Keteladanan Apa Saja Yang Bisa Diterapkan Ayah dalam Keluarga?

Salah satu tanggung jawab ayah dalam keluarga adalah memberikan keteladanan. Sebab anak lebih mudah meniru apa yang dilihatnya ketimbang apa yang diajarkannya secara verbal. Sehingga ucapan mesti selaras dengan perbuatan itulah keteladanan.

Keteladanan akan lahir dari kesadaran dan penghayatan akan nilai-nilai kebenaran, kebaikan dan keindahan. Keteladanan adalah hidayah Allah, oleh karenanya mohonlah selalu petunjuk-Nya.

Melalui keteladanan yang baik akan berpotensi melanggengkan pernikahan, membentuk anak yang saleh dan salehah pelanjut nama baik keluarga, generasi yang mencintai Nabi dan bertaqwa serta menjadikan keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah.

Lalu keteladanan apa saja yang bisa diterapkan ayah dalam keluarga?

1. Tauhid

Ayah mesti meneladankan ketauhidan yang diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Bahwa hidup sejatinya ialah dipersembahkan untuk Allah Swt. Tiada yang berhak disembah kecuali Allah Swt. Allah lah yang menguasa dan mengatur segala sesuatu. Tiada tempat bergantung kecuali pada Allah Swt.

2. Mendirikan shalat
Foto: Abdul Alim.

Mendirikan shalat adalah hal yang tidak boleh luput dari keluarga. Ayah mesti mencontohkan, mengajarkan serta mengajak anak untuk ikut shalat secara berjamaah. Tanamkan pada anak bahwa shalat apapun kondisinya mesti dikerjakan. Ajarkan agar anak mencintai ibadah yang satu ini. Beri juga ia pemahaman akan penting dan hikmah shalat.

3. Berbakti pada orang tua dan berbuat amal shaleh

Allah merahmati orang tua yang membantu anaknya berbakti pada orang tuanya. Jadi, ayah mesti lebih dahulu menampilkan sikap berbakti pada orang tua. Baik melalui ucapan, perbuatan, perhatian, tutur kata serta kasih sayang. Karena anak akan meneladani apa yang ayah contohkan.

Ayah juga dituntut menampakkan dan mengajak anak untuk melakukan aktivitas kebaikan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari proses pendidikan anak.

4. Menyenangkan hati dan jadi pemimpin yang baik

Jadilah ayah yang menyenangkan hati dan dirindukan kehadirannya. Bersikap baik, ramah dan damai kepada siapapun. Ayah yang rendah hati tentu akan berpengaruh kepada bentukan hati anak. Anak akan melihat bagaimana ayahnya memperlakukan orang lain.

Foto: Yogendra Singh.

Mulai dari bagaimana ayah menepati janjinya, sikapnya dalam menghargai sesama, toleransi terhadap perbedaan dan berbuat adil. Ayah juga jadi contoh bagaimana menjadi pemimpin yang baik.

5. Mengabaikan yang tidak penting
Foto: Negative Space.

Keputusan untuk mengabaikan yang tidak penting perlu dilatih. Ayah yang sudah terbiasa tentu akan membantu anak untuk bisa menentukan yang prioritas baginya. Kemampuan mengabaikan ini penting diteladankan pada anak, karena akan berpengaruh pada perilaku dan pilihan anak.

6. Berlaku baik dengan keluarga dan memuliakan istri

Ayah yang hebat dan berhasil adalah yang bersikap baik pada keluarga serta memuliakan perempuannya, termasuk ibu dan istrinya. Nabi bersabda, sebaik baik kamu ialah yang paling baik sikapnya kepada keluarga dan aku adalah yang paling baik kepada keluargaku. (HR. Ibnu Majah).

Foto: Rawpixel.

Dalam hadis lain disebutkan, “seorang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya dan sebaik-baik kamu ialah yang paling baik kepada perempuannya (HR. Tirmidzi).

Baca Lainnya
Komentar
Loading...