Tiga Langkah Sederhana Membangun Merek Anda

Mengembangkan merek dari suatu produk atau bisnis lebih dari sekadar membuat logo atau tagline. Lebih dari itu adalah mengembangkan identitas serta nilai-nilai dari sebuah bisnis.

Merek keseluruhan dari nilai-nilai bisnis serta cara mengkomunikasikan nilai-nilai tersebut melalui produk dan layanan. Itulah yang disebut merek, dimana secara visual direpresentasikan melalui gambar dan desain. Pada dasarnya, merek adalah kepribadian bisnis Anda.

Dalam membangun bisnis atau usaha, keberadaan merek sangatlah penting. Ia adalah kerangka dasar bagi semua aset promosi Anda. Artinya, segala hal yang dilihat oleh pelanggan Anda, dari mulai logo pada profil media sosial bisnis Anda, hingga deskripsi produk pada situs web Anda, mengacu pada merek.

Oleh sebab itu, merek yang terdefinisi dengan baik, selaras dengan nilai-nilai perusahaan, sangat membantu membangun kepercayaan pelanggan.

Merek yang kuat juga sangat penting dalam sebuah bisnis online, dimana seringkali tidak memiliki elemen fisik yang mewakili.

Namun demikian, untuk membangun pencitraan merek dibutuhkan waktu dan kerja yang cukup. Dikutip dari Entrepreneur, berikut tiga langkah paling sederhana untuk membangun merek Anda:

1. Memulai dari orang lain

Membangun merek alias branding, bisa dimulai dari orang lain, yakni pelanggan Anda.

Pelanggan mencari tahu tentang sebuah merek seperti mereka ingin mengenal seseorang. Kesan pertama tentu saja amat menentukan.

Setelah mendapat kesan pertama yang baik, mereka pasti akan bersemangat untuk mengetahui lebih banyak lagi tentang merek Anda. Selanjutnya, mereka bakal terlibat, dan bersedia menjadi pelanggan. Mereka akan merasa memiliki merek Anda setelah mampu mengenal dan mengidentifikasinya.

2. Memulai dari karyawan Anda

Karyawan Anda adalah para duta garis depan bagi merek perusahaan Anda. Branding penting juga dilakukan secara internal, mulai dari merancang struktur tim hingga melatih orang-orang untuk membentuk tim. Ini juga merupakan bagian membangun merek.

Branding internal akan membawa budaya dan nilai-nilai inti perusahaan menginternalisasi dalam diri para karyawan di semua tingkatan. Tujuannya, agar mereka dapat menjadi perwakilan merek yang sesungguhnya kepada para pelanggan.

3. Mempertahankan nilai-nilai perusahaan

Merek harus selaras dengan nilai-nilai perusahaan. Sebab itu, ketika perusahaan berkembang, bagaimanapun merek harus senantiasa didefinisikan ulang.

Logo, slogan, tagline dapat saja berkembang seiring waktu, namun dengan catatan harus mempertimbangkan konsistensi dan nilai-nilai yang dipertahankan oleh perusahaan.

Merek harus terus dikomunikasikan melalui logo, tipografi, warna, kemasan, dan pesan yang disampaikan.

Sebuah perusahaan produk organik makanan bayi misalnya, dapat mencoba merangsang panca indera pelanggan dalam membangun merek mereka. Buatlah para orang tua dan bayi “meneteskan air liur” saat melihat gambar produk yang terdiri dari potongan buah-buahan organik.

Logo dan tipografi dari perusahaan semacam ini juga harus dapat mengkomunikasikan nilai kebersihan atau mungkin sedikit kehangatan. Copywriting-nya yang bisa dibaca dengan nada nyanyian, atau ide-ide lain yang tak terbatas.

Intinya, buatlah pelanggan Anda dapat merasakan identitas merek secara keseluruhan. Dan jangan lupa, corak serta desain yang konsisten juga dapat meningkatkan konsistensi merek Anda. Ini menjadi batu loncatan untuk membangun kesadaran (awareness), kepercayaan dan loyalitas pelanggan terhadap merek dan bisnis Anda.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...