak bisa mengikuti perkembangan atau beradaptasi bakal terbenam dan dilupakan oleh sejarah.

Suasan video conference.

Empat Kunci Sukses

“Kita tidak mau terbenam, karena masih memiliki tugas mulia, yaitu berdakwah. Selama kita masih ada di muka bumi kita harus menerima tantangan, sebab itu kita harus terus belajar,” tandasnya.

“Kalau kalian tidak mau merasakan pahitnya belajar di masa sekarang, rasakan nanti pahitnya kebodohan di masa tua,” Kiai Wahfiudin mengutip Imam Syafi’i.

Pembukaan pelatihan TQN Preneur semakin menarik dengan kehadiran pengusaha infarstruktur IT Hendra Suryakusuma.

Chairman Indonesia Data Centre Provider Organisation (IDPRO) dan founder Elitery ini, berbagi pengalaman dan data, tentang peluang kewirausahaan berbasis IT pada era pandemi Covid-19 ini.

Pihaknya mengaku, di tengah kesulitan yang dialami bisnis-bisnis lain, bisnis berbasis IT yang dijalankan olehnya justru malah tumbuh sekitar 40%. Meskipun sebagian klien yang ditanganinya mengalami dampak pandemi.

Hendra menilai, Indonesia menjadi lahan yang subur bagi bisnis digital seperti Startup. Ini sudah terbukti dengan banyaknya startup di Indonesia yang sudah menjadi Unicorn bahkan Decacorn.

Hal ini karena bonus demografi yang dialami Indonesia, di mana jumlah penduduk usia produktif (anak muda) lebih besar ketimbang negara-negara lain. Sebagaimana diketahui, usia muda di bawah 40 tahun lebih aware terhadap teknologi dan informasi.

Suasan video conference.

Menurut data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) saat ini penduduk Indonesia yang aktif berinternet telah mencapai angka 56%.

Lalu, apa saja kunci sukses bagi platform bisnis berbasis digital?

“Minimal 4 kunci: timing alias momentum, tim yang baik, ide yang kreatif dan terakhir funding,” tutup Hendra.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...