Tak Sekedar Sibuk, Ini 6 Hal yang Membuat Anda Jadi Produktif

Islam menuntut penganutnya untuk selalu produktif dari waktu ke waktu. Setelah selesai dengan satu urusan, tetap semangat dan bekerja keras untuk urusan selanjutnya.

Sebagaimana tersirat dalam surah As Syarh ayat 7-8, “Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain), dan hanya kepada Tuhanmu lah engkau berharap.”

Hidup adalah ujian untuk melihat siapa yang paling produktif di antara manusia. Siapa yang paling mempersembahkan yang terbaik bagi Allah.

“Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk Kami menguji mereka, siapakah di antaranya yang terbaik perbuatannya.” (Al Kahfi: 7).

Namun menjadi insan yang produktif itu bukan hal yang sederhana loh. Ada perbedaan besar antara produktif dan sekedar sibuk.

Menurut KBBI, produktif artinya bersifat atau mampu menghasilkan (dalam jumlah besar), memberi manfaat (dan sebagainya), menguntungkan, mampu menghasilkan terus dan dipakai secara teratur untuk membentuk unsur-unsur baru.

Bisa dibilang produktif itu menyangkut kuantitas, kualitas, kontinu, efektivitas dan efisiensi. Sedangkan sibuk hanya identik dengan banyaknya yang Anda kerjakan sehingga waktu Anda penuh dengan kegiatan.

Siapa pun bisa sibuk dengan kegiatannya masing-masing, tapi untuk jadi produktif ada hal-hal yang menjadi pertimbangan. Karena tidak semua orang sibuk bisa dibilang produktif. Namun orang yang produktif pasti sibuk. Bisa dibilang produktif itu sibuk tetapi dengan strategi.

Lalu bagaimana caranya agar Anda masuk kategori orang yang produktif?

Manajemen Waktu

Setiap orang memiliki jatah waktu yang sama 24 jam sehari. Yang membuat Anda jadi produktif adalah kemampuan mengelola waktu.

Kapan waktu bekerja, waktu ibadah, waktu bersama keluarga, waktu istirahat, waktu belajar, waktu silaturahim, waktu olahraga, waktu evaluasi dan lain sebagainya. Sehingga tidak ada istilah memforsir tenaga pada waktu tertentu hingga mengabaikan hak tubuh dan tak punya waktu. Perencanaan dan skala prioritas menentukan kesuksesan dalam poin ini.

Skala Prioritas

Untuk menjadi produktif Anda harus tahu mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu. Mana yang harus diselesaikan lebih awal. Mana yang paling penting di antara yang penting. Gagal dalam menetapkan prioritas, Anda akan gagal jadi pribadi yang produktif.

Tujuan dan Batas Waktu

Tetapkanlah tujuan dan target yang jelas dan terarah pada setiap pekerjaan ataupun kegiatan Anda. Penetapan tujuan ini gunanya agar ada orientasi hasil dan menjaga semangat tetap bergelora. Buat juga batas waktu (deadline) agar Anda bisa segera memulai untuk mengerjakan sesuatu.

Tuntas Berkualitas

Biasakan untuk menyelesaikan apa yang Anda kerjakan secara tuntas agar bisa beralih pada aktivitas berikutnya. Pekerjaan yang tidak tuntas akan menghambat Anda pada pekerjaan berikutnya.

Tak sekedar tuntas Anda juga dituntut untuk selalu menjaga kualitas dari pekerjaan, produk, karya Anda. Bahkan selalu berupaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas dari hasil pekerjaan Anda.

Fokus

Target perencanaan akan selesai pada waktunya jika Anda fokus pada apa yang Anda kerjakan. Abaikan hal-hal lain yang bukan prioritas bahkan bisa menghambat kerja Anda. Minimalisir semua tindakan yang bisa mengurangi kinerja Anda. Jika Anda tidak fokus besar kemungkinan pekerjaan Anda bisa tertunda, tidak selesai bahkan gagal dikerjakan.

Evaluasi dan Perbaiki

Untuk melihat seberapa produktif Anda saat ini dan berniat untuk meningkatkannya maka lakukanlah evaluasi secara berkala. Periksa hal hal yang dinilai kurang efektif dan efisien. Telusuri apa yang menjadi hambatan Anda untuk lebih produktif. Carikan solusi dan perbaikilah performa Anda selanjutnya.

Selanjutnya lakukanlah apa yang Anda kerjakan dengan penuh kebahagiaan dan kesyukuran. Tetapkan lah niat ibadah dalam setiap pekerjaan. Karena Allah lah yang akan menilai semua hasil kerja kita sebagai bentuk penghambaan pada-Nya.

Dan katakanlah, “Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (At Taubah: 105).

Baca Lainnya
Komentar
Loading...