Siap-siap, WhatsApp Bakal Hapus Akun Anda Jika Ini

WhatsApp bakal mengeluarkan kebijakan baru, yaitu menghapus akun Anda apabila tak setuju untuk berbagi data ke Facebook dan anak perusahaannya.

Layanan perpesanan berlogo gagang telepon itu telah memberitahu pengguna di India tentang pembaruan persyaratan layanan dan kebijakan privasi yang kemungkinan mulai berlaku bulan Februari 2020.

WhatsApp yang beberapa waktu lalu sudah dibeli oleh Facebook itu, sebenarnya menuliskan dalam laman resminya bahwa, “Sejak memulai WhatsApp, kami bercita-cita untuk membangun layanan kami dengan serangkaian prinsip privasi yang kuat dalam pikiran.”

Tapi tampaknya pernyataan tersebut akan lagi mendapat tempat dalam kebijakan setelah 8 Februari 2021.

Menurut The Hacker News, pembaruan utama terkait dengan bagaimana memproses data pengguna. Dimana bisnis ini dapat menggunakan layanan yang di-hosting Facebook untuk menyimpan dan mengelola obrolan WhatsApp mereka. Begitupun juga tentang bagaimana WhatsApp bermitra dengan Facebook untuk menawarkan integrasi pada seluruh Produk Perusahaan Facebook.

Perubahan yang sifatnya wajib itu memungkinkan WhatsApp membagikan lebih banyak data penggunanya dengan perusahaan milik Facebook lainnya. Termasuk misalnya, informasi pendaftaran akun, nomor telepon, data transaksi, informasi terkait layanan, interaksi di platform, informasi perangkat seluler, alamat IP, dan data lain yang dikumpulkan berdasarkan persetujuan pengguna.

Tidak berlaku di Eropa

Namun, kebijakan WhatsApp berbagi data dengan Facebook dan layanan lainnya ini, tidak berlaku untuk negara-negara Uni Eropa. Sebab mereka merupakan bagian dari Wilayah Ekonomi Eropa (EEA). Untuk diketahui, mereka memiliki peraturan perlindungan data dari General Data Protection Regulation (GDPR).

Pembaruan persyaratan dan kebijakan privasi WhatsApp tersebut dalam rangka mengikuti visi Facebook untuk mengintegrasikan WhatsApp, Instagram, dan Messenger bersama-sama. Serta memberikan pengalaman yang lebih koheren kepada pengguna di seluruh layanannya.

“Pengguna yang tidak menyetujui persyaratan yang akan dimulai pada 8 Februari itu akan membuat akun mereka tidak dapat diakses,” kata WhatsApp.

Produk perusahaan Facebook adalah kelompok layanan raksasa media sosial yaitu: Messenger, Instagram, Boomerang, Threads, perangkat bermerek Portal, headset Oculus VR, Facebook Shops, Spark AR Studio, Audience Network, dan aplikasi Tim NPE.

Tapi ini tidak termasuk Workplace, Free Basics, Messenger Kids, dan Produk Oculus yang terkait dengan akun Oculus.

Selain itu, kebijakan baru WhatsApp ini juga menjelaskan tentang jenis informasi yang dikumpulkan dari perangkat pengguna seperti model perangkat keras, informasi sistem operasi, level baterai, kekuatan sinyal, versi aplikasi, informasi browser, jaringan seluler, informasi koneksi (termasuk nomor telepon, operator seluler atau ISP), bahasa dan zona waktu, alamat IP, informasi operasi perangkat, dan lain-lain.

“Bahkan jika Anda tidak menggunakan fitur terkait lokasi sekalipun, kami menggunakan alamat IP dan informasi lain seperti kode area nomor telepon untuk memperkirakan lokasi umum Anda seperti kota dan negara,” bunyi kebijakan terbaru WhatsApp tersebut.

Komentar
Loading...