Tharid, Sup Kesukaan Rasulullah Saw

Musim hujan begini, paling enak makanan yang hangat-hangat seperti sup, soto atau makanan berkuah hangat lainnya. Tahukah Anda, sup yang paling disukai Rasulullah Saw? Tharid adalah makanan berkuah sejenis sup yang sangat disukai oleh Rasulullah Saw.

Saking enaknya, Rasulullah memuji tharid sebagaimana beliau memuji istrinya, Aisyah. Anas bin Malik r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Keutamaan Aisyah dibanding perempuan-perempuan lain bagaikan keutamaan tharid dibandingkan makanan-makanan lain.”

Seperti apakah Tharid?

Tharid merupakan makanan tradisional favorit masyarakat Arab. Tharid terbuat dari potongan roti dalam kaldu sayuran atau daging. Selain di Arab Saudi sendiri, makanan ini juga digemari di Irak, biasanya dikonsumsi pada saat bulan suci Ramadhan.

Bahan utama tharid adalah kaldu dengan isian utama kacang chickepa atau himmis. Cara membuatnya, kacang himmis direndam hingga mengembang. Lalu, ayam yang sudah dipotong-potong dimasukkan. Kemudian rebus biji jintan yang dibungkus kain bersih serta garam.

Bumbu lain dari tharid adalah bawang bombay dan potongan keju. Setelah kaldu matang, di atasnya lalu ditaburi lada hitam serta ditambahkan telur ayam mentah sehingga sup tampak seperti mata sapi (uyun al-baqar). Kaldu yang kental itu kemudian disantap bersama roti semolina (khubz samidh).

Makanan berkuah kaldu semacam tharid merupakan warisan peradaban manusia yang cukup tua. Konon, hidangan ini merupakan hidangan pertama yang benar-benar disiapkan. Sebelum itu, manusia zaman batu hanya memotong-motong saja daging dan membakarnya.

Konon, masakan jenis kaldu sudah ada sejak zaman batu, tapi baru mulai berkembang sejak orang-orang Cina berhasil membuat kuali tanah liat pertama kali, kemudian menemukan panci dari perunggu sekitar 4.000 SM.

Kaldu saat ini menjadi bahan dasar penting dari berbagai jenis masakan, termasuk sup. Biasanya, sup yang enak dibuat dari kaldu yang enak. Kaldu menjadi poluler di seluruh dunia karena bahannya yang murah dan mudah dibuat.

Bahkan sekarang sudah ada kaldu instan yang dijual dalam kemasan, meskipun secara rasa tentu saja lebih enak kaldu yang dibuat sendiri.

Di era Romawi Kuno, sup yang berbahan dasar kaldu adalah makanan andalan bagi para fakir miskin dan tentara. Ketika bahan isian sudah habis, kuah tinggal ditambahi sayuran lagi, lalu dipanaskan lagi.

Sup yang memang kaya gizi itu kemudian menyebar ke berbagai negara. Di Jepang misalnya, ada makanan sejenis kaldu bernama dashi. Dashi menjadi bahan dasar dari mulai sup miso, takoyaki, okonomiyaki, udon, hingga ramen.

Di Indonesia banyak makanan berbahan dasar kaldu. Dari mulai beragam soto, sop ayam, bakso, gulai, tongseng, tengkleng dan lain sebagainya.

Nah, dalam hal makanan, Rasulullah Saw senantiasa memakan makanan yang halal lagi baik, juga bernilai gizi tinggi. Tharid atau makanan sup sejenis barangkali layak Anda coba, apalagi di musim hujan dengan udara dingin seperti sekarang ini.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...