Mengintip “Smart Kampung” Banyuwangi

Istilah “Smart Kampung” merupakan istilah Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas

Program Smart Kampung didasarkan pada Peraturan Bupati Nomor 18 Tahun 2016 tentang Integrasi Program Kerja Berbasis Desa/Perkotaan melalui Smart Kampung Banyuwangi.

Program tersebut merancang desa agar memiliki kerangka kerja program terpadu yang menggabungkan penggunaan IT berbasis serat optik, kegiatan ekonomi produktif, kegiatan ekonomi kreatif, pendidikan kesehatan perbaikan, serta upaya pengentasan kemiskinan.

Inti dari program ini adalah pengembangan IT untuk mendorong masyarakat desa agar lebih memiliki daya saing. Tujuannya, penerapan IT dapat menjadi “jalan tol” bagi masyarakat Banyuwangi yang kebanyakan tinggal di kampung-kampung. Sebab jika dibandingkan, luas Banyuwangi adalah 9 kali lipat dari luas kota Jakarta, atau sekitar 5.782 kilometer persegi. Tentu saja, akses masyarakat adalah problem utama jika tidak mengandalkan teknologi.

Melalui Smart Kampung, pelayanan publik di Banyuwangi menjadi lebih cepat. Pemberdayaan ekonomi masyarakat lebih merata. Pelayanan kesehatan dan pendidikan masyarakat juga pada akhirnya menjadi lebih mudah. Karena semua urusan dapat diselesaikan hanya di tingkat desa. Dengan jaringan yang kuat, Smart Kampung dapat melipat mata rantai layanan di pedesaan.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat mengunjungi kantor Desa Karang Bendo, Kecamatan Rogojampi, yang memberikan layanan tanpa hari libur. Foto: tribunnews.com

Intinya, menurut Bupati Banyuwangi H. Abdullah Azwar Anas, program Smart Kampung adalah pelayanan masyarakat berbasis IT.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...