Kesalahan Ini Bisa Membuat Kesempatan Anda Mendapat Pekerjaan Terlewat

Resume atau CV dan Surat lamaran (Cover Letter) menjadi faktor yang menentukan agar perusahaan atau calon pemberi kerja tertarik menerima Anda. Oleh karenanya harus dibuat semenarik mungkin.

Terlebih, di saat pandemi Covid-19 ini, di mana sebuah pekerjaan (job) diperebutkan oleh ribuan orang karena semakin menyusutnya lapangan pekerjaan.

Menulis resume (CV) dan surat lamaran yang menarik, meski terlihat sederhana, nyatanya bukanlah hal yang mudah.

Resume misalnya, meski hanya terdiri dari dua hingga tiga halaman tapi harus betul-betul dapat menggambarkan siapa Anda dan apa kemampuan Anda agar sesuai dengan peluang pekerjaan yang ingin didapatkan.

Jangan sampai pengalaman dan kemampuan Anda tidak tercermin dalam resume yang Anda kirimkan, sehingga setelah itu yang terjadi adalah jawaban yang sangat sopan namun menyayat hati: “Terima kasih telah meluangkan waktu melamar pekerjaan tersebut. Sayangnya, kami akhirnya memilih kandidat lain.”

Bukankah Anda tidak mau jawaban tersebut yang terus menerus Anda terima? Berikut ini sejumlah tips yang dapat membantu Anda membuat surat lamaran dan resume.

Dikutip dari lifehacker.com.au, menurut Kathleen McCudden, Direktur Grup Sumber Daya Manusia di SEEK, Australia, berikut ini yang boleh dan tidak boleh dilakukan agar resume dan surat lamaran Anda menarik perhatian di antara ribuan pelamar kerja yang lain:

Pertama, resume (CV) Anda harus memuat tentang

Detail pribadi: Nama lengkap dan nomor kontak, termasuk nomor telepon dan alamat email. Namun sertakan informasi yang relevan saja dengan surat lamaran Anda. Misalnya, tidak perlu menyertakan detail paspor atau data perbankan Anda. Sebab tidak sah meminta data ini pada tahap lamaran.

Tujuan atau ringkasan karier: Jelaskan tentang pengalaman dan tujuan dalam karir Anda.

Pendidikan: Untuk setiap pengalaman, sertakan kualifikasi yang pernah Anda terima, tempat Anda belajar, waktu memulai dan menyelesaikannya, bidang studi, dan penghargaan atau pencapaian lainnya.

Pengalaman kerja: Di bawah setiap pekerjaan, gunakanlah poin-poin penting untuk memberikan gambaran singkat tentang tanggung jawab dan pencapaian Anda. Anda juga dapat menyebutkan jenis pekerjaan seperti magang atau sukarelawan pada bagian ini.

Minat dan Keterampilan: Sebutkan juga keanggotaan profesional yang Anda miliki, tentu saja yang relevan.

Referensi: Anda juga bisa memberikan kontak mantan atasan, manajer atau mentor yang Anda miliki, dengan catatan atas persetujuan mereka. Jelaskan hubungan singkat mereka dengan Anda.

Atau jika Anda tidak mau memberikan kontak langsung, Anda bisa memberi catatan pada bagian ini: “referensi tersedia berdasarkan permintaan”.

Kedua, Penggunaan Istilah

Dalam membuat resume jangan menggunakan istilah-istilah yang populer dan cenderung klise, semisal kata-kata: ‘setia’, ‘energik’, ‘tepat waktu’, ‘termotivasi’, dan ‘antusias’. Sebab seringkali kata-kata ini tidak menarik dan berpengaruh apa-apa tanpa didukung dengan contoh konkret.

Ketiga, Cover Letter (Surat Lamaran)

Cover Letter atau surat lamaran sering dipandang sebelah mata. Surat lamaran Anda mungkin bukanlah yang paling pertama dilihat oleh perekrut atau pemberi kerja, tapi jangan menganggap itu tidak penting.

Berikut sejumlah tips yang bisa membantu Anda menuliskannya dengan menarik:

Singkat. Tujuan surat lamaran adalah untuk memberi gambaran tentang siapa Anda, jadi buatlah menarik dan profesional. Biasanya, 4-5 paragraf sudah cukup.

To The Point. Langsung ke inti. Biasanya orang tergoda untuk membuat lebih banyak latar belakang kepada calon pemberi kerja, tapi itu tidak untuk di surat lamaran. To the point saja, jelaskan kenapa Anda orang yang tepat untuk pekerjaan itu segera.

Jangan hanya mengulang resume. Surat lamaran harus memperluas poin yang relevan, jangan hanya mengulang resume. Gunakan bahasa yang profesional dan menarik. Saat Anda memperkenalkan diri, sertakan komentar tentang bagaimana Anda mengetahui soal lowongan pekerjaan tersebut, kenapa Anda tertarik, dan sedikit soal pemahaman Anda tentang tujuan dan budaya perusahaan.

Keempat, Update CV

Jangan menggunakan lagi format resume atau CV yang pernah Anda gunakan pada pemberi kerja pertama. Sebab, pasti sudah banyak berubah, dan Anda sudah memiliki banyak pengalaman. Mulailah dari awal, meskipun itu memakan waktu. Kemudian, perkuat semua yang Anda tuliskan dengan dengan contoh yang konkret. Dan, jangan ragu meminta orang lain untuk melihat CV dan surat lamaran Anda untuk mendapatkan masukan.

Semoga, di tengah pandemi Covid-19 ini masih ada kesempatan pekerjaan untuk Anda. Tetapi, jika tidak, Allah Swt sejatinya telah memberikan begitu banyak jalan rezeki bagi Anda, salah satunya dengan berwirausaha.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...