Ternyata, 20 Ribu Tahun Lalu Asia Timur Pernah Terjangkit Corona

“Sejarah selalu berulang,” begitu kata sebuah ungkapan. Peristiwa peperangan, perebutan kekuasaan, penaklukan wilayah, bencana alam, hingga pandemi, biasanya merupakan pengulangan sejarah di masa lalu.

Karena itu, orang bijak selalu mengatakan agar orang-orang di masa sekarang belajar pada sejarah jika ingin selamat.

“Sejarah adalah suatu perjanjian di antara orang yang sudah meninggal, mereka yang masih hidup, dan mereka yang belum dilahirkan,” kata Edmund Burke, politikus dan filsuf asal Inggris (1729-1797).

Pengulangan sejarah pula, mungkin yang terjadi dengan pandemi Covid-19 sekarang ini. Pasalnya, studi ilmuwan asal Australia dan Amerika menunjukkan hal itu.

Mereka menemukan bukti bahwa pandemi corona juga pernah terjadi di Asia Timur sekitar 20 ribu tahun yang lalu. Penelitian tersebut diterbitkan dalam jurnal ilmiah ‘Current Biologi’ pada Kamis (24/6) lalu.

Dalam studi disebutkan, para peneliti telah mempelajari genom dari 2.500 orang lebih yang berasal dari 26 populasi berbeda di seluruh dunia.

Temuannya cukup mencengangkan, yaitu menunjukkan bahwa telah terjadi jejak interaksi genom manusia dengan virus corona pada masyarakat modern di Asia Timur.

Yassine Souilmi, peneliti utama terkait ini, mengatakan bahwa genom dapat menunjukkan informasi tentang manusia hingga ratusan ribu tahun lalu.

Keberadaan virus corona diketahui karena cara kerja virus, seperti umumnya virus lain, adalah dengan menduplikasi diri pada inangnya (tubuh manusia). Maka jejak virus pun bisa teridentifikasi melalui genom.

“Itulah mengapa mereka menyerang inang dan kemudian membajak mesin mereka untuk membuat salinan diri (duplikasi) mereka sendiri,” jelas Souilmi, dikutip CNN, Minggu (27/6).

Pembajakan tersebut terbaca pada saat tim peneliti mempelajari genom dari lima populasi berbeda yang berlokasi di China, Jepang dan Vietnam.

“Dalam jangka waktu yang lama dan selama paparan, ini meninggalkan tanda yang sangat jelas dalam genom keturunan mereka,” jelasnya.

Peneliti juga menyimpulkan, keturunan yang berasal dari kelima populasi tersebut dapat lebih melindungi diri dari virus corona.

Studi juga menemukan, pandemi corona pernah terjadi secara terpisah-pisah di berbagai wilayah, dan menyebar ke seluruh Asia Timur. Tapi sayangnya para peneliti tidak mengetahui bagaimana orang-orang di masa lalu itu berhasil selamat dari pandemi corona.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...