Ketika AI Merambah Editing Foto, Apa yang Terjadi?

Mari bayangkan ketika Artificial Intelligence (AI) mampu mengedit foto-foto sesuai yang kita inginkan. Apa yang bakal terjadi?

Bagi seseorang atau fotografer yang tidak mau membuang waktu untuk mengedit hasil fotonya, atau bahkan membencinya karena membutuhkan waktu lama, tentu AI menjadi jalan keluar.

Tak sedikit fotografer yang enggan melakukan editing sendiri. Sebab itu dia melakukan outsourcing, meskipun risikonya biaya menjadi mahal.

Dengan AI, seseorang dapat memprogram untuk memahami apa yang ia suka dari segi estetika, dan tentu saja tidak perlu lagi membuang banyak waktu.

Perangkat Lunak Pengeditan Foto dengan AI

Pada 2019 lalu, Adobe merilis dua piranti lunak (software) editing baru yang memiliki fitur dengan memanfaatkan teknologi AI. Software tersebut Adobe Photoshop Elements 2020 (foto) dan Premiere Elements 2020 (video).

Terjadi peningkatan signifikan pada software Photoshop Elements 2020. Alat untuk mengedit foto itu bisa mengenali objek dan menyeleksi objek tersebut secara menyeluruh dalam satu kali klik.

Pengguna juga bisa dengan mudah memindahkan objek yang telah diseleksi tadi ke foto lainnya dan mengganti latar belakang warna foto tersebut dengan mudah.

Baru-baru ini, sebuah video menunjukkan seseorang tengah menggunakan sebuah program memanipulasi gambar. Menariknya, orang itu bukanlah manusia, tapi AI.

Deskripsi video tersebut mengatakan: “Artikel StyleCLIP menjelaskan bahwa Text-Driven Manipulation of StyleGAN Imagery yang menggunakan CLIP (Contrastive Language–Image Pre-training) untuk melakukan modifikasi gambar mirip dengan Photoshop. Kecuali itu, ia melakukannya hanya dengan menggunakan AI, pemrosesan bahasa alami, dan StyleGAN!”

Bagaimana praktisnya?

Misalnya, Anda ingin orang di foto Anda memiliki mata biru cerah. Tanpa menghabiskan waktu bereksperimen dengan berbagai tools di Photoshop, Anda bisa meminta bantuan AI untuk melakukannya.

Mengedit dengan AI mungkin impian bagi banyak orang. Meskipun ada sebagian yang mengatakan, “Lihat robot-robot itu mencuri pekerjaan kami.”

Beberapa lagi mungkin mengatakan, “Kami sudah melakukan itu dengan membuatnya dalam bentuk preset.”

Tapi, preset beda dengan AI. Seseorang butuh menghabiskan waktu untuk membuat preset, dan kemudian dia hanya bisa menerapkannya ke foto miliknya sendiri.

Sebagian lagi mengatakan, jika AI bisa membantu pekerjaan Anda atau seorang fotografer. Kenapa tidak? Dengan begitu seseorang bisa mengurangi waktu yang dihabiskan untuk mengedit foto.

Bayangkan, ketika Anda hidup dalam dunia pengeditan foto yang sepenuhnya otomatis. Anda bisa memberitahu AI Anda apa yang harus dia lakukan dan dia pun melakukannya.

Ya, mungkin hal tersebut bisa mengarah pada kematian preset (pra setel). Tapi bukankah preset ada karena seseorang tidak ingin mengedit?

Dengan AI Anda bisa menghemat waktu. Anda juga hanya perlu membayar biaya satu kali untuk program AI. Ini artinya penghematan uang yang seharusnya dikeluarkan untuk membayar editing per pekerjaan.

Bagi fotografer, dengan waktu yang lebih luang ia justru dapat mengambil lebih banyak foto, sehingga bisa meningkatkan pendapatan.

Bagaimana dengan Anda? Apakah tertarik dengan masa depan editing menggunakan AI? Atau apakah lebih menyukai cara lama, melakukan semuanya sendiri?

Dengan situasi sekarang yang serba cepat, mungkin otomatisasi-lah yang dibutuhkan. (sumber: The Phoblographer)

Baca Lainnya
Komentar
Loading...