Semua Bisa Mencapai Kebebasan Finansial, Ini Kiatnya!

Kebebasan Keuangan (Financial Freedom) menjadi idaman setiap manusia. Sebagian orang membayangkan hal ini hanya dapat diperoleh superstar semacam artis beken; olahragawan, konglomerat. Padahal, dalam kenyataannya tidak sedikit dari mereka yang mengalami kesulitan keuangan bahkan bangkrut.

Prinsip dasar dari kebebasan finansial adalah keseimbangan positif antara penerimaan dan pengeluaran. Siapa pun bisa memperolehnya jika mampu mengelola kedua hal ini dengan seksama. Mari kita obrolkan sejenak.

Pertama, sisi penerimaan atau secara umum berbentuk aset (kekayaan). Sisi ini sulit, karena sumbernya terbatas, tertentu semisal gaji bulanan. Jika ada tambahan pendapatan seperti lembur, meskipun kecil ada manfaatnya.

Jika memiliki keahlian, gunakan untuk memberi nilai tambah yang tidak harus selalu bernilai uang. Ada tawaran atau peluang selama dapat dikerjakan dengan baik, lakukan saja. Capek? tidur dan istirahat akan menghilangkannya.

Ingat saja prinsip, “Semua orang memiliki waktu 24 jam, namun ada yang dapat melakukan lebih banyak”.

Kedua, aset yang sangat penting adalah kesehatan. Menjalankan gaya hidup sehat akan menunjang upaya menaikkan sisi penerimaan dan atau sekaligus mengurangi potensi sisi pengeluaran.

Bosque yang tidak merokok memiliki pendapatan lebih besar, potensi biaya lebih rendah, dan potensi kesehatan lebih tinggi. Dengan begitu, hidup bisa lebih produktif dan bahagia.

Ketiga, prinsip perbanyak piutang bukan utang. Jika membeli BBM Rp.200,000, maka belilah Rp.195,000 dengan uang Rp.200,000. Bosque telah menyebar rejeki dan tidak akan terasa mengurangi kekayaan. Terlebih lagi hal ini akan membuat bosque bahagia, sehingga aset hidup bertambah. Bukankah bosque saat dapat ‘tips’juga senang?

Keempat, jangan lupa juga selalu berdoa di depan,tengah, dan akhir aktivitas. Doa adalah aset yang bermanfaat untuk mengontrol psikologis. Hasilnya potensi stress akan berkurang, muncul ketenangan mengelola peluang.

Bagaimana dengan sisi biaya? Ingat pepatah kakek, “Besar Pasak Daripada Tiang,” adalah hal dasar tidak mendapatkan kebebasan finansial.

Bagaimana mengelolanya? Pertama, bayarlah kewajiban rutin di awal waktu.  Selain itu wajib juga merutinkan investasi. Sisihkan sebagian uang untuk investasi. Bahkan sekarang dengan satuan kecil sudah dapat membeli reksadana.

Lembaga keuangan mensyaratkan maksimal 30% dari pendapatan untuk membayar cicilan. Ikuti prinsip ini. Setelah seluruh kewajiban rutin (listrik, air, internet, dll) ditunaikan, sisanya barulah untuk hidup bosque.

Kedua, belilah barang karena kebutuhan bukan keinginan. Belilah barang yang ‘bagus’ bukan yang ‘elit’. Hidup sederhana!

Coba buat daftar kebutuhan. Contoh kebutuhan jam tangan. Ingat jam adalah  sebagai penunjuk waktu. Apakah bosque memerlukan yang elit? berapa jam yang bosque perlukan untuk dipakai? Ingat ada konsekuensi biaya.

Makanlah yang enak bukan yang mewah! Bagaimana jika yang mewah itu enak? Bosque harus menaikkan kuadran income. Saran untuk bosque, sedapat mungkin belilah barang baru, bukan bekas. Itu untuk penghormatan kepada diri sendiri.

Ketiga, berprinsip investasi.  Jika bosque melakukan nomor 2, maka akan selalu mendapatkan selisih uang positif. Misal, kebutuhan sepeda motor, ada yang seharga 15 juta dan 25 juta. Jika memilih 15 juta, maka sudah mendapatkan kebutuhannya (barang bagus) dan ada uang sisa. Uang sisa ini sangat bermanfaat, salah satunya untuk investasi. Bisa juga untuk variasi kehidupan lainnya seperti makan enak.  Jadi, lebih banyak yang dapat dinikmati

Keempat, hindari berutang untuk hal konsumtif. Jika motor diatas didanai utang, cicilannya akan lebih besar. Bikin puyeng!  Padahal nilai motor terus menyusut, biaya pemeliharaan besar. Apalagi jika berutang untuk hal tidak jelas, tergoda dengan Credit Card di dompet!

Bagaimana kalau utangnya untuk hal produktif, misal KPR? Nah kalau ini, setiap tahun asetnya meningkat, sehingga selisih aset dan utang akan semakin positif.

Dengan prinsip hidup positif, bosque akan memiliki kebebasan bukan saja finansial melainkan hidup itu sendiri. Itulah kenikmatan hakiki. Tetapi sebelum itu, ayo jangan lupa seruput kopinya. Nikmati!  Merdeka.

#finansial #aset #keuangan

Baca Lainnya
Komentar
Loading...