Survive di Masa Pandemik

Saat ini semua orang merasakan dampak dari merebaknya wabah virus Covid-19 (Corona Virus Disease 2019). Awal kali virus ini muncul berada di Wuhan dan akhirnya sampai sekarang sudah menyebar ke seluruh dunia.

Penyebabnya pun masih dipertanyakan apakah ini karena hewan, alat biologis, ataupun konspirasi. Disini kita tidak membahas apa penyebabnya tapi kita akan membahas bagaimana seorang muslim menghadapi kasus tersebut.

Akhir-akhir ini telah kita melewati bagaimana puasa dan lebaran di adakan di rumah saja. Yang biasa nya hal tersebut menjadi momentum umat Islam untuk memeriahkannya dengan berkumpul, namun saat ini semua berubah menjadi ngumpul online atau virtual.

Sebenarnya di sinilah umat Islam itu diuji. Bagaimana menghadapi pandemik Covid-19 itu, apakah menerima dengan lapang dada atau malah menyalah-nyalahkan bahkan membuat statement gaduh di media sosial.

Seharusnya muslim sejati itu apapun keadaannya baik itu senang ataupun susah harus menerimanya. Selanjutnya mencari solusi agar kehidupannya selamat di dunia dan di akhirat. Bukannya malah menantang maut, kalau kita ibaratkan ada seekor harimau yang ganas yang bisa langsung menerkam manusia, lalu ada manusia dengan anggapan jangan takut dengan harimau.

Akhirnya manusia tersebut mendekati harimau, tak lama kemudian harimau tersebut menerkamnya. Di sinilah terdapat point penting umat Islam harus dapat menyeimbangkan antara Ikhtiar (berusaha) dan bertawakal (berserah diri).

Lalu apa yang seharusnya umat Islam perbuat ketika masa sekarang ini?
Jawabannya adalah berikhtiar dan bertawakal kepada Allah. Kita harus meyakini bahwasanya semuanya ini atas takdir dan iradah Allah Swt. Kemudian umat Islam harus bangkit mengembangkan ekonomi keumatan.

Jika umat Islam bersatu dan tolong menolong pasti tidak ada satupun umat Islam yang kesusahan. Bahu membahu untuk menciptakan perekonomian yang pro rakyat yang menguntungkan bagi orang-orang yang kesusahan dan tertindas.

Maka, di sinilah seluruh muslim harus berdikari, harus kuat dari segi apapun, agar ketika terjadi marabahaya atau bencana seperti saat ini bisa cepat menyelesaikannya.

Apalagi saat ini sudah memasuki era revolusi industri 4.0 yang mana semuanya diubah menjadi digitalisasi. Banyak pekerjaan yang digantikan oleh robot atau mesin-mesin. Di sinilah kita harus beradaptasi dan menguasai itu semua.

Kalau kita melihat sejarah, umat muslim ketika itu mahir di seluruh bidang. Mulai dari teknologi sampai ke pendidikan bahkan kedokteran. Misalnya Al Khawarizmi beliau mahir di bidang Matematika dan menciptakan algoritma dan kalkulus. Ibnu Sina dan Ali bin Sahl At Tabari mahir di bidang kedokteran. Jabir bin Hayyan terkenal dengan sebutan bapak Ilmu Kimia, dan masih banyak yang lainnya.

Oleh karena itu umat muslim harus bisa memanfaatkan teknologi dan situasi serta kondisi untuk bisa mengembalikan kejayaan umat muslim. Bisa memainkan perannya sesuai kemampuannya. Hujani media online dengan hal-hal yang positif terbebas dari hoax. Manfaatkan media online untuk kebaikan, misalnya pengajian virtual, manaqiban virtual, haul virtual, dan yang lainnya. Bisa juga menggunakan media online untuk berbisnis atau berjualan sehingga apapun kondisinya, umat Islam selalu survive dan maju terdepan.

Di jalan ini tidak ada tempat berhenti mereka yang bergerak merekalah yang maju. Mereka yang berhenti walau selintas maka akan terlindas. Jadi, kondisi saat ini harus menjadikan kita survive dan bisa memanfaatkan peluang yang ada.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...