Kiat Parenting Saat Pandemi Covid-19

Pandemi Coronavirus atau Covid-19 telah membuat aktivitas kehidupan berubah drastis, tidak saja di Indonesia, tapi di seluruh dunia.

Sekolah ditutup untuk sementara, anak-anak belajar secara online dari rumah masing-masing. Kantor-kantor juga banyak yang tutup sehingga memaksa para orangtua bekerja dari rumah.

Kondisi ini tentu membuat banyak orang mengatur ulang kebiasaan-kebiasaannya, termasuk kebiasaan orang tua menemani anak-anaknya belajar.

Untuk sementara waktu, anak-anak akhirnya lebih banyak mendapat pendampingan dari orangtua saat mengikuti pembelajaran jarak jauh dengan gurunya.

Bukan soal mudah, terutama bagi orangtua yang tidak punya latar belakang pendidik. Apalagi sambil tetap harus mengerjakan pekerjaan kantor dari rumah. Anak-anak yang selama ini terbiasa dibimbing oleh guru-guru di sekolah pun harus melakukan penyesuaian.

Berikut ini, kiat-kiat yang mungkin dapat membantu para orang tua saat mendampingi anak-anak mereka belajar dari rumah, sebagaimana direkomendasikan badan dunia untuk anak-anak (UNICEF):

Pertama, sisihkan waktu mengajar langsung anak-anak

Penutupan sekolah untuk sementara waktu menjadi kesempatan bagi para orangtua membangun hubungan yang lebih erat lagi dengan anak-anak, terutama yang sudah menginjak usia remaja.

Mengajari mereka secara langsung tentang materi pelajaran itu sungguh menyenangkan. Anak-anak akan merasa nyaman dan lebih dicintai.

Sisihkan waktu paling tidak 20 menit untuk belajar bersama mereka. Buat jadwal rutin pada setiap harinya, sehingga anak-anak Anda selalu menantikannya. Tanyakan pada anak-anak, apa yang ingin untuk orangtua mereka lakukan.

Inilah saatnya bagi Anda sebagai orangtua untuk mendengarkan mereka, melihat mereka, serta memberikan perhatian penuh kepada mereka. Hal yang mungkin saja selama ini hilang karena kesibukan masing-masing.

Kedua, tetap berpikir positif

Sebab terkadang memang sulit untuk tetap berpikir positif pada saat anak-anak kita, yang mulai menginjak usia remaja, membuat kita pusing.

Belajar bersama pun kerap berakhir dengan omelan-omelan. “Jangan begini, jangan begitu.” Sehingga kemudian terjadilah kekacauan.

Tetapi jika Anda tetap menggunakan kata-kata positif, misalnya, ketika menegur atau memberi tahu, tentu semua akan berjalan baik-baik saja.

Gunakan kata-kata seperti, “Tolong pindahkan pakaianmu”, ini lebih baik ketimbang mengatakan, “Jangan bikin kekacauan,” kepada mereka.

Berteriak pada anak Anda hanya akan membuat Anda dan mereka lebih stres dan lebih marah. Bicaralah kepada mereka dengan suara tenang. Cobalah dengan memuji mereka.

Bagi yang punya anak remaja, bantu mereka agar tetap berkomunikasi dengan teman-temannya, lewat media sosial dan lainnya. Ini bisa dilakukan bersama-sama.

Ketiga, buatkan kegiatan terstruktur

Covid-19 telah menghilangkan kebiasaan dan rutinitas sehari-hari seperti biasanya. Ini terasa membingungkan, bagi Anda dan anak-anak Anda. Mungkin, membuat rutinitas baru di rumah dapat membantu. Buatlah rutinitas harian yang lebih fleksibel tapi konsisten.

Buat jadwal kegiatan untuk Anda sendiri dan anak-anak Anda. Libatkan mereka dalam membuatnya. Tentu, anak-anak akan mengikuti dengan lebih baik jika mereka juga ikut membuatnya.

Sertakan kegiatan olahraga setiap hari untuk mengatasi stres dan kejenuhan, mengingat telalu lama berdiam diri di rumah.

Keempat, memaklumi tingkah anak

Adalah normal ketika anak-anak lelah, lapar, takut, atau ingin belajar sendiri, apalagi pada saat mereka “terjebak” terus menerus di dalam rumah. Tentu lama-lama muncul kebosanan.

Arahkan kembali tingkah anak-anak itu ke kegiatan-kegian yang baik. Ketika mereka mulai gelisah, Anda dapat mengalihkan perhatian mereka, misalnnya, dengan sesuatu yang menarik atau menyenangkan seperti main game bersama.

Jika Anda merasa stres dan ingin teriak menghadapi mereka, berdiamlah dulu sekitar 10 detik, lalu tarik nafas perlahan hingga 5 kali. Lalu cobalah untuk merespons dengan cara yang lebih tenang. Jutaan orang tua mengatakan hal ini sangat membantu.

Kelima, Kelola stres

Anda tidak sendiri dalam situasi seperti sekarang ini. Jutaan orang di dunia juga memiliki problem yang hampir sama. Ajak bicara teman atau keluarga lain yang bisa Anda ajak bicara mengenai perasaan Anda. Dengarkan mereka. Tapi hindari dulu media sosial yang kerap membuat Anda merasa panik. Jangan lupa istirahat yang cukup.

Keenam, bicarakan tentang Covid-19

Diam dan merahasiakan soal Covid-19 tidak akan melindungi anak-anak kita. Ceritakan kepada mereka dengan baik tentang Covid-19. Tentu saja Anda lebih tahu bagaimana penyampaian yang terbaik.

Biarkan anak Anda berbicara bebas lalu ajukan pertanyaan kepada mereka. Cari tahu seberapa banyak mereka ketahui dan memahami Covid-19.

Saat anak Anda, mungkin mulai merasa takut atau kebingungan, beri tahu mereka bahwa Anda ada untuk mereka.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...