Pentingnya Punya Teman Baik, Begini Tipsnya

Mempunyai teman yang baik merupakan sebuah rezeki dan kenikmatan yang diberikan oleh Allah. Karena teman yang baik bisa mengajak dan menghantarkan kepada kebaikan pula.

Begitu juga sebaliknya, mempunyai teman yang buruk merupakan sebuah beban dan cobaan. Karena teman yang buruk justru bisa saja mengajak dan menghantarkan kepada keburukan dan kemaksiatan.

Besarnya Pengaruh Teman

Sebuah kata bijak tidak asing di telinga kita mengatakan, “jika kamu berteman dengan penjual minyak, maka kamu akan wangi, dan apabila kamu berteman dengan orang yang membersihkan kotoran hewan, maka kamu pun akan ikut bau kotoran.”

Ungkapan ini mengisyaratkan bahwa perilaku seorang teman akan memberikan dampak kepada perilaku orang yang menemaninya. Tindakan dan perilaku yang dimiliki oleh seorang teman pasti mempunyai efek bagi diri orang yang menemani.

Dalam kitab Ta’lim Muta’allim karya Syekh Zarnuji juga dijelaskan, “mengenai teman belajar, hendaklah memilih orang yang tekun, wira’i, berwatak jujur dan mudah memahami masalah, dan hendaklah menjauhi dari yang pemalas, pengangguran, suka cerewet, suka mengacau dan gemar memfitnah.”

Dan juga terdapat syair yang mengatakan bahwa, “jangan kau temani orang pemalas. Hindarilah semua tingkahnya, banyak orang shaleh menjadi rusak, karena imbas dari orang lain. Menjalar ketololan pada cendekia, amat cepat terlalu, laksana bara api, ia padam di atas abu.”

Kata mutiara bahasa Persia yang dikutip dalam kitab Ta’lim menyatakan, “kawan yang jahat lebih berbahaya dibanding ular berbisa. Demi Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Suci, kawan yang jahat menyeretmu ke neraka Jahim. Ambillah kawan yang bagus, dia mengajakmu ke surga Na’im”.

Dalam hadits Rasulullah bersabda, “carilah tahu tentang manusia berdasarkan keadaan teman.” (HR. Ibnu Majah dari Abu Hurairah).

Syair dalam kitab Ta’lim juga mengatakan, “bila kau ingin mendapat ilmu dari ahlinya atau ingin tahu ghaib dan memberitakannya, maka petiklah pelajaran tentang isi bumi dari namanya dan petiklah pelajaran tentang seseorang dari temannya.”

Cara Memilih Teman

Terdapat cara jika ingin melihat atau tahu seseorang itu baik atau tidak. Maka cukup dengan melihat temannya. Karena teman bisa mencerminkan pribadi yang ditemani.

Dalam kitab Ta’lim terdapat syair, “ jangan kau bertanya, bagaimana si Fulan? cukuplah kau tau siapa kawannya, karena setiap Fulan pasti manut kawannya. Bila kawan durhaka, maka jauhilah segera si Fulan. Bila si kawan bagus budinya, maka rangkullah Fulan. Maka anda akan bahagia.”

Dalam kitab Al Hikam karya Syekh Ibnu Athaillah al-Askandari menjelaskan, “janganlah kamu berteman kepada orang yang perilakunya tidak menghantarkan dan mengingatkanmu kepada Allah.”

Kalimat ini memberikan penjelasan bahwa kita dituntut untuk selektif dalam memilih teman. Tidak direkomendasikan berteman dengan orang yang tidak bisa membawa kita menuju Allah. Karena sejatinya teman yang bisa mengajakmu menuju Allah, itulah teman sejati atau sahabat sejati, dan itu yang harus dijaga dan dipertahankan.

Ketika kita memiliki teman yang baik dan shaleh. Tatkala kita melakukan kemaksiatan atau kesalahan, teman yang baik lah yang akan mengingatkan. Ketika memiliki teman yang rajin dan semangat dalam belajar, teman tersebutlah yang akan memberikan motivasi dan selalu menyemangati dalam kebaikan.

Begitu sebaliknya, ketika memiliki teman yang buruk atau malas, bisa saja justru malah mengajak kepada keburukan dan tentu membuat terpengaruh ikut malas. Begitu pentingnya mencari teman yang baik dan shaleh.

Di antara tiga penyebab seseorang melakukan maksiat dalam kitab Ushfuriyyah adalah seorang teman yang buruk. Teman yang buruk akan menyebabkan seseorang menjauh dari Allah dengan mengajak melakukan kemaksiatan.

Jika tidak mengajak, minimal akan ikut terpengaruh, karena perilaku teman sangat mempengaruhi. Berteman dengan orang yang akhlaknya buruk, bisa menyebabkan ke dalam keburukan, termasuk bisa menjerumuskan ke dalam neraka. Oleh karena itu, pintar-pintar lah dan selektif dalam mencari teman, karena teman bisa menghantarkan kepada surga atau neraka. Wallahu A’lam.

Komentar
Loading...