Tiga Kata Ini yang Membuat Seorang CEO Berhasil

Jika seorang CEO ditanya, apa yang membuat Anda berhasil? Akan mudah dijawab oleh mereka dengan jawaban standar: Sistem, Struktur dan Skalabilitas.

Secara sederhana, tugas CEO adalah menyempurnakan produk dan proses yang memungkinkan sebuah bisnis tetap eksis, berkelanjutan dan dapat diskalakan untuk memenuhi tujuan perusahaan.

Tapi Trey Taylor, J.D., penulis buku “A CEO Only Does Three Things”, punya perspektif baru tentang hal ini yang tergambar dalam tiga kata. Taylor adalah seorang mentor eksekutif dan perencanaan strategis, salah satunya kepada para eksekutif C-Suite melalui lembaga konsultannya, trinity-blue.

Menurut Taylor, sebagaimana dikutip Entrepreneur.com, tiga kata itu adalah: Budaya, orang dan angka. Ini merupakan titik fokus yang memastikan kesuksesan seorang CEO.

1. Budaya

“Budaya makan strategi untuk sarapan,” begitu ungkapan terkenal Peter Drucker.

Tapi apa sebenarnya budaya itu?

Menurut Taylor, budaya merupakan persyaratan penting sekaligus menantang, karena tidak mudah untuk menyelaraskan budaya perusahaan dengan nilai-nilai bersama yang mendasari semua orang di perusahaan.

“Tapi jika Anda berhasil melakukannya, itu adalah keunggulan kompetitif yang sangat penting,” kata Taylor.

Secara singkat, budaya adalah lingkungan etis, kepercayaan, tradisi dan kebiasaan yang mengikat kita bersama. Setiap kelompok bisa menciptakan budaya berupa kesepakatan tentang apa yang diyakini oleh kelompok sebagai cara yang tepat untuk bertindak terhadap satu sama lain. Dasarnya adalah kepercayaan bersama.

Menurut Taylor, budaya dalam perusahaan bisa dibagi dalam dua kategori. Pertama, yang tidak direncanakan atau bersifat sementara. Biasanya budaya ini cenderung mengutamakan pelanggan dan dibuat oleh individu yang bertanggung jawab memimpin program tertentu.

Kedua, budaya yang sengaja dibuat, budaya ini merupakan yang didefinisikan CEO dan karakter kepemimpinannya, dengan cara yang tidak saja tertulis tapi juga dihembuskan ke dalam nafas kehidupan perusahaan dalam bentuk nilai-nilai bersama, komitmen, dan tujuan yang harus diwujudkan semua orang.

Bagi setiap CEO menciptakan budaya yang dinamis adalah prioritas utama, agar perusahaan bisa mencapai keberhasilan.

2. Orang

Orang yang tepat adalah keuntungan terbesar. Prioritas lain selain menciptakan budaya perusahaan, adalah mendapatkan orang yang tepat.

Salah satu tantangan tertinggi seorang CEO adalah memilih orang-orang yang tepat untuk memberdayakan bisnis dalam budaya yang diciptakan.

Memilih orang yang tepat adalah pekerjaan CEO dan tidak dapat didelegasikan, kata Taylor. Kenapa demikian? Sebab orang lebih penting ketimbang variabel lainnya.

Sangat penting untuk menekankan sisi pemikiran, intelektual, dan kemampuan masing-masing kandidat dengan keterampilan yang baik serta kematangan emosional.

Di luar keterampilan dan bakat, pertimbangan lain dalam memilih orang yang tepat adalah kesadaran mereka akan ‘misi kita’ bersama.

Ketika tujuan kita bersama jelas, kita akan menyalurkan energi mental dalam jumlah besar. Dan ketika kita digerakkan oleh sebuah misi, maka tidak perlu lagi melibatkan orang-orang yang enggan ikut serta.

Dengan demikian, orang-orang yang dipilih akan bekerja dengan dorongan rasa identitas dan tujuan mereka sendiri. Hal ini memungkinkan CEO untuk tetap fokus pada potensi dan kebutuhan tertinggi dari sebuah bisnis.

Itulah kenapa, di masa pandemi Covid-19 ini banyak perusahaan berupaya keras melindungi peran orang-orang terpercaya mereka, sebab mereka lah harta tertinggi yang dimiliki perusahaan.

3. Angka

Taylor mencatat, mengutip pakar wirausaha Marcus Lemonis dalam pernyataannya, “Jika Anda tidak mengetahui angka-angkanya, Anda tidak tahu bisnis Anda.”

Contohnya, kita tidak mungkin mengetahui beberapa bisnis kita gagal, sementara para pemimpinnya percaya semuanya baik-baik saja.

Padahal, seorang CEO harus selalu menjaga kemampuan untuk mengakses dana yang cukup untuk mendukung langkah bisnis mereka selanjutnya.

Berapa banyak perusahaan yang keliru membelanjakan begitu banyak uang untuk mencapai target penjualan sehingga membuat mereka malah kekurangan uang dan akhirnya kehabisan.

Jadi, membagikan data yang tepat memungkinkan orang-orang di perusahaan melihat dampak pekerjaan mereka pada bisnis secara keseluruhan. Misalnya, memastikan bahwa KPI atau Indikator Kinerja Utama yang dipantau itu adalah angka yang tepat yang menunjukkan ekspektasi dan dampak bagi pekerjaan mereka.

Jadi, secara keseluruhan, untuk mencapai pertumbuhan perusahaan di tahun-tahun mendatang, seorang CEO harus menempatkan fokus pada tiga hal kunci: Budaya, Orang, dan Angka.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...