Menarik, Jabar Buka Program Petani Milenial, Seperti Apa?

“Tinggal di desa, rezeki kota, bisnis mendunia!” begitu bunyi tagline dari sebuah program pertanian modern yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Program ini bernama ‘Petani Milenial’. Seperti apa programnya?

Pertanian bagi kalangan milenial mungkin sebuah dunia yang asing. ‘Enggak keren’, ‘enggak modern’ dan ‘enggak zaman’, begitu kesan mereka.

Tapi bagaimana jika model pertanian diubah menjadi lebih modern, berbasis teknologi, berpenghasilan besar, menjangkau pasar global, pokoknya yang membuat kalangan milenial menganggap “gue banget”. Itulah yang sedang dilakukan pemerintah Jabar.

Regenerasi Sektor Pertanian

Tujuan dari program Petani Milenial di Jabar adalah mendorong regenerasi tenaga kerja di sektor pertanian yang lebih memiliki inovasi, gagasan, dan kreativitas. Maklum, sektor pertanian saat ini didominasi oleh generasi di atas usia 50-an.

Jujur diakui, saat ini sektor pertanian belum menarik untuk generasi milenial. Belum jadi magnet pekerjaan untuk mereka. Di Jabar, mungkin juga terjadi di daerah lain, jumlah petani muda masing sangat sedikit. Padahal sektor ini adalah penyumbang ekonomi terbesar ke-3 di Provinsi Jabar.

Jika berjalan baik, program ini bisa menyelesaikan soal keterbatasan tenaga kerja di bidang pertanian. Hasilnya, produktivitas meningkat dan swasembada pangan dapat tercapai.

Usia 19-39 Tahun

Apa saja yang akan dilakukan oleh program ini? Pertama tentu saja, inventarisasi potensi lahan; kemudian menginventarisasi peluang pasar; penentuan komoditas pertanian; pendataan petani milenial; pengembangan kapasitas petani milenial; pemberian bantuan benih, bibit, pupuk, pestisida, dan peralatan; serta fasilitasi pembiayaan dan pemasaran produk.

Namun karena ini program untuk milenial, yang bisa mendaftar jadi petani adalah orang dengan usia antara 19-39 tahun. Selain itu, mereka juga disyaratkan untuk mengenal inovasi teknologi bidang pertanian dan memiliki pengalaman sebagai petani.

Pemanfaatan Teknologi Digital

Orientasi Petani Milenial sudah pasti teknologi. Kehidupan milenial tidak bisa dilepas dari teknologi. Ini salah satu karakter yang melekat pada diri mereka.

Melalui pemanfaatan teknologi digital, nantinya petani milenial bakal menggerakkan kewirausahaan bidang agrikultur dan mengubah wajah pertanian menjadi lebih segar dan atraktif.

Untuk mempermudah, hasil panen generasi milenial nantinya akan dibeli oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jabar. Dengan begitu, petani milenial tidak usah mencari pasar.

Pendaftaran

Pendaftaran Petani Milenial telah dibuka oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Kang Emil, sapaan akrabnya, mengajak muda-mudi di Jawa Barat untuk meraih kemuliaan hidup menjadi petani.

Tahap pertama pendaftaran, sudah dimulai sejak 8 Februari 2021, meskipun masih terbatas dan akan ada proses seleksi.

“Pemuda-pemudi Jawa Barat, yang pada mau meraih kemuliaan hidup dengan berikhtiar menjadi PETANI MILENIAL 4.0, silakan daftar mulai hari ini di website ini (petanimilenial.jabarprov.go.id) masuk ke PIKOBAR. Karena tahap 1 ini terbatas, tentunya akan ada proses seleksi,” cuit Kang Emil di akun twitter miliknya.

Investasi India

Untuk mengembangkan program ini, Kang Emil mengajak sejumlah negara investor, salah satunya India. Duta Besar India sudah bertemu Gubernur di Kota Bandung terkait investasi bidang pertanian.

Kang Emil mendorong pengusaha dan perusahaan agrikultur India untuk berinvestasi di Jabar. Di samping juga untuk kepentingan transfer pengetahuan dan teknologi pertanian.

Selain film Bollywood, India juga ternyata dikenal dengan kemajuannya di bidang teknologi pertanian. Tidak mengherankan jika banyak anak muda dari berbagai negara yang belajar soal pertanian di negeri Shahrukh Khan itu.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...