Menyambut 2021: 15 Hal yang Tak Boleh Dilakukan Seorang Entrepreneur

Tahun 2020 menjadi tahun yang penuh ketidakpastian akibat pandemi Covid-19, terutama bagi dunia bisnis. Tahun 2021 kurang lebih masih setali tiga uang, meskipun ada setitik harapan dengan sudah dimulainya vaksinasi di sejumlah negara.

Meski demikian, entrepreneur seharusnya merupakan sosok-sosok yang selalu mampu menangkap peluang, sekecil atau sebesar apapun, dalam kondisi sulit sekalipun.

Dibutuhkan kerja keras, kedisiplinan, serta langkah-langkah strategis untuk menghadapi situasi extra ordinary (luar biasa) yang penuh tantangan.

Dikutip dari Entrepreneur.com, Berikut ini 15 hal yang tidak boleh dilakukan oleh seorang wirausaha, baik yang bergerak di bisnis besar maupun kecil untuk melewati tantangan di tahun 2021:

1. Kehilangan Fokus

Ketika Anda melupakan kenapa terjun ke dunia bisnis, Anda sedang telah berada di jalan menuju kegagalan.

Contohnya, tidak memedulikan pelanggan atau klien Anda serta tidak dapat mengatasi masalah dan kebutuhan mereka.

Oleh karena itu, fokuslah pada bagaimana mengembangkan produk dan layanan Anda untuk memuaskan pelanggan. Selalu pastikan bahwa Anda telah menjangkau pelanggan. Jangan bosan mengevaluasi apakah Anda telah berada pada jalur yang benar.

2. Kurangnya Kepemimpinan

Kepemimpinan dalam sebuah organisasi atau perusahaan adalah konsep dan cita-cita besar. Sementara, penjualan, pemasaran, operasional, dan manajemen hanyalah puncak gunung es.

Ketika seorang pemimpin mulai membuat keputusan yang salah, itu adalah awal dari petaka. Maka di awal tahun 2021, luangkan lah waktu untuk lebih fokus pada aspek kepemimpinan dan menciptakan nilai.

3. Tidak Peduli dengan Karyawan

Sebagai pemberi kerja, apabila karyawan Anda tidak bahagia, tidak termotivasi atau tidak merasa terlibat, tidak akan mungkin mereka bisa melayani klien dengan baik.

Perusahaan yang sukses memperbaiki sistem dan struktur internal mereka terlebih dahulu sebelum mulai menghasilkan pendapatan dan mencapai target-target yang lebih besar.

4. Tidak Bekerja dengan mMitra

Perusahaan yang sukses selalu mencari peluang untuk bekerja sama dengan pihak lain. Pemimpin yang sukses memahami bahwa kesuksesan adalah tentang kolaborasi.

Mulailah dengan mencari, misalnya 10 peluang kemitraan dengan calon mitra Anda dan kerjakan sesuatu yang kecil terlebih dulu untuk memulainya. Lalu, konsistensi adalah kuncinya.

5. Membangun Tembok

Perusahaan yang sukses meruntuhkan “tembok” yang menghalangi mereka. Jangan pernah membangun “tembok” dengan para pemangku kepentingan seperti organisasi industri, asosiasi, media dan organisasi lainnya.

Jadilah orang yang mau meruntuhkan tembok penghalang dan selalu terhubung dengan pihak lain untuk membangun bisnis yang lebih baik.

6. Mengabaikan Klien

Jangan pernah mengabaikan pelanggan atau klien Anda. Sebab seringkali perusahaan terlalu fokus pada masalah internal.

Terlalu fokus pada masalah-masalah internal dapat menyebabkan perusahaan tidak memperhatikan suara pelanggan dan apa yang diinginkan pelanggan. Akibatnya apa? Jelas, penurunan pendapatan.

7. Tidak Menuntut Akuntabilitas

Akuntabilitas adalah kunci keberhasilan sebuah organisasi atau perusahaan. Banyak ahli menyarankan, akuntabilitas adalah salah satu alasan utama kenapa sebuah organisasi sukses.

American Society of Training and Development (ASTD) mengatakan, kita memiliki 65% peluang untuk mencapai tujuan jika kita berkomitmen untuk hal tersebut.

Ada banyak penelitian membuktikan bahwa akuntabilitas pribadi, akuntabilitas organisasi, membantu meningkatkan peluang dan kemungkinan mencapai tujuan.

Nah, Anda dapat meningkatkan akuntabilitas perusahaan dengan mendorong budaya bertanggung jawab.

8. Tidak Menciptakan Budaya Eksekusi

Eksekusi merupakan elemen terpenting untuk berhasil mencapai tujuan. Banyak dari kita banyak merencanakan sesuatu, tapi gagal ketika tiba saatnya untuk melaksanakannya.

Eksekusi yang konsisten sebagai cara untuk maju. Oleh karena itu, pastikan Anda memenuhi janji yang telah Anda buat kepada pelanggan Anda, karyawan, serta pemangku kepentingan lainnya, yaitu dengan menjalankan yang Anda katakan.

