Problem Yang Paling Banyak Dialami Orang Tua

Salah satu problem terbesar yang hampir dialami setiap orang tua saat mengasuh anak adalah masalah mengelola amarah. Ketika sudah terlanjur meluapkan amarah kepada anak, biasanya hanya sesal yang dirasakan. Namun, di lain waktu tak jarang justru terjadi kembali insiden tersebut. Lagi-lagi penyesalan datang menghampiri. Lalu bagaimana cara mengatasi hal tersebut?

Sadari bahwa anak sedang belajar mengelola emosi

Sebagai orang tua, sadarilah bahwa anak sedang belajar mengelola emosi. Maka orang tua sebagai role model perlu menyontohkan bagaimana mengelola emosi dengan baik terlebih dahulu. Karena anak sejatinya akan meniru perilaku orang tua. So, mengenali anak dan proses tumbuh kembangnya secara emosional jadi modal penting dalam mengasuh dan mendidiknya.

Siagakan diri dalam keadaan dzikrullah

Dzikir mampu membantu Anda untuk mengontrol diri. Kegiatan dzikir sangat bermanfaat saat mendampingi buah hati. Mengingat bahwa anak adalah amanah. Anak adalah penerus aqidah Islam yang Anda tanamkan sejak dini dan juga pelanjut nama baik keluarga. Allah menciptakan anak dengan dengan segala kelebihan, kekurangan dan keunikannya. Sekian banyak orang mendambakan kehadiran anak, maka anak Anda adalah anugerah yang mesti disyukuri.

Sadari bahwa amarah yang tak terkendali berdampak negatif untuk anak dan orang tua

Refleks marah orang tua pada anak yang tak dikontrol dengan baik jangan dianggap sepele. Karena tidak selesai dengan menyesal dan meminta maaf. Kemarahan orang tua pada anak bisa berdampak buruk pada psikis anak, membuat luka mendalam di hatinya. Dampak buruk lainnya seperti kepercayaan diri anak menurun, depresi, konsentrasi menurun, anak menjadi emosional, hingga kepercayaan pada orang tua menurun.

Mengingat sabda Nabi “jangan marah!”

Agama menganjurkan agar menahan amarah dan berlapang dada, serta mengubah posisi diri ketika marah bahkan berwudhu dan shalat ketika mulai dikuasai oleh kemarahan. Ganjaran surga bagi mereka yang mampu menahan amarah. Pribadi yang mahal dan berharga tidak akan sembarangan dalam berucap dan bertindak. Menyadari bahwa kita adalah umat Nabi Muhammad yang terhormat dan hamba Allah yang senantiasa dilihat dan diawasi-Nya.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...