Terapkan Budaya Sehat di Kantor Selama Pandemi

Meskipun di tengah pandemi Covid-19, beberapa perusahaan masih membuka perkantorannya demi eksistensi dan sustainable (berkelanjutan). Namun begitu, hal yang tak bisa diabaikan adalah soal protokol kesehatan.

Meski dengan beberapa orang dan jarak yang cukup terkontrol, budaya sehat seperti memakai masker, hand sanitizer dan sebagainya harus tetap diterapkan sebaik mungkin di perkantoran. Jangan lengah!

Hal inilah, setidaknya menurut anjuran Esther Kristiningrum, dokter departemen medikal Kalbe Farma. Menurutnya, diperlukan kehati-hatian yang tinggi ketika masyarakat mulai menjalani pekerjaan di kantor.

“Pasalnya, klaster virus corona baru perkantoran telah terjadi di beberapa tempat,” ujar Esther.

Dia pun mengimbau agar para pekerja tetap waspada dengan menerapkan protokol kesehatan secara baik dan ketat. Jangan kendor!

“Penting sekali untuk tetap melakukan protokol kesehatan di kantor. Tetapi tidak hanya di kantor saja, begitu juga saat berangkat dari rumah dan pulang ke rumah,” katanya dalam webinar Kalbe Farma dan Bisnis Indonesia, Jumat (26/2/2021).

Esther mengapresiasi karena banyak kantor yang sudah mulai melakukan skrining daring karyawannya. Bagi mereka yang sedari awal mengalami sakit, tak terbatas pada gejala Covid-19, maka diizinkan untuk bekerja dari rumah.

“Mayoritas kantor juga, telah memiliki petugas pengecekan suhu sebagai langkah skrining tambahan. Begitu juga dengan ketersediaan hand sanitizer di sejumlah titik serta akses terhadap air dan sabun untuk mencuci tangan,” ujar Ester lebih lanjut.

Bahkan, Esther menyebut ada beberapa perkantoran yang sudah meniadakan absensi dengan jari (fingerprint) dan menggantinya dengan sistem tap kartu atau absensi secara daring.

Menurut Esther, beberapa hal yang perlu diwaspadai justru adalah ketika berada di ruang kerja.

“Perusahaan dan karyawan memastikan jarak paling tidak satu meter atau lebih antara satu dan yang lainnya, guna meminimalkan risiko,” ujarnya.

Menurut Esther, jika tidak memungkinkan adanya pemberian jarak sosial, disarankan supaya kantor menerapkan kerja masuk kantor secara bergantian agar tidak terjadi kepadatan yang berisiko lebih tinggi menyebarkan virus.

“Titik penting lainnya adalah ketika jam makan siang, di mana pekerja pasti akan membuka masker,” tambah Esther.

Menurut Esther, cara meminimalkan risiko pada kondisi ini adalah dengan pemberian jarak atau sekat dan mempercepat jam makan sehingga pekerja tidak saling berbincang.

“Walaupun sudah menjalankan protokol kesehatan secara maksimal dari diri sendiri, tapi terkadang lingkungan sekitarnya itu belum. Makanya kita juga perlu dibekali dengan pertahanan (daya tahan tubuh) yang baik,” pungkasnya.

Esther pun menyontohkan seperti cukup istirahat dan tidur, konsumsi makanan bergizi, olahraga teratur, minum air putih yang cukup dan juga jangan stres.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...