Konferensi Internasional Al-Azhar: Hoaks Adalah Bahaya Besar

Al-Azhar meyakini bahwa pembaruan permasalahan agama adalah keniscayaan

Sejumlah ulama muslim terkemuka dari berbagai penjuru dunia berkumpul di Gedung Pusat Konferensi Al-Azhar, Nasr City, Kairo pada 27-28 Januari 2020. Mereka menyelenggarakan konferensi internasional membahas tentang “Pembaruan Pemikiran Islam”.

Sebagai lembaga pendidikan Islam yang kerap menjadi rujukan para ulama di dunia, Al-Azhar meyakini bahwa pembaruan permasalahan agama adalah keniscayaan. Sebuah keharusan untuk meniti jalan syariat dan mengimbangi hal-hal baru yang muncul di zaman modern. Tujuannya, untuk mewujudkan kepentingan masyarakat umum dalam berbagai bidang.

Dari Indonesia, hadir delegasi ulama sekaliber Prof. Dr. KH. Quraish Shihab, Prof. Dr. H. Din Samsudin, Dr. TGB. H. Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang dan Dr. H. Muhklis Hanafi.

Salah satu tema yang menjadi sorotan salah satunya adalah “Hoaks”. Hoaks, walaupun bukan hal baru, namun di era sosial media telah menjadi musuh bagi nilai-nilai kemanusiaan, kedamaian dan ketenteraman masyarakat. Hoaks bukan saja bisa membuat satu orang dengan yang lain berselisih, tapi bisa juga menimbulkan peperangan antar kelompok bahkan antar negara.

Dengan demikian, para ulama Al-Azhar berkesimpulan hoaks adalah bahaya besar yang mengancam keamanan dan pembangunan masyarakat.

Hoaks adalah kejahatan besar yang keharamannya disebutkan secara eksplisit di dalam agama. Pihak-pihak yang berwajib harus memburunya, mengungkapkan kepalsuannya, menjelaskan bahayanya, dan menetapkan sanksi hukum tegas kepada para penyebarnya.

Secara keseluruhan Konferensi menghasilkan 29 rumusan terkait Pembaharuan Pemikiran Islam, sebagaimana dikutip dari nadirhosen.net, di antaranya mengenai:

Baca Lainnya
Komentar
Loading...