Persiapan Masa Pensiun Sejak Muda, Kenapa Tidak?

Tidak sedikit orang menjelang masa pensiun menjadi cemas dan galau. Aktivitas padat, kecukupan finansial sepertinya akan berhenti ketika masuk masa pensiun. Muncul kekhawatiran tidak dapat menikmati hidup seperti sebelumnya.

Hal-hal buruk dapat terjadi jika kita belum memiliki perencanaan yang rinci untuk mempersiapkannya. Kapan waktu yang tepat untuk menyusunnya? Saat ini, ketika Anda sedang membaca artikel.

Umur memang di tangan Tuhan, tidak ada salahnya kita memiliki perencanaan sebagai ikhtiar menjadi pribadi yang lebih produktif dan membangun generasi yang lebih kuat. Ingat, perencanaan! bukan angan-angan.

Langkah awal adalah proteksi diri. Kita lindungi diri dengan asuransi jiwa dan kesehatan. Selagi muda jangan abai dengan kesehatan dan keselamatan diri. Kehidupan keluarga bisa berubah total ketika sesuatu yang tidak diinginkan terjadi kepada kita. Terlebih lagi jika kita sebagai kepala keluarga atau pencari nafkah.

Menabung sebagai cadangan dana darurat. Alokasikan dana di tabungan untuk 6 bulan kebutuhan bulanan. Jika kita karyawan, mungkin saja ada pemutusan hubungan kerja. Begitu juga pengusaha, ada potensi kerugian yang menyebabkan kebangkrutan. Dana cadangan bermanfaat untuk menopang kehidupan sambil mencari upaya lain.

Investasi sejak muda. Kita bisa menempatkan sebagian dana ke berbagai instrumen investasi seperti emas, reksa dana, saham, obligasi. Bahkan generasi milenial melihat mata uang kripto menjadi salah satu pilihan instrumen investasi. Pilih investasi jangan gegabah, sesuaikan dengan kemampuan dan karakter resiko yang disukai.

Jika masih memiliki sejumlah dana, kita bisa sisihkan sebagian untuk memiliki aset penting. Contohnya properti, seperti baik rumah, apartemen maupun tanah. Harga properti dari tahun ke tahun selalu naik, berpotensi memiliki nilai jual yang tinggi di masa datang. Terlebih lagi jika kita bisa membelinya di harga yang murah.

Terakhir dan yang paling penting, hidup jangan ngoyo. Hidup sederhana, belajar hemat dan qanaah (menerima ikhlas apa yang diberikan Tuhan). Jangan tergiur untuk memiliki sesuatu yang tidak kita butuhkan, memiliki apa yang dipunyai orang lain. Insya Allah hidup kita lebih tenang.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...