Keren! Tahun 2030 Orang Bakal Bisa Teleport

Kelak, tepatnya tahun 2030, orang tidak perlu lagi berada dalam satu ruangan untuk bisa melakukan conference (pertemuan). Dengan sebuah teknologi AR (Augmented Reality) seseorang bisa melakukan teleport ke berbagai lokasi yang disematkan ke kacamata pintar. Hal itu setidaknya menurut pandangan CEO Facebook, Mark Zuckerberg.

Menurut Mark, dengan teleport, mereka bisa bepergian ke berbagai lokasi untuk melakukan pertemuan tanpa hadir secara fisik, sehingga mengurangi emisi karbon di masa depan. Sebab, para pengguna bisa mengurangi bepergian dengan kendaraan.

“The Holy Grail dari sosial eksperimen adalah kemampuan untuk merasakan bahwa manusia dapat hadir dengan orang lain. Namun teknologi tersebut belum tercapai,” ujar Mark pada The Information beberapa waktu yang lalu.

Kehadiran teknologi teleport ini, kata Mark, tentu saja tidak akan menghilangkan peran mobil dan pesawat terbang.

“Tetapi semakin banyak kita dapat berteleportasi, kita secara pribadi menghilangkan perjalanan dan hal-hal yang menjadi hambatan bagi kita secara individu,” ujarnya.

Menurut Marx, Facebook sendiri saat ini tengah mengerjakan produk virtual reality yaitu Oculus Quest 3 dan 4. Ia bermaksud untuk meningkatkan optik, bobot dan fungsionalitas dari produk tersebut.

“Oculus Quest merupakan perangkat untuk mendukung penggunaan Virtual Reality (VR) yang disematkan pada mata pengguna,” terang Mark.

Menurut Mark, dirinya telah melihat masa depan di mana beberapa orang berinteraksi secara virtual.

“Ini tahun 2021, dan jauh lebih mudah untuk memindahkan bit daripada atom,” katanya.

Lebih jauh Mark mengatakan bahwa teknologi ini akan lebih menarik dibandingkan telpon dan video chat.

“Anda bisa berteleport menggunakan jari dan Anda akan (merasa) duduk di tempat yang dituju, di sofa mereka dan merasakan kebersamaan di tempat itu,” jelas Mark lebih jauh.

Menurut Mark, fitur Voice Assistant dan papan tombol virtual akan menjadi bagian dari pengembangan, tetapi ia juga mengatakan bahwa ‘neural interfaces’ pada akhirnya menjadi bagian penting untuk pengembangan teknologi AR.

“Dibutuhkan kurang lebih 10 juta pengguna aktif VR agar memiliki pasar yang cukup besar untuk menarik pengembang. Pada versi Quest yang akan datang, pelacakan mata dan pelacakan wajah akan ditambahkan ke animasi yang dapat berkomunikasi,” pungkas Mark.

Sebagai catatan, selain Facebook beberapa perusahaan teknologi raksasa seperti Apple, Microsoft, dan Google juga tengah mengerjakan proyek teknologi AR mereka. Pengembangan ini adalah kelanjutan teknologi komputer berikutnya setelah smartphone dan layar sentuh.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...