Mereka Bertahan Dari Resesi Dengan Jadi Wirausaha

Pandemi Covid-19 memberikan dampak luas ke banyak sektor industri, seperti transportasi, properti, keuangan, pendidikan dan sebagainya.

Akibatnya, banyak terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), sehingga jumlah pengangguran bertambah. Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan, per Agustus 2020, terjadi PHK sebanyak 3,59 juta pekerja karena perusahaannya terdampak pandemi Covid-19.

Sisi lain, hasil analisis mahadata ketenagakerjaan Badan Pusat Statistik menunjukkan penurunan lowongan pekerjaan. Bulan Maret masih ada 10,437 lowongan pekerjaan, dan per April hanya 5.884 lowongan.

Menariknya, di tengah pandemi Covid-19 muncul banyak pelaku usaha baru. Hampir semuanya menjalankan usaha lewat platform digital melalui media sosial dan aplikasi marketplace. 

Usaha rintisan berbasis teknologi digital menjadi pilihan para wirausaha pemula karena kemudahannya. Fungsi telpon pintar membuat banyak pekerjaan penting bisa dilakukan dengan cepat, dalam genggaman. Termasuk urusan bisnis.

Tidak sedikit wirausaha pemula berasal dari kelompok yang yang terkena PHK. Wakil Ketum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Anggawira mengatakan, tenaga kerja yang terkena PHK atau lulusan sekolah dan universitas yang kesulitan mencari kerja bisa masuk ke sektor industri yang terkait langsung dengan kebutuhan masyarakat banyak.

“Misalnya sektor pertanian. Mereka bisa memberikan nilai tambah di sisi produksi dan distribusi,” ujarnya.

Penurunan aktivitas ekonomi secara signifikan terjadi kuartal II 2020 sebesar negatif 5,32 persen. Kementerian keuangan memperkirakan pada kuartal III ini pertumbuhan ekonomi negatif di kisaran 2,9 hingga 1 persen.

Wirausaha pemula harus jeli menangkap peluang. Selalu ada peluang dalam setiap kesempatan. Masyarakat mengurangi interaksi antar sesama, sehingga daring menjadi pilihan utama.

Mereka adalah bukti bahwa kita adalah bangsa yang tangguh.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...