Mengapa Surah Al Ikhlas Ada dalam Tahlil dan Istighatsah?

Kamu pasti sudah akrab dengan ritual keagamaan khas Indonesia seperti tahlil dan istighatsah. Ritual untuk membaca rangkaian atau susunan bacaan yang terdiri dari surah dan ayat al Quran, kalimat-kalimat dzikir, asma-asma Allah serta doa dan tawassul.

Dalam Indonesia Muslim Report 2019, riset yang dilakukan oleh Alvara Research Center ditemukan bahwa tahlil menjadi ritual keagamaan yang dipraktekkan oleh 82,2 % muslim Indonesia. Artinya mayoritas muslim Indonesia melakukan tahlil. Ini bisa dilihat saat muslim Indonesia mengadakan 7, 40, 100 hari atau 1000 hari, haul, walimahan, aqiqahan, selamatan, ratiban, manaqiban, barzanjian, arisan, arwahan, maulidan, khitanan, Hari Besar Islam dan lain sebagainya.

Tahlil biasanya diadakan untuk mendoakan mereka yang sudah wafat sekaligus berdoa untuk yang masih hidup. Sedangkan istighatsah lazim digelar untuk memohon pertolongan, perlindungan serta keamanan dari aneka bencana, musibah, wabah penyakit dan dari aneka keburukan. Serta memohon kebaikan dan kekuatan agar mudah melaksanakan kewajiban atau untuk situasi hajat yang mendesak.

Istighatsah secara bahasa berarti meminta pertolongan. Sebagaimana dalam surah Al-Anfal, Ayat 9.

إِذۡ تَسۡتَغِيثُونَ رَبَّكُمۡ فَٱسۡتَجَابَ لَكُمۡ أَنِّي مُمِدُّكُم بِأَلۡفٖ مِّنَ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةِ مُرۡدِفِينَ

(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu, “Sungguh, Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.”

Yang menarik ada satu surah yang pasti selalu dibaca dalam rangkaiannya, yakni surah Al Ikhlas. Lalu mengapa Surah Al ikhlas ada dalam tahlil dan Istighatsah?

Surah Al Ikhlas bukan hanya terdapat dalam tahlil dan istighatsah, tapi juga masuk dalam rangkaian bacaan yang disusun oleh para ulama seperti ratib dan dzikir serta wirid dalam tarekat. Ini menandakan bahwa surah ini memiliki banyak keutamaan dan rahasia.

Pertama, setara dengan sepertiga Al Qur’an

Meski hanya 4 ayat tapi surah Al Ikhlas sebanding dengan sepertiga Al Qur’an.

“Demi Tuhan yang jiwaku berada di dalam genggaman kekuasaan-Nya, sesungguhnya surat Al-lkhlas itu benar-benar sebanding dengan sepertiga Alquran”. (HR. Bukhari).

Foto: Pixabay.

Beliau Saw juga bersabda: “Apakah seorang dari kamu tidak mampu membaca dalam satu malam sepertiga Al Qur’an? Mereka bertanya: Bagaimana membaca sepertiga Al Qur’an? Nabi Saw menjawab: Qul huwa Allahu Ahad (surah Al Ikhlas) setara dengan sepertiga Al Qur’an.” (HR. Muslim).

Kedua, menjadi sebab kecintaan Allah Swt

Syekh Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Al Maliki dalam kitab Abwabul Faraj mengatakan bahwa membaca Al Ikhlas serta mengamalkan apa yang terkandung di dalamnya menjadi salah satu sebab untuk menarik cinta-Nya Allah Swt.

Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim bahwa Nabi pernah mengutus seseorang dalam sebuah brigade, orang tersebut menjadi imam shalat bagi sahabat-sahabatnya. Maka ia selalu menutup bacaan dengan surah Al ikhlas. Tatkala kembali, para sahabat ini menanyakannya pada Nabi Saw. “Tanyakan kepadanya untuk apa ia berbuat demikian?” Kata Nabi Saw. Mereka pun menanyakannya. Orang tersebut menjawab: “surah Al Ikhlas mengandung sifat Allah yang Maha Rahman. Maka saya suka membaca dengannya.” Rasul kemudian bersabda: “sampaikan padanya bahwa Allah mencintainya”.

Ketiga, memperbanyak rezeki

Surah Al-Ikhlas juga bisa menjadi sebab berlimpahnya rezeki.

Dari Jarir bin Abdullah, ia berkata, Rasul bersabda: “Siapa yang membaca Qulhuwa Allah Ahad (surah al Ikhlas) ketika masuk rumah, maka akan menolak kefakiran bagi keluarga rumah tersebut”. (HR. Thabrani).

Foto: Shutterstock.

Al Hafidz Abu Musa Al Madini dari Suhail bin Sa’ad berkata: Datang seorang lelaki kepada Nabi kemudian mengadukan perihal kemiskinan dan kesulitan hidupnya. Maka Rasul Saw berkata padanya: “Kalau kamu masuk rumah ucapkan salam, baik ada orang maupun tidak. Lalu bershalawat kepadaku dan membaca Qulhuwa Allah Ahad (surah al Ikhlas) satu kali. Orang tersebut lalu mempraktekkannya, maka Allah memberinya rezeki hingga melimpah sampai kerabat dan tetangganya.

Keempat, menghapuskan dosa

Surah Al ikhlas juga memiliki keutamaan dapat menghapus dosa pengamalnya.

Dari Anas bin Malik, dari Nabi Saw, Beliau bersabda: “Siapa yang membaca setiap hari Qul huwa Allahu Ahad (surah Al Ikhlas) seratus kali, dihapus darinya dosa selama lima puluh tahun, kecuali ada padanya hutang. (HR. Tirmidzi)

Kelima, membebaskan dari api neraka

Siapa yang membaca surah Al Ikhlas sebanyak seratus kali dalam shalat atau selainnya, Allah mencatat baginya pembebasan dari api neraka. (HR. Thabrani)

Foto: Miro.

Dalam sebuah hadis marfu’ dikatakan, siapa yang membaca surah Al Ikhlas seribu kali, maka ia telah membeli dirinya dari Allah.

Al Munawi dalam kitab At Taisir, menyebutkan bahwa Allah menjadikan balasan pahala dari membacanya sebagai penebusan dari api neraka. Seyogyanya membaca Al ikhlas itu juga berlaku bagi yang sudah wafat (untuk dibebaskan).

Dalam kitab Futuhat Al Madaniyah bahwa ataqah shugra (pembebasan kecil) ialah membaca laa ilaha illa Allah 70.000 kali, sedangkan membaca surah Al ikhlas sebanyak 100.000 kali dinamakan ataqah kubra (pembebasan besar). Walaupun membacanya memakan waktu bertahun-tahun.

Syekh Muhammad ‘Alawi Al Maliki mengatakan bahwa amalan tersebut merupakan fadhail, boleh diamalkan sesuai harapan (pembebasan dari neraka). Dengan syarat tidak berkeyakinan bahwa itu telah tetap dari Nabi Saw.

Ini sebagian keutamaan surah Al Ikhlas, masih banyak lagi keutamaan yang belum disebutkan.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...