Mengapa Hanya Sedikit Sahabat Yang Punya Karamah?

Karamah adalah hal yang luar biasa terjadi atau nampak pada seorang wali. Sehingga kerap kali ketika membincangkan seorang wali, karamah menjadi bahan bincangan yang tak terlewatkan. Karamah diberikan Allah kepada hamba pilihan, orang-orang yang dicintai-Nya.

Para sahabat yang Allah ridha kepada mereka juga memiliki karamah, namun perbincangan karamah sahabat tak semasyhur karamah para wali setelahnya. Padahal sahabat memiliki kedudukan yang tinggi. Mereka langsung bertemu Nabi dan mendapatkan bimbingan langsung darinya.

Jumlah sahabat tidaklah sedikit. Dalam sebuah program bernama Mafahim, Syekh Ali Jum’ah mengungkapkan bahwa diperkirakan jumlah sahabat Nabi itu sebanyak 114 ribu orang. Namun yang sampai kepada kita lengkap dengan namanya ada 9.500, sedangkan yang menjadi perawi hadis ada 1790 orang sahabat.

Lalu pertanyaannya, mengapa hanya sedikit sahabat yang punya karamah?

Alasan pertama boleh jadi tidak semua cerita karamah sahabat sampai kepada kita atau kedua memang karamah sahabat tidak sebanyak karamah wali setelahnya.

Habib Zein bin Ibrahim bin Smith dalam Al Fawaid Al Mukhtarah li Saliki Thariq Al Akhirah menilai bahwa tidaklah informasi yang sampai kepada kita dari sahabat kecuali sedikit karamahnya. Berbeda dengan generasi lain setelahnya yang lebih banyak memiliki karamah.

Hal tersebut kata Habib Zein, karena ada yang lebih baik dari karamah. “Istiqamah itu lebih baik dari karamah”. Sedangkan para sahabat Nabi ini memiliki derajat istiqamah tertinggi. Allah tidak memuliakan seorang hamba dengan karamah yang lebih baik dari istiqamah.

Maka jadilah orang yang istiqamah bukan pencari karamah. Karena boleh jadi ada orang yang diberi karamah tapi tidak sempurna istiqamahnya.

Dengan demikian, para sahabat lebih menonjol keistiqamahannya dibandingkan karamahnya. Karena istiqamah sekali lagi lebih baik dari adanya keberadaan karamah.

Bahkan Habib Abdullah bin ‘Alawi Al Haddad dalam Risalah Adab Suluk Al Murid menyebutkan bahwa karamah yang paripurna yang mencakup aneka macam karamah ialah istiqamah yang dibuktikan dengan melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangannya secara lahir batin.

Hal tersebut sebetulnya juga sudah dinyatakan oleh Nabi dalam sebuah hadis.

“Wahai Rasulullah, katakanlah padaku mengenai Islam, pernyataan yang tidak akan aku tanya lagi kepada siapapun setelah engkau.” (dalam hadis Abu Usamah “selain engkau”). Nabi bersabda, “katakanlah aku beriman kepada Allah maka istiqamahlah” (HR. Muslim).

Baca Lainnya
Komentar
Loading...