Mengenal Terapi Cuci Hidung

Pernahkah Anda mendengar tentang terapi cuci hidung? Nah, ternyata terapi ini tidak saja bermanfaat untuk mencegah terpapar Covid-19, namun juga untuk menjaga kesehatan. Terapi cuci hidung bisa dilakukan secara rutin.

Menurut dokter spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT) dari Perhimpunan Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher Indonesia (PERHATI-KL), Hemastia Manuhara, mengutip Antara, terapi cuci hidung atau nasal wash therapy merupakan salah satu cara alternatif untuk memperkuat kesehatan tubuh di masa pandemi.

Berikut beberapa hal yang perlu Anda ketahui tentang terapi cuci hidung:

1. Virus penyebab Covid-19 diketahui suka bersarang di nasofaring yang dekat dengan saraf penciuman manusia. Jika hidung selalu dibersihkan dengan terapi cuci hidung, potensi infeksi yang disebabkan oleh virus bakal semakin kecil.

2. Selain untuk pencegahan, terapi ini juga bermanfaat bagi pasien Covid-19 dengan gejala hilang penciuman atau yang dikenal sebagai anosmia atau hiposmia yaitu sebuah kondisi saat indra penciuman berangsur- angsur berkurang.

3. Bagi penderita Covid-19 mencuci hidung tentu merupakan terapi penting agar bagian belakang hidung atau rongga (nasofaring) menjadi bersih dan tidak terjadi penumpukan lendir mengering.

4. Terapi cuci hidung merupakan proses mengalirkan cairan isotik dari satu lubang hidung dan kemudian dikeluarkan ke rongga hidung lainnya. Ini dapat terjadi karena rongga hidung manusia berbentuk seperti saluran letter U terbalik.

5. Cairan yang digunakan untuk terapi cuci hidung harus merupakan cairan steril dengan pH yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, yaitu cairan NaCl dikenal sebagai cairan infus.

6. Terapi cuci hidung bisa dilakukan secara manual menggunakan spuit atau suntikan tanpa jarum berukuran 10 mililiter untuk orang dewasa dan 5 mililiter untuk anak- anak. Bisa juga dilakukan dengan peralatan digital.

7. Untuk cuci hidung manual, caranya bisa dimulai dari mengambil cairan steril sesuai takaran menggunakan spuit lalu diarahkan ke rongga hidung bagian kanan, lalu miringkan kepala ke arah kiri kemudian buka mulut sembari menahan nafas. Suntikkan cairan NaCl hingga cairan itu keluar ke rongga hidung bagian kiri. Ulangi beberapa kali.

8. Terapi hidung baik dilakukan malam hari dengan anjuran terapi 3 kali sehari untuk orang yang mengalami gangguan pernafasan bagian atas dan 1 kali sehari untuk orang yang hanya ingin membersihkan rongga hidung saat kondisi kesehatan menurun.

9. Terapi hidung baik dilakukan oleh segala usia dan siapa saja, baik yang sakit maupun sehat. Semua bisa melakukannya untuk menjaga kesehatan hidung, terutama di masa pandemi.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...