Teknologi Digital Mengubah Ekonomi Global

Kehadiran teknologi telah mempercepat pertumbuhan di seluruh dunia dan membentuk pasar baru yang menjanjikan. Dunia bisnis pun beradaptasi dengan cepat.

Banyak orang menggunakan platform digital untuk banyak aktivitas. Mulai dari mengembangkan keterampilan, mencari pekerjaan, belanja, mencari hiburan, dan masih banyak lagi. Teknologi digital menjadikan setiap orang memiliki akses dengan berbagai jaringan yang ada di seluruh dunia. Sepanjang terhubung dengan internet.

Pesatnya perkembangan dunia digital bukan berarti tidak ada tantangan. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemangku kepentingan. Mulai dari ekonomi, sosial dan politik, investasi, ketahanan negeri. Semua membutuhkan perhatian demi terciptanya masyarakat masa depan yang lebih bermanfaat bagi banyak orang. Baca juga >>

Konektivitas Digital Global

Menurut laporan Google tahun 2020, ada 400 juta orang di Asia Tenggara, atau sekitar 70% dari populasi yang aktif terhubung dengan internet atau online. Pesatnya pertumbuhan yang luar biasa ini menempatkan teknologi digital sebagai daya tarik kuat bagi invesor yang sedang mencari peluang baru.

Negeri tetangga, Singapura telah berinvestasi dalam infrastruktur data, jaringan dan teknologi. Singapura ingin memosisikan sebagai pusat ekonomi digital di kawasan.

Secara aktif Singapura mengembangkan ekosistem digital, meluncurkan jaringan 5G serta penelitian dan pengembangan Blockchain. Singapura ingin menggerakkan perusahaan untuk tumbuh dan berkembang, menangkap peluang baru di sektor teknologi digital.

Badan Pangan Singapura atau The Singapore Food Agency (SFA) pada akhir tahun lalu mengumumkan rencana pengembangan klaster pertanian pangan berteknologi tinggi di Lim Chu Kang. Baca juga >>

Diyakini, upaya Singapura mengimplementasikan teknologi modern dan manajemen profesional akan menurunkan biaya produksi. Infrastruktur air, listrik dan transportasi disiapkan untuk mendukung sistem pertanian di lahan seluas 390 ha.

Indonesia juga tidak tinggal diam. Belum lama ini, tepatnya pada Kamis 27 Mei menjadi hari bersejarah bagi industri telekomunikasi di Indonesia. Telkomsel menjadi operator seluler pertama di Indonesia yang mengkomersialisasikan jaringan 5G. Baca juga >>

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan kehadiran layanan 5G akan menjadi game changer transformasi digital, penguasaan teknologi dan menjadi kunci daya saing bangsa Indonesia.

Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro berharap adopsi teknologi digital dalam kehidupan masyarakat baik B to C maupun B to B semakin meningkat. “Ujungnya yang diharapkan adalah competitiveness dari bangsa Indonesia ini di dunia digital menjadi semakin baik,” ujar Setyanto di panggung peluncuran Kamis (27/5).

Dunia bisnis jega bergerak cepat. Gojek dan Tokopedia kini telah melebur menjadi Grup GoTo sejak 17 Mei tahun ini. Kolaborasi dua raksasa perusahaan teknologi digital ini menciptakan platform pertama di Asia Tenggara yang menggabungkan e-commerce, on demand dan financial services. Baca juga >>

Baca Lainnya
Komentar
Loading...