Milenial Palestina dan Gerakan Intifada

Intifada, gerakan perlawanan luas masyarakat Palestina atas penindasan yang dilakukan Israel kembali terjadi jelang Idul Fitri 1442 H. Dimulai dari sengketa tanah di Sheikh Jarrah di Jerusalem Timur dan bentrokan di Kompleks Masjid al-Aqsa.

Intifada pertama meletus pada tahun 1988 dan intifada kedua pada tahun 2000. Berakhirnya intifada pertama saat tercapai kesepakatan Oslo tahun 1993. Sementara intifada kedua berakhir pada tahun 2004 setelah wafatnya Pemimpin Palestina, Yaser Arafat.

Pengamat politik Palestina, Nabim Amr mengatakan generasi milenial Palestina yang lahir pasca kesepakatan Oslo adalah penggerak perlawanan terhadap kekejaman Israel saat ini.

Seperti dikutip di harian Asharq Al-Awsat, Jumat (14/5) mereka kini adalah tulang punggung rakyat Palestina, namun sering menerima perlakuan diskriminasi  dan praktek apherteid dari masyarakat Yahudi dan pemerintah Israel.

Generasi milenial Palestina saat ini mampu melakukan perlawanan dengan cakupan geografis yang luas dan bergelurir cepat. Faktor sosial dan ekonomi secara akumulatif diyakini turut menjadi faktor penggerak perlawanan.

Terbukti perlawanan merambah ke beberapa kota di Israel yang memiliki penduduk Arab Palestinan cukup besar. Seperti kota Lod, Haifa dan Jaffa. Israel pun terancam perang saudara.

Milenial Palestina memimpikan terjadi perbaikan dalam bidang ekonomi, sosial, dan hak-hak dasar lainnya, menyongsong berdirinya negara Palestina dengan ibu kota Jerusalem Timur.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...