Mahfud MD: Sikap Merah Putih itu…

SEMARANG – Dalam acara Apel Kebangsaan yang digelar di Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang, Mahfud MD menyampaikan orasinya. Ia menghimbau kepada sesama anak bangsa agar berwatak, berjiwa dan berperilaku merah putih.

“Mari menjaga sikap kita seluruh bangsa betul betul agar kita berwatak, berjiwa serta berperilaku merah putih,” ajak Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi tersebut.

Sebelumnya, Ia menjelaskan mengapa kita harus menjaga persatuan dan keutuhan NKRI. Menurut Mahfud, dengan ikatan kebangsaan yang kokoh, manusia Indonesia menjadi mulia di tengah-tengah masyarakat dunia. Kita bisa menentukan nasib kita sendiri kita bisa memilih pemimpin kita sendiri. Tanpa kemerdekaan kita akan seluruhnya miskin karena dijajah bangsa lain.

Oleh sebeb itu, Ia mengajak agar pemilu ini ini menjadi ajang untuk mengkampanyekan menjaga keutuhan NKRI serta menjaga persatuan dan kesatuan sesama anak bangsa.

“Kita jaga persatuan kita. Jangan terpecah pecah hanya karena ada Pemilu. Anda boleh memilih siapa saja, partai apa saja tetapi kita harus tetep bersatu, bersaudara karena tujuan dari pilihan-pilihan itu adalah jusru untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia,” imbuhnya.

Terkait arti berjiwa merah putih, Mahfud menerangkan bahwa, merah adalah lambang keberanian, artinya berani melawan ketidakadilan, berani melawan kezaliman siapapun pemimpinnya siapapun partainya kita lawan.

Lebih lanjut, kita juga harus putih artinya kita sendiri harus menjaga diri agar kita bersih, bersih dari perilaku-perilaku korup. Oleh sebab itu melawan korupsi, melawan ketidakadilan demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) itu harus kita lakukan terhadap siapapun.

“Tidak ada kawan untuk urusan melawan ketidakadilan dan korupsi itu. Korupsi dan pemelihara kemiskinan negeri ini adalah musuh kita apapun partai anda. Oleh sebab itu mari kita bersatu mejaga NKRI agar maju maju dan maju terus untuk selamanya,” pungkas mantan Menteri Pertahanan di era Presiden Gus Dur.

Hadir sejumlah tokoh dalam apel kebangsaan yaitu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, KH Maimun Zubair, Habib Luthfi bin Yahya (Rais Aam JATMAN), Gus Muwafiq, KH Munif Zuhri, KH Ahmad Daroji, Uskup Rubiatmoko (Keuskupan Agung Semarang), Pendeta Eka Laksa (PGI), Nyoman Suraharta (PHDI), Go Boen Tjien (Matakin) dan Pujianto (Walubi). (eep)

Baca Lainnya
Komentar
Loading...