Strategi Marketing Lewat LinkedIn Organik

Anda ingin meningkatkan keterlibatan (engagement) di LinkedIn secara organik? Ingin tahu apakah LinkedIn Stories dan Live dapat bekerja untuk Anda dan bisnis Anda?

Berikut ini tips dan trik ciamik dari Michaela Alexis, dikutip dari socialmediaexaminer.com.

Michaela adalah seorang pakar LinkedIn, coach dan konsultan resmi LinkedIn Learning. Dia telah membantu banyak bisnis untuk menguasai keberadaan LinkedIn organik mereka.

Salah satu alasan para profesional khususnya marketing, kenapa LinkedIn penting adalah karena niat penggunanya. Michaela mencatat, meskipun kebanyakan orang menghabiskan waktu dengan Facebook dan Instagram untuk terhubung dengan teman atau keluarga, tapi mereka juga datang ke LinkedIn untuk tumbuh, terhubung, belajar, dan bertemu dengan orang baru.

Nah, pandemi membuat peningkatan jumlah pekerja jarak jauh, dengan begitu banyak orang beralih ke LinkedIn untuk tetap terhubung dan terlibat dengan kolega dan tim kerja mereka.

Saat ini hampir 700 juta orang ada di LinkedIn, dan sekitar 45% pengguna internet yang berpenghasilan lebih dari USD 75 ribu (Rp 1,06 miliar) setahun menggunakan LinkedIn.

Namun, untuk para marketing, ada statistik tambahan yang menarik: ternyata 4 dari 5 pengguna LinkedIn mendorong keputusan bisnis di perusahaan mereka.

Michaela mengatakan, 92% orang di LinkedIn juga menggunakan YouTube, jadi jika marketing Anda melibatkan YouTube, mungkin Anda menemukan audiens yang serupa di LinkedIn.

Apa yang Berubah pada LinkedIn?

Setahun terakhir, tercatat sejumlah perubahan teknis dan budaya di LinkedIn.

Misalnya, pergeseran ke konten yang lebih bersifat pribadi di platform ini. Meski perubahan ini dimulai sebelum pandemi, tapi meningkat ketika orang-orang dikarantina dan mulai menerapkan bekerja dari jarak jauh.

Alih-alih memposting penghargaan yang mereka dapat atau promosi yang mereka terima, mereka mengisi feed LinkedIn dengan konten yang lebih otentik yang berfokus pada tantangan karir yang coba mereka atasi.

Michaela sendiri sering membagikan konten semacam ini di LinkedIn dengan menggunakan rumus story telling alias mendongeng untuk menulis postingannya.

Menurutnya, pergeseran ke jenis konten ini berhasil karena begitu banyak orang saat ini yang menghadapi masalah yang sama, seperti ketakutan akan kegagalan, penolakan, penipuan, atau lainnya. Orang-orang kehilangan hubungan dengan yang lain setiap hari. Mereka akhirnya ingin tahu bahwa mereka tidak sendirian menghadapi tantangan ini.

Pergeseran berikutnya, orang dalam mengembangkan jaringan LinkedIn mereka. Mereka terhubung dengan orang-orang yang dapat membantu mereka belajar dan tumbuh, dibanding dengan terhubung dengan orang berdasarkan jabatan atau seberapa besar pengaruh yang mereka miliki dalam komunitas bisnis.

Dia juga melihat pendekatan yang lebih santai dari video-video di LinkedIn. Orang-orang menggunakan video untuk membicarakan nilai atau value mereka, dan menambahkan lebih banyak humor ke video mereka tersebut.

Meski ada banyak konten semacam ini di TikTok, Facebook, atau Instagram, video santai semacam ini terbilang baru di LinkedIn.

Soal hastag juga terjadi pergeseran. Michaela sendiri mengubah cara menggunakan hashtag di LinkedIn, dari yang mendeskripsikan konten kepada yang kemungkinan besar dicari oleh audiensnya.

Misalnya, kalau sebelumnya ketika membagikan tip di LinkedIn sebagai halaman perusahaannya dia akan menggunakan #LinkedInTrainer dan #LinkedInExpert. Sekarang, dia juga menggunakan #LinkedInHelp, #LinkedInTips, #LinkedInForBeginners.

Menggunakan kombinasi hashtag di konten Anda lebih mungkin membantu meningkatkan visibilitas.

Menggunakan LinkedIn Stories

LinkedIn Stories adalah fitur khusus seluler yang tersedia untuk profil pribadi dan halaman perusahaan. Di platform ini tergolong cukup baru sehingga pengalamannya tidak sekuat pengalaman Stories di platform lain seperti Instagram. Misal, Anda tidak dapat melihat LinkedIn Stories dari desktop.

Untuk membuat story, Anda dapat merekam video melalui aplikasi LinkedIn atau mengunggah video dan foto dari rol kamera Anda.