9. Tidak Mengambil Resiko Apapun

Saat ini banyak industri yang kesulitan karena mereka tidak mau mengambil risiko.

Industri jasa seperti akuntansi misalnya, saat ini tengah berjuang melawan teknologi. Masih banyak dari mereka menolak beradaptasi dengan cara baru dalam menjalankan bisnisnya.

Risiko bisnis bukan hanya soal finansial, tapi juga tentang mencari peluang baru, menciptakan pendapatan baru, serta mencari cara yang belum dieksplorasi sebelumnya.

10. Tidak Punya Standar

Pernahkah Anda mendengar perusahaan mobil yang memiliki standar keselamatan nol? Atau maskapai yang tidak memiliki standar operasional?

Tidak mungkin bagi beberapa industri untuk tidak mengikuti standar. Kurangnya standar dapat mengakibatkan konsekuensi yang mengerikan.

Karena itu, pastikan Anda menjalankan operasi dengan standar tinggi. Ini artinya Anda harus melakukan yang terbaik, mengharapkan yang terbaik dan menciptakan pola pikir kualitas.

11. Membiarkan Orang Seenaknya Sendiri

Pengganggu sebuah organisasi adalah orang-orang yang bersikap semaunya sendiri. Mereka bisa jadi, adalah orang-orang yang berada pada posisi kuat dalam organisasi atau perusahaan Anda. Ini tidak bisa dibiarkan karena akan merusak standar organisasi.

Menjaga budaya perusahaan terbebas dari para pengganggu seperti ini adalah tugas yang berat bagi para pemimpin.

Namun juga penting, bahwa setiap orang yang menjadi bagian dari perusahaan Anda untuk mengetahui nilai-nilai yang diciptakan, budaya yang dimiliki dan menghormati setiap orang. Termasuk, menghormati kebijakan perusahaan, visi kepemimpinan dan apa yang diperjuangkan.

12. Terlalu Fokus pada Persaingan

Ada orang yang sangat fokus pada apa yang dilakukan pesaing. Dengan begitu, cepat atau lambat dia akan mulai tertinggal dalam hal berinovasi yang out-of-the-box.

Jangan hanya fokus pada persaingan, tapi kerjakan permainan Anda sendiri, buatlah produk dan solusi yang lebih berharga bagi pelanggan Anda dan tingkatkan standar.

13. Mengabaikan Kritik

Pernahkah Anda memiliki kritikus abadi? Jika tidak, maka Anda belum benar-benar memberi pengaruh pada bisnis Anda.

Anda harus selalu mempunyai kritikus yang mengarahkan Anda ke arah yang benar, membantu Anda mengidentifikasi wilayah di mana ada tantangan dan di wilayah mana ada peluang.

Perhatikan selalu orang-orang yang selalu mengkritik Anda dan membantu memandu Anda ke arah yang benar, meskipun kadang-kadang kurang membuat Anda nyaman.

14. Menjadi Canggung Secara Sosial

Pada tahun 2021 nanti, saatnya Anda terlibat secara sosial. Mendukung tujuan sosial, bertemu orang-orang dengan minat yang sama, membantu karyawan menjadi bagian dari perubahan sosial, melibatkan perusahaan dalam inisiatif dan gagasan perubahan sosial.

Terlibatlah, jangan menjadi perusahaan yang canggung secara sosial.

15. Berhenti Belajar

Jika Anda berhenti belajar baik sebagai individu organisasi atau perusahaan, maka tidak banyak yang akan dapat dilakukan.

Sejumlah industri sekarat dan berada di ambang kematian saat ini. Salah satunya karena mereka tergilas oleh teknologi. Mereka menolak untuk berubah dan beradaptasi dengan cara baru dalam bisnis mereka.

Karena itu, jangan pernah berhenti belajar untuk mengetahui hal-hal baru.

Memang, kesuksesan sebuah organisasi, perusahaan, pemimpin atau individu, merupakan perpaduan dari banyak hal, termasuk faktor-faktor di luar dugaan. Tapi bagi seorang pembelajar, akan selalu ada peluang di masa depan.

Ada yang mengatakan, orang yang beruntung adalah orang yang hari esoknya lebih baik dari hari ini dan kemarin. Jadi, ketika hari esok sama saja dengan hari ini atau bahkan lebih buruk, itu tandanya mereka merugi.

Alqur’an dengan sangat baik menggambarkan siapa orang-orang yang merugi dalam hidupnya, yaitu dalam surah Al-Kahfi, 18 : 103-104, “Katakanlah, maukah kalian kuberi tahu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya? Mereka adalah orang-orang yang sia-sia perbuatannya di dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka telah berbuat sebaik-baiknya.”

Sambutlah tahun 2021 dengan sebaik-baiknya, jangan sampai sia-sia yang kita kerjakan.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...