Persaingan Kendaraan Listrik, Amerika VS China dan Eropa

Pasar kendaraan listrik semakin memanas, China mendominasi. Banyak pengamat memperkirakan China akan memimpin produksi kendaraan listrik karena negeri Tirai Bambu ini memiliki pasar mobil listrik terbesar di dunia. Hal ini didukung oleh pemerintah dengan kebijakan yang mendukung warganya membeli mobil listrik.

Seperti dikutip dari CNBC, pemerintah China telah menginvestasikan sebanyak 60 miliar USD untuk mendukung industri kendaraan listrik. Rencana ambisius China, pada tahun 2035 semua mobil telah beralih ke mobil listrik atau hibrida (campuran).

Pada tahun 2020 penjualan kendaraan listrik di Amerika Serikat jauh di bawah Eropa dan China. Dari 3,42 juta mobil listrik yang terjual, hanya 328 ribu yang terjual di AS. Sementara 1,33 juta terjual di China dan 1,39 terjual di Eropa.

Pada 2025 China berupaya keras menjadi negara yang menyumbang setengah dari total penjualan kendaraan di dunia.

Meski pandemi, pertumbuhan kendaraan listrik dari tahun sebelumnya hingga 2020 sekitar 43% secara global, sementara di Amerika Serikat hanya meningkat 4%. Kini sinyal kuat Amerika akan lebih serius menangani industri kendaraan listrik.

Presiden Joe Biden memperbaharui komitmen negerinya memerangi perubahan iklim. Amerika menargetkan pada tahun 2050 mencapai emisi nol. Biden secara mengejutkan mengumumkan investasi besar-besaran untuk membangun infrastruktur ramah lingkungan, termasuk penambahan 500.000 stasiun pengisian kendaraan listrik.

Dikutip dari Sindonews Presiden Amerika Serikat ke-46 ini mengakui China terdepan dalam bisnis mobil listrik.

“Masa depan industri otomotif adalah listrik. Tidak ada putaran balik. Saat ini China berada di posisi terdepan, kita jangan menolak dan membantahnya karena ini fakta,” ucap Biden.

Amerika siap bersaing dengan China dan Eropa dalam perlombaan penyediaan kendaraan listrik bagi warga dunia.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...