Mengenal Teknik Proning untuk Pasien Covid

Beberapa hari belakangan stok oksigen di pasaran mulai langka akibat lonjakan kasus Covid-19 yang merata di sejumlah daerah. Antrean orang di tempat-tempat pembelian atau isi ulang oksigen juga menjadi potret dalam hari-hari ini. Sejumlah rumah sakit juga mengalami kekurangan stok oksigen.

Oksigen medis menjadi kebutuhan penting akhir-akhir ini. Orang terpapar Covid-19 dengan gejala berat, harus dipasang ventilator untuk membantu pernapasan.

Bagaimana jika oksigen langka? Tentu saja bukan yang kita harapkan.

Menurut sejumlah keterangan, teknik proning atau ‘prone position’ bisa menjadi salah satu teknik dalam penanganan pasien Covid-19 untuk meningkatkan kadar oksigen, baik yang berada di rumah sakit atau isolasi mandiri.

Apa yang dimaksud dengan teknik proning?

Dikutip dari Indian Express, proning atau posisi tengkurap merupakan teknik yang diakui secara medis dan telah dipromosikan oleh Kementerian Kesehatan India dalam sebuah pedoman melakukan proning.

Proning adalah teknik pasien dibuat berbaring tengkurap untuk meningkatkan kadar oksigen mereka. Manfaatnya, dapat langsung dirasakan dalam menaikkan kadar oksigen.

Teknik pernapasan dengan cara proning disarankan dilakukan oleh pasien Covid-19 sehingga mereka tidak memerlukan dukungan oksigen tambahan. Hal tersebut untuk mengantisipasi kelangkaan oksigen karena kebutuhan meningkat.

Bagaimana posisi proning?

Pertama, pasien dibaringkan tengkurap menggunakan bantal. Lalu pasien berbaring di sisi kanan (lateral kanan), sisi kiri (lateral kiri), duduk dengan posisi membentuk sudut 60-90 derajat (posisi fowler), kemudian kembali pada posisi tengkurap.

Secara medis, dokter menyarankan agar pasien tetap tengkurap minimal 30 menit hingga maksimal 2 jam.

“Ini membantu meningkatkan ventilasi ke paru-paru dan karenanya kadar oksigen mulai membaik,” terang Dr. Surendra Gupta, seorang dokter di Ludhiana, India.

Proning yang dilakukan dengan waktu yang tepat dapat mempertahankan ventilasi dengan baik, terutama ketika saturasi oksigen (SpO2) turun di bawah 94. Ini dapat menyelamatkan nyawa.

Proning berfungsi meningkatkan ventilasi ke paru-paru, menjaga unit alveoli (struktur berbentuk balon kecil yang merupakan lorong terkecil dalam sistem pernapasan) terbuka, sehingga memudahkan pernapasan.

Mengenal-Teknik-Proning-2
Ilustrasi Proning.
Apa yang dibutuhkan?

Untuk melakukan proning yang dibutuhkan adalah 4-5 bantal. Satu bantal diletakkan di bawah leher, 1-2 bantal di bawah dada melalui paha atas, dan 2 bantal di bawah tulang kering.

Seorang pasien harus berbaring tengkurap, sisi kanan dan kiri secara bergantian. Namun, para ahli menyarankan setidaknya 30 menit harus dihabiskan di setiap posisi tengkurap untuk hasil terbaik.

Tidak semua orang boleh melakukan proning

Proning tidak boleh dilakukan oleh pasien yang sedang hamil, atau yang memiliki trombosis vena dalam yang diobati dalam waktu kurang dari 48 jam. Juga pasien dengan kondisi jantung berat, tulang paha yang tidak stabil atau patah tulang panggul. Mereka harus menghindari proning.

Ada sejumlah anjuran dan larangan dalam proning, yaitu:

1. Hindari tengkurap selama satu jam setelah makan. Harus tetap dalam satu posisi selama waktu yang dapat ditoleransi oleh mereka.

2. Bantal dapat disesuaikan untuk mengubah area tekanan dan kenyamanan. Ruangan tempat berbaring harus berventilasi baik.

3. Tidak boleh mengabaikan luka tekan dan cedera. Di India, Kementerian Kesehatannya mengatakan, seseorang mungkin saja bisa tengkurap hingga 16 jam sehari dalam beberapa siklus, selama merasa nyaman.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...