Khataman Al Qur’an di Macau, Menyejukkan Sekaligus Menyatukan

MACAU – Membaca Al Qur’an memiliki kenikmatan tersendiri yang tidak ada bandingannya dengan membaca buku-buku lainnya. Membaca Al Qur’an merupakan ibadah. Paham atau tidak tentang isi kalimatnya saat membacanya, tetap akan mendapatkan pahala.

Ini karena Al Qur’an memang mukjizat dari Allah kepada Nabi Muhammad yang bernilai ibadah ketika membacanya. Al Qur’an adalah firman Allah yang dibaca dalam keadaan suci dari hadats kecil atau hadats besar. Al Qur’an, yang apabila dibacakan akan menggetarkan hati orang-orang beriman.

Membaca Al Qur’an sampai khatam artinya selesai dibaca 30 juz, baik sendirian atau bersama-sama. Kalau dibaca sendirian, membutuhkan waktu agak lama kurang lebih 30 jam jika dibaca dengan tartil. Tetapi bagi seorang hafidz Al Qur’an yang lancar hafalannya, biasanya hanya membutuhkan waktu 12 sampai 15 jam mengkhatamkannya dengan bacaan agak cepat dan tetap menjaga hukum tajwidnya.

Bagi jamaah ibu-ibu pengajian di MATIM (Majelis Taklim Macau) khataman Al Qur’an ini dibaca bersama-sama dalam waktu yang bersamaan pula. Dengan Al Qur’an yang dicetak perjuznya, setiap jamaah mendapatkan kesempatan membaca satu juz. Sekitar satu jam berlangsung, dilanjutkan dengan acara inti, yaitu khataman Al Qur’an. Bersama-sama membaca surat adl-dlhuha sampai surat an-nas disambung langsung dengan rangkaian bacaan tahlil. Setelah itu, diisi dengan tausiah singkat oleh ustadz atau ustadzah, lalu ditutup dengan doa dan ramah tamah. Seperti yang diungkapkan oleh Zaironah, Ketua Matim, tentang teknis rundown acaranya.

Jamaah terus berdatangan satu persatu ke sekretariat MATIM dengan penuh semangat meskipun harus naik tangga sampai lantai 5. Mereka datang dengan keceriaan dan buah tangan. Ada yang membawa makanan ringan, buah-buahan, minuman, dan lain-lain untuk dibagikan kepada teman-teman, sambil berdoa semoga menjadi nilai sedekah. Acara Khataman ini merupakan momen untuk saling berbagi, bercerita, dan bersilaturrahmi.

Khataman Al Qur’an di MATIM pada hari Ahad (3/3) dihadiri oleh 80 Jamaah. Termasuk dari berbagai organisasi pengajian di Macau seperti Irsyad, Halaqoh, Halimah, IMWU, Peduli, dan Masjid Mouluyuen Macau.

Saya mengingatkan tentang pesan-pesan amal kebaikan yang tidak akan terputus sampai alam barzakh (amal jariyah).

Khataman rutin ini bukan hanya diadakan di MATIM saja. Tetapi bergiliran setiap pekan di berbagai Majelis Taklim. Yakni setiap hari Ahad ketika kebanyakan dari mereka libur bekerja. Ahad pertama di Irsyad yang dipimpin Bu Siti Arofah, Ahad kedua di Halimah pimpinan Bu Sulastri, Ahad ketiga di Halaqoh diketuai oleh Bu Indri, sedangkan Ahad keempat di MATIM dipimpin oleh bu Zaironah, yang akrab dipanggil bu Ana.

Di setiap akhir acara, biasanya ditawarkan majelis taklim mana yang ingin ketempatan, siapa tahu ada keperluan. Jika ada yang bersedia, maka pekan depan siap menjadi tuan rumah pengajian.

Tujuan khataman untuk berusaha mempertahankan iman. Tidak terpengaruh budaya asing yang negatif, meskipun berada di luar negeri jauh dari keluarga. Khataman ini pun diharapkan menjadi obat kangen mereka terhadap kampung halaman di Indonesia yang terbiasa berkumpul dengan acara-acara keagamaan seperti ini.

Al Qur’an bukan hanya bacaan yang menyejukkan hati. Ia juga dapat menyatukan jamaah dalam satu pengajian, melalui khataman misalnya.

Benar apa yang disebutkan dalam hadits nabi, semakin kita membaca Al Qur’an, maka akan semakin banyak pahala kebaikan yang kita dapatkan. Karena satu huruf Al Qur’an yang kita baca, Allah akan memberikan 10 kebaikan pahala kepada yang membacanya dan mendengarkannya.

Alif lam mim bukanlah satu huruf, melainkan alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf. Bacalah Al Qur’an karena setiap hurufnya akan menjadi sahabat dan syafaat bagi pembacanya. Amiin.

Oleh: H. Khumaini Rosadi, SQ, M.Pd.I

Baca Lainnya
Komentar
Loading...