Membaca Yasin Tiga Kali Pada Malam Nishfu Syaban Menurut Abuya Al Maliki

Sudah menjadi tradisi tatkala datang malam Nishfu Sya’ban maka kaum muslimin mengisi malam tersebut dengan aneka kegiatan ibadah. Mulai dari membaca Al Qur’an, shalat, membaca dzikir, wirid, shalawat dan lain sebagainya.

Salah satu yang menjadi tradisi di Indonesia ialah mengisinya dengan membaca surah Yasin sebanyak tiga kali, shalat serta berdoa.

Untuk Yasin yang pertama, niat agar diberikan panjang umur dalam hidayah dan taufik-Nya senantiasa taat. Yasin kedua, niat terjaga dari penyakit, musibah, bala, waba’ serta luas rezeki. Yasin ketiga, niat dianugerahi kekayaaan hati dan memperoleh husnul khatimah.

Hal tersebut dinilai oleh sebagian kecil orang sebagai sesuatu yang batil. Karena tidak seharusnya shalat ataupun membaca Qur’an diniatkan khusus untuk memenuhi hajat dan keinginan.

Namun, Syekh Muhammad Alwi Al Maliki dalam kitab Ma Dza Fi Sya’ban dengan tegas menyatakan bahwa tidak ada larangan untuk menggunakan Al Qur’an, dzikir-dzikir dan do’a-do’a untuk tujuan keduniawian. Termasuk permohonan dan keinginan pribadi, atau punya tujuan dan maksud tertentu setelah mengikhlaskan niat karena Allah Swt.

Syaratnya Ikhlaskan Niat Karena Allah

Jadi syaratnya yaitu ikhlaskan niat saat beramal karena Allah Swt. Ikhlas ini dituntut dalam segala hal seperti shalat, zakat, haji, jihad, berdoa, dan membaca Al Qur’an. Jadi sahnya amal itu karena ikhlas. Hal ini tidak ada khilaf di dalamnya. Karena amalan yang dilakukan bukan dengan ikhlas karena Allah akan ditolak.

وَمَآ أُمِرُوٓاْ إِلَّا لِيَعۡبُدُواْ ٱللَّهَ مُخۡلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ

Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama. (QS. Al-Bayyinah: 5)

Syekh Muhammad Al Maliki, juga mengatakan bahwa tidak ada larangan bagi manusia untuk menyertakan amalannya yang ikhlas tersebut dengan keinginan dan permohonannya. Baik itu untuk urusan agama maupun dunia, bersifat jasmani maupun rohani, lahir serta batin.

Seperti orang membaca Yasin atau surah lainnya dalam Al Qur’an untuk meminta keberkahan umur, keberkahan harta, keberkahan dalam kesehatan. Itu semua, kata penulis Kitab Abwabul Faraj, tidak termasuk kesalahan dan tidak berdosa. Bahkan dinilai orang tersebut telah menempuh jalan kebaikan. Asalkan dengan syarat tidak meyakininya sebagai sesuatu yang disyariatkan secara khusus.

Walhasil, maka silahkan saja baca Yasin 3 kali, atau 30 kali atau sampai 300 kali, akan tetapi bacalah Al Qur’an keseluruhannya itu ikhlas karena Allah Swt disertai keinginan ataupun permohonan. Seperti sembuh dari sakit, bebas dari wabah, lunasnya hutang, jodoh dan lain sebagainya.

Karena Allah senang dengan hamba-Nya yang meminta kepada-Nya dalam segala hal. Termasuk meminta asinnya makanan hingga memperbaiki sandal yang rusak.

Membaca Yasin Termasuk Tawassul

Abuya Al Maliki menerangkan bahwa membaca surah Yasin di Malam Nishfu Syaban ini sebenarnya masuk dalam bab tawassul dengan amal shalih dan al Qur’an al Karim.

Surat Yasin. Foto: dakwah.net.

Semua ulama telah sepakat, bahwa tawassul dengan amal shalih ini disyariatkan dalam agama Islam. Untuk lebih jelasnya beliau terangkan dalam kitab Mafahim Yajib An Tushahhah.

Jadi siapa yang berpuasa, shalat, membaca Al Qur’an atau bersedekah. Kemudian dia bertawassul dengan puasa, shalat, bacaan Qur’annya dan sedekahnya itu. Maka hal yang demikian itu lebih bisa diharapkan untuk terkabul dan lebih besar peluangnya untuk memperoleh yang diinginkan.

Sebagaimana disebutkan dalam hadis sahih, mengenai kisah tiga orang yang terjebak dalam goa. Ketiganya kemudian memohon kepada Allah dengan bertawassul dengan amal shalihnya masing-masing. Maka Allah menolong mereka dengan sebab tawassulnya itu.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...