Masa Depan Audio Sosial: Dari Bisnis Kecil hingga Amazon

Tidak ada yang meragukan bahwa marketing masa depan adalah media sosial dengan komponen audio yang kuat.

Seperti halnya teks, grafis atau video, yang ditulis, dibuat dengan baik, audio atau suara juga harus dicarikan inovasi agar menarik di telinga pengguna.

Nah, dikutip dari Entrepreneur, 5 langkah penting ini seharusnya diambil oleh para pembuat konten atau perusahaan mana pun yang ingin menambahkan dimensi lain terhadap interaksi dengan pelanggan mereka:

1. Biasakan membuat konten audio

Maraknya platform berbasis konten seperti YouTube dan Instagram membuahkan ledakan konten berkualitas dari para kreator yang belum tentu profesional di bidangnya.

Para influencer Instagram misalnya, mereka dengan cepat mempelajari segala hal tentang sudut pengambilan foto, pencahayaan, dekorasi dan elemen lain yang berperan penting saat membuat fotografi agar tampak profesional.

Sementara, pembuat konten YouTube belajar cara menghasilkan video yang menarik dengan budget yang jauh lebih rendah dibanding televisi atau studio film.

Tapi, pembuat konten di masa depan juga perlu belajar bagaimana menghasilkan konten audio berkualitas tinggi, dalam berbagai bentuk yang bahkan mungkin belum terbayangkan.

Saat ini, hampir setiap tokoh, bahkan orang biasa pun punya podcast. Membuat pasar yang mengonsumsi podcast makin terdilusi, meskipun audiensnya terus bertambah.

Harus diakui, podcast adalah alat pembelajaran yang fantastis, bagi siapa pun yang ingin mengembangkan keterampilan bermedia sosial mereka ke wilayah audio. Memulai podcast belum tentu memenuhi tujuan bermedia sosial Anda, tapi ini membuat Anda lebih siap di masa depan.

2. Memahami interaksi pelanggan

Cara pelanggan berinteraksi dengan bisnis Anda tentu berbeda-beda.

Terlepas dari perbedaan itu, satu hal yang perlu dicatat adalah bahwa semua bisnis perlu membangun hubungan yang erat dengan pelanggannya. Membuat mereka merasa bahwa bisnis Anda terus berusaha untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Saat ini, audio memang telah banyak digunakan untuk interaksi antara perusahaan dan pelanggan.

Tapi, biasanya cara ini, selain harus banyak melatih operator, kerap kali pelanggan juga dibuat menunggu beberapa menit untuk dilayani.

Solusinya, bisa berupa pesan audio yang dikirim oleh pelanggan lalu dibalas oleh customer care dalam bentuk pesan audio. Ini bisa membantu efektivitas pelayanan dengan menyusun database sejumlah kemungkinan keluhan pelanggan dan menyiapkan balasan standar untuk sejumlah pelanggan dengan masalah yang sama.

3. Menambah nilai pada interaksi pelanggan

Bagaimana perusahaan menanggapi umpan balik dari pelanggan, mungkin sama pentingnya bagi masa depan bisnis perusahaan.

Layanan pelanggan yang cepat, dipersonalisasi, serta efisien akan meningkatkan opini pelanggan tentang perusahaan dan juga meningkatkan reputasinya.

Menambah nilai pada interaksi dengan pelanggan memang tergantung pada sifat bisnis dan pelanggannya.

Tapi dalam hal audio, suara yang hangat, berwibawa, yang menawarkan apa yang dicari pelanggan, tentu membuat mereka merasa menjadi bagian dari komunitas perusahaan.

Orang tentu saja merindukan interaksi manusia, disadari atau tidak, audio bisa menjadi cara yang efisien dan hemat biaya untuk menyampaikannya.

4. Keluar dari kotak

Internet selalu memberi penghargaan bagi mereka yang mau keluar dari kotak alias di luar kebiasaan.

Podcast adalah contoh nyata dari itu semua. Selama bertahun-tahun media konvensional dan para pengiklan menyimpulkan, orang-orang memiliki rentang perhatian yang sangat pendek, sehingga perlu dibombardir dengan konten yang menarik perhatian setiap beberapa menit.

Tapi kemudian podcast menjadi sangat populer. Kebanyakan dari podcaster hanya terdiri dari satu atau beberapa orang, melakukan percakapan acak selama berjam-jam, berkebalikan dengan konten pendek yang bergerak cepat.

Bagaimana melangkah di luar kotak dalam hal audio sosial di masa depan memang belum diketahui, tapi yang jelas bahwa orang-orang menyukai keakraban dan sentuhan manusia.

Pelanggan cenderung membeli dari penjual yang mereka percaya, dan karena sering mengunjungi toko fisiknya, meski hanya untuk sekadar mengobrol dengan karyawan yang mereka kenal.

Nah, siapapun yang berhasil menciptakan suasana ini melalui audio, dia akan berkembang pesat.

5. Jangan berlebihan

Seperti kata pepatah lama, “jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang.”

Ada tanda-tanda bahwa audio akan memainkan peran besar di masa depan, terutama bagi dunia pemasaran dan media sosial.

Tapi itu bukan berarti Anda harus berinvestasi secara berlebihan atau memperluas bisnis Anda hanya untuk menyesuaikan dengan tren terbaru.

Sebaliknya, Anda harus menentukan secara tepat di mana audio cocok dengan bisnis Anda atau bagaimana audio dapat memenuhi kebutuhan pelanggan Anda.

Mulai dari perusahaan raksasa seperti Amazon hingga usaha kecil dan menengah (UMKM), mereka harus mulai beradaptasi dengan teknologi baru dengan pendekatan interaksi pelanggan.

Sangat mungkin, bahwa masa depan adalah milik mereka yang berhasil menerapkan solusi berbasis audio ke dalam infrastruktur yang ada. Sekaligus mampu membangun cara baru untuk menjangkau calon pembeli dan pelanggan mereka.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...