Total Dana Haji Capai Angka Rp 150 Triliun

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mencatat total dana haji per akhir Mei tahun 2021 sebesar Rp 150 triliun rupiah. Lantas bagaimana nasib dana sebesar itu, di tengah pembatalan pemberangkatan calon jemaah haji tahun ini?

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas telah menegaskan bahwa dana yang saat ini dikelola oleh BPKH itu aman. Berulang-ulang menteri agama menyatakan bahwa dana tersebut aman, aman, aman.

Kenapa perlu ditegaskan berkali-kali?

Beberapa waktu belakangan, pengelolaan dana haji cukup mendapat sorotan dari kalangan masyarakat, khususnya di tengah stabilitas keuangan negara yang tak menentu akibat krisis ekonomi dampak pandemi.

Berbagai isu kurang sedap berkembang, yang pada intinya mengkhawatirkan dana tersebut digunakan tidak untuk semestinya.

“Setoran pelunasan Bipih dapat diminta kembali oleh jamaah haji yang bersangkutan. Jadi uang jamaah aman,” begitu kata menteri agama saat konferensi pers terkait pembatalan haji tahun ini di Jakarta, Kamis (3/6). Menegaskan sekali lagi, bahwa tidak ada penyelewengan.

Menag juga mengatakan, jamaah yang tidak berangkat tidak perlu khawatir akan dana Bipih-nya. Dana tersebut dikelola oleh BPKH dan disimpan di bank-bank syariah dengan mengedepankan prinsip syariah yang aman.

BPKH juga tak tinggal diam menanggapi isu-isu tak sedap. Melalui akun Instagram resminya, lembaga yang dikepalai Anggito Abimanya itu menegaskan agar para calon jemaah haji tidak perlu cemas.

“Assalamu’alaikum #HajiMuda, terkait keberangkatan haji 2021 yang kembali ditunda, dimanfaatkan oleh berbagai pihak untuk menyebarkan pemberitaan dengan judul bombastis dan sengaja membuat masyarakat cemas,” demikian kalimat di akun resmi BPKH.

“Yuk #hajimuda jadilah warganet yang terliterasi dengan baik dengan mengkonsumsi berita dari sumber yang jelas dan kredibel,” lanjut akun resmi BPKH tersebut.

“Saldo dana haji dikelola BPKH secara syariah, amanah dan akuntabel,” tegasnya.

Menurut data mereka, pada tahun 2019 dana haji mengalami kenaikan sebesar 11% dari 2018 yang mencapai Rp 124,32 Triliun. Pada tahun 2020 peningkatan lebih besar menjadi 16% sehingga mencapai Rp 144,78 Triliun. Dan pada tahun 2021 di bulan Maret terdapat kenaikan sebesar 3% yakni menjadi Rp 149,15 Triliun. Hingga akhir Mei 2021 angkanya telah mencapai Rp 150 Triliun.

“Saldo dana haji tersebut dapat dipastikan aman dan diinvestasikan ke berbagai instrumen investasi yang syariah dan juga melalui penempatan, di perbankan syariah, seperti deposito berjangka, investasi surat berharga dan emas, dan investasi luar negeri,” jelas mereka.

“#HajiMuda juga harus terus bersikap tabayyun yaa terhadap berita yang ada agar tidak termakan hoax,” demikian imbau BPKH.

Bagaimana penggunaan nilai manfaat dana haji?

Dijelaskan BPKH, dana tersebut diperuntukkan berbagai hal, seperti rekening virtual, subsidi Bipih, biaya kemaslahatan seperti untuk pendidikan, dakwah, kesehatan, sarana prasarana ibadah, ekonomi umat, dan sosial keagamaan, kemudian biaya operasional.

Selama masa pandemi total nilai manfaat tahun mencapai angka Rp 7,43 triliun. Lumayan besar.

Saat ini, total jemaah haji yang sudah mengantre adalah sebanyak 5,1 juta orang, terdiri dari jemaah haji reguler 5.017.856 orang dan jemaah haji khusus sebanyak 96.620 orang.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...