Ngetren, Memasarkan Lewat Video

Memasarkan lewat video menjadi bentuk pemasaran terdepan saat ini. Jadi, jika Anda tidak melakukannya, Anda bakal tertinggal.

Banyak produk atau merek berlomba-lomba menggunakan video sebagai strategi pemasaran utama mereka. Banyak studi menunjukkan pemasaran menggunakan video meningkatkan pendapatan hingga 49% lebih cepat ketimbang menggunakan cara lain.

Ini wajar mengingat video mampu menciptakan hubungan yang lebih intim dengan audiens sehingga mampu membangun kepercayaan. Berbeda dengan teks, lewat video audiens Anda dapat melihat tingkah laku, nada suara dan lingkungan sekitar Anda.

Terhubung dengan pelanggan secara individual adalah cara jitu untuk mencapai pemasaran terbaik. Dan, video adalah cara untuk membawa Anda ke sana.

Berikut adalah 7 cara bagaimana Anda bisa memperkuat strategi pemasaran lewat video:

1. Identifikasi target audiens

Ini bukan hanya tentang membuat video, ini tentang bagaimana menjangkau orang yang tepat dan ideal bagi produk Anda. Memang, semua orang ingin videonya viral, tapi dengan begitu apakah akan membuat orang terpengaruh lalu kemudian memutuskan membeli atau menggunakan produknya?

Inilah kenapa menentukan target audiens itu begitu penting. Dengan mengidentifikasi target audiens, Anda dapat fokus pada orang-orang yang membutuhkan tawaran Anda.

Lalu, bagaimana cara mengidentifikasi target audiens untuk pemasaran produk Anda?

  • Cari tahu demografinya seperti jenis kelamin, usia, lokasi, bahasa, kelompok pendapatan, dan pendidikan.
  • Apa yang ingin Anda capai dengan video itu? Apakah untuk membangun kesadaran terhadap merek, melakukan penjualan atau menghasilkan prospek?
  • Saluran apa yang digunakan audiens untuk menonton video?

Tentu setiap bisnis bertujuan mencapai hasil positif tapi ini tidak akan berhasil jika target kurang tepat.

Jadi, ketika Anda telah bisa menentukan siapa target audiens, prosesnya akan menjadi lebih mudah.

2. Siapa yang membuat video?

Haruskah Anda gunakan tim internal atau outsourcing? Masalahnya, tidak banyak bisnis kecil punya memiliki modal untuk membeli peralatan pembuatan vidoe serta menggaji tim produksi internal. Maka cara yang bisa ditempuh adalah menyewa agensi untuk melakukan pekerjaan ini.

Dengan menyewa agensi, Anda akan mendapatkan akses ke talenta terbaik, menghemat biaya peralatan, serta dapat meningkatkan skala dengan cepat.

3. Ceritakan merek Anda

Tidak ada gunanya membuat konten video jika Anda tidak menceritakan merek atau produk Anda. Konten video memungkinkan Anda menjadi lebih ekspresif, jadi Anda tidak perlu ragu-ragu atau menahan diri.

Bercerita, akan membawa Anda dan audiens Anda ke level lain. Ini membuat hubungan Anda dan audiens menjadi lebih dekat.

Tapi, cerita apa yang bisa Anda bagikan? Berikut di antaranya:

  • Pesan Inspiratif yang menangkap perasaan positif
  • Kisah sukses pelanggan
  • Pengalaman pribadi
  • Proses di balik layar (behind the scenes)
  • Tentang tren yang sedang berlangsung
  • Fakta dan data
4. Lakukan optimasi

Inti dari optimasi video Anda adalah karena setiap platform memiliki aturannya sendiri. Jadi, untuk meningkatkan skala pada platform tertentu, Anda perlu memahami aturan mainnya.

Misalnya, yang terbaik adalah video singkat di Facebook, Twitter, dan Instagram. Kemudian untuk Youtube, Anda bebas memperpanjangnya.

Nah, untuk meningkatkan SEO (Search Engine Optimation) video, Anda bisa mengikuti tips berikut:

  • Lakukan riset kata kunci.
  • Buat judul yang pendek, di bawah 60 karakter.
  • Tambahkan tautan ke situs web Anda.
  • Sertakan tag untuk berbagai kata kunci
  • Optimalkan video Anda untuk pengguna seluler
5. Tambahkan Subtitel

Subtitel dapat meningkatkan aksesibilitas, keterlibatan, dan SEO video Anda. Dengan subtitel, Anda dapat menjangkau orang yang sedang dalam perjalanan, tunarungu, dan orang yang tidak memahami bahasa yang digunakan dalam video tersebut.

Penelitian menemukan bahwa 80% pemirsa cenderung menonton video sampai akhir ketika ada subtitle. Bukankah ini yang diinginkan semua orang. Semakin lama orang menonton video Anda, semakin tinggi peluang mereka untuk terpengaruh.

Menurut Facebook, menambahkan teks ke video Anda dapat meningkatkan waktu menonton hingga 12%.

Tapi platform seperti Youtube dan Vimeo penambahan teks tidak begitu berpengaruh. Inilah sebabnya tim produksi video Anda menambahkan teks ke dalam video, karena lebih berguna.

6. Promosikan di saluran yang tepat

Anda harus mempromosikan video Anda di saluran yang tepat untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.

Menurut Simon Brisk, CEO perusahaan pemasaran digital, ClickIntelligence, “Keindahan konten video bukan hanya menawarkan jenis konten yang menarik secara visual, tapi juga memungkinkan bisnis Anda menjangkau lebih banyak pelanggan dan memperluas jaringan online Anda.”

Oleh sebab itu menggunakan saluran yang tepat akan membantu Anda mencapai hal tersebut.

Saluran pemasaran video yang paling efektif adalah Youtube. Tapi, Anda tetap harus memilih saluran berdasarkan perilaku pengguna dan demografi target audiens Anda tadi.

7. Selalu sertakan ajakan bertindak (Call to Action/CTA)

Apa gunanya pemasaran jika tidak mampu mengubah menjadi prospek atau menjadi pelanggan?

Menggunakan video untuk menciptakan kesadaran tentang sebuah brand atau produk itu bagus, tapi ujung-ujungnya yang penting adalah “closing”.

Pelanggan membutuhkan dorongan, dan ajakan untuk bertindak adalah dorongan itu. Mengarahkan mereka pada apa yang harus dilakukan dan memotivasi mereka untuk melakukan apa yang Anda minta.

Bagaimana caranya?

  • Gunakan CTA di awal video
  • Sarankan video terkait dengan yang baru saja mereka tonton
  • Gunakan penarik untuk mendapatkan informasi (ebook gratis atau free trial)
  • Arahkan mereka ke landing page atau situs web Anda
  • Pastikan CTA mudah ditemukan dan bisa diklik. (Sumber: Entrepreneur)
Baca Lainnya
Komentar
Loading...