NU Pinrang Gelar Ihyaul Lail dan Dialog Pecahkan Problem Umat

PINRANG – Ihyaul Lail adalah sebuah kegiatan untuk menghidupkan semangat berorganisasi di malam sayyidul ayyam (Jum’at). Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari PCNU Pinrang, Banser Korcab. Pinrang, LDNU Pinrang, PC MATAN Pinrang dan PC IPNU Pinrang.

Acara dimulai dengan shalat Isya berjamaah yang dilanjutkan dengan pembacaan surah Yasin. Setelahnya, keluarga besar NU Pinrang tersebut mendengarkan nasihat keagamaan. Acara juga diisi dengan motivasi dalam berorganisasi yang disusul dengan diskusi serta dialog untuk memecahkan permasalahan sosial dan keagamaan di tengah masyarakat khususnya Pinrang.

Dalam paparannya, Ketua PCNU PINRANG, Dr. KH. Sudirman Daud, MA menyampaikan apa yang digaungkan dalam komitmen NU sedunia di Mekkah Al Mukarramah beberapa waktu lalu. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya penguatan organisasi di tubuh NU dan Badan Otonom NU. Dalam kesempatan itu pula, untuk segera dibentuk panitia Maulid Nabi Muhammad saw.

“Saya berharap para pengurus NU menghidupkan masjid dan mushalla jamaah Nahdliyyin untuk mempraktekkan dan melestarikan amalan-amalan NU,” ucap Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Pinrang tersebut.

Drs. H. Muh. Idris, MA., memberi masukan kepada pengurus NU untuk mengaktifkan kembali pengajian demi melestarikan dakwah Aswaja An Nahdliyyah. Ia juga menilai perlunya menindaklanjuti aset NU, memupuk jiwa dan rasa memiliki Nahdlatul Ulama.

Sedangkan, Idham Galib, MA., Komandan Banser NU yang juga pengarah acara menekankan pentingnya merancang strategi jitu dalam membangun, mengelola aset serta melayani jamaah NU. Idham menganggap, NU Pinrang harus segera membangun aset Pendidikan NU. Dari sana warga NU akan terdorong dan ikut berkontribusi melalui karya bakti maupun donasi.

Selain itu, Alamsyah Sya’ban Miru, M. Ag., Mudir Idarah Syu’biyyah JATMAN Pinrang menyarankan agar mengaktifkan lailatul ijtima dari masjid ke masjid sebagai program pembinaan umat. Alamsyah juga menyebut perlunya menjaga kekompakan dan kebersamaan. Itu bisa dilakukan misalnya dengan menjalin silaturahim dengan para ulama dan tokoh masyarakat Pinrang.

Dalam dialog tersebut, disampaikan bahwa LDNU Pinrang siap menerjunkan da’i-da’i untuk melayani warga NU dalam bimbingan dan pembinaan. Itu semua tentu terwujud dengan kerjasama yang baik sesama warga NU.

PC MATAN Pinrang ikut menyampaikan hasil kegiatan yang terlaksana selama bulan Muharram. Hardianto, Ketua MATAN PC Pinrang berbagi temuan di lapangan, yakni adanya keinginan umat mendapat pengajian rutin tentang Islam dan Aswaja An Nahdliyyah. Hardianto juga meyakini bahwa aset dan meningkatkan pelayanan kepada warga NU amat penting.

Dalam dakwah, kata Hardianto, NU perlu secara intensif dan terprogram aktif mengisi ruang dakwah di berbagai kesempatan, termasuk mimbar digital melalui media sosial yang digandrungi anak muda.

“PC MATAN Pinrang memohon partisipasi warga nahdliyyin untuk menginformasikan kepada keluarga, kerabat atau kenalan yang bermukim di Kab. Pangkep dan sekitarnya untuk mengikuti Suluk MATAN pada 27 hingga 29 September 2019,” tutup Hardianto.

Acara bertempat di mushalla Umar bin Khattab, yang merupakan salah satu aset NU di Kec. Paleteang Kab. Pinrang yang diproyeksikan menjadi sentral kegiatan NU untuk kemaslahatan umat. Turut hadir Rais Syuriah NU Pinrang dan Kader MATAN. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama. (hrd/eep)

Baca Lainnya
Komentar
Loading...