Karena Michaela menyukai filter dan opsi teks yang tersedia di Instagram Stories, dia membuat cerita di Instagram kemudian mengunduh cerita itu ke rol kameranya sehingga dapat menggunakannya di LinkedIn.

Ketika membuat konten Stories, ingat untuk mencocokkan tujuan orang-orang yang melihat stories. Mereka tidak ingin menonton video berdurasi 5 menit yang dipotong menjadi 20 detik. Mereka ingin belajar sesuatu atau mendapatkan sesuatu yang berharga dengan cepat.

Apa yang harus Anda posting dalam Story?

Menjual melalui story tidak apa-apa, kata Michaela. Tapi dia merekomendasikan konten yang melampaui detail yang tersedia pada profil Anda.

LinkedIn story Anda adalah peluang besar bagi Anda untuk dapat mencairkan suasana dengan orang lain. Berbicaralah tentang cara Anda minum kopi atau tentang tim olahraga apa yang Anda dukung. Ini juga membantu orang lain memutuskan apakah Anda seseorang yang dapat mereka ajak bekerja sama atau mereferensikan bisnis.

Meski LinkedIn Stories tidak digunakan oleh banyak orang saat ini, Michaela melihat ini sebagai peluang berharga, setidaknya dari dua sisi:

Pertama, saat Anda memposting story, Anda benar-benar berada di bagian atas feed LinkedIn pada layar utama. Meskipun orang tidak menonton story Anda, mereka setidaknya melihat wajah Anda.

Kedua, untuk menjangkau audiens baru. Dalam mengonsumsi konten, setiap orang memiliki preferensi sendiri. Ada yang suka membaca artikel, ada yang suka mendengarkan audio, dan ada yang suka menonton video. Beberapa lebih suka konten panjang dan beberapa lagi lebih memilih konten pendek. LinkedIn Stories memungkinkan Anda menjangkau orang-orang yang menghargai konten pendek.

Menggunakan Polling dan Pertanyaan LinkedIn

Polling LinkedIn tersedia melalui profil, halaman perusahaan, dan Acara LinkedIn, dan memungkinkan Anda untuk memberikan beberapa pilihan jawaban untuk sebuah pertanyaan.

Polling LinkedIn sangat berguna untuk menciptakan keterlibatan karena orang-orang suka berbagi pendapat mereka. Anda dapat menggunakannya untuk keuntungan Anda.

Jika Anda misalnya, menjalankan halaman perusahaan di LinkedIn dan memiliki ide untuk membuat konten, tapi tidak tahu audiens mana yang paling tertarik, Anda dapat menjalankan polling. Dengan begitu, mereka juga akan merasa didengarkan.

Sebagai contoh:

Hei, kami sedang berpikir untuk membuat seri webinar atau serial live video atau ceklist yang dapat diunduh. Mana yang benar-benar akan membantu dalam karier Anda?

  • Seri Webinar
  • Seri Live Video
  • Daftar Ceklist yang Dapat Diunduh

Selain itu, mengajukan pertanyaan terbuka adalah cara lain untuk melibatkan audiens Anda dan membiarkan mereka berbagi pendapat.

Menggunakan LinkedIn Live untuk Halaman

LinkedIn Live tersedia berdasarkan aplikasi untuk digunakan pada profil pribadi dan halaman perusahaan.

Untuk meningkatkan peluang persetujuan Anda, pastikan untuk mengaktifkan autentikasi dua faktor (two-factor authentication) di akun Anda sebelum mendaftar, dan memastikan bahwa admin laman dan akun Anda dalam keadaan baik. Jika admin atau akun Anda ditangguhkan, Anda mungkin mengalami kesulitan untuk mendapatkan persetujuan.

Saat Anda mengajukan permohonan akses, LinkedIn akan menilai video halaman Anda, riwayat pembuatan konten, dan riwayat keterlibatan. Anda harus memiliki beberapa ratus pengikut yang secara konsisten terlibat dengan konten Anda; halaman baru tanpa riwayat kemungkinan besar tidak akan disetujui.

Jika Anda mengikuti proses aplikasi dan memenuhi semua kriteria, persetujuannya harusnya cepat.

Setelah disetujui, Anda perlu menggunakan alat dari pihak ketiga seperti Socialive, Switcher, atau Restream untuk menyiarkan melalui LinkedIn Live.

Michaela sangat menganjurkan agar ada pihak yang mengelola bagian belakang siaran, komentar komunitas, dan keterlibatan.

LinkedIn Live bekerja sangat baik untuk perusahaan. Automation Anywhere baru saja meluncurkan salah satu produk mereka melalui streaming langsung di semua platform dan LinkedIn Live, dan menghasilkan 78% dari penayangan dan 400 komentar.

Salesforce menjalankan wawancara 11 seri di LinkedIn Live yang menghasilkan lebih dari 600 ribu penayangan organik dengan tingkat keterlibatan 3%.

Bagaimana, Anda tertarik?

Baca Lainnya
Komentar
Loading...