Kejar Target, Blue Bird Fokus pada Pengembangan Teknologi

Meski di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang belum berakhir, emiten Taksi PT Blue Bird Tbk (BIRD) menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih yang cukup agresif di tahun ini.

Menurut Head of Investor Relations BIRD Michael Tene, tahun 2021 sebagai tahun recovery dan tentunya pihaknya menargetkan kenaikan pendapatan dan laba bersih yang cukup agresif dibandingkan tahun 2020.

“Saat ini Blue Bird tengah memfokuskan proyeksi bisnis mereka pada aspek pengembangan teknologi, baik itu dari segi akses pelayanan maupun operasional armada,” ujar Michael Tene.

Tujuannya, kata Michael, agar pelayanan Blue Bird semakin baik dari sisi operasi yang lebih efisien dan juga akses layanan yang lebih mudah.

“Di awal tahun ini misalnya, Blue Bird baru saja merilis versi terbaru dari aplikasi pemesanan taksi mereka yang hadir dengan nama MyBluebird 5,” ujar Michael lebih lanjut.

Michael menyebut, versi kelima dari aplikasi MyBluebird diyakini dapat mempermudah para konsumen dalam mengakses dan melakukan pembayaran atas layanan taksi mereka.

Dan itu, terbukti, “Sejak diluncurkan di awal tahun ini, MyBlueBird 5 mendapatkan respon yang sangat positif,” ujar Michael penuh syukur.

Lebih lanjut Michael mengatakan bahwa semua feedback yang diterima, akan diimplementasikan untuk versi update berikutnya. Untuk mendukung proyeksi bisnisnya tersebut, pihaknya juga gencar berinvestasi di bidang teknologi, guna mengoptimalkan akses atas layanan juga operasional armada yang lebih efektif.

“Tahun ini BIRD juga berencana akan melakukan peremajaan terhadap 6000 kendaraan milik mereka. Proses peremajaan ini, akan dilakukan secara bertahap disesuaikan dengan kondisi pasar di Indonesia,” kata Michael.

Untuk merealisasikan proyeksi bisnis di tahun ini, BIRD mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 500 miliar. Di mana, semua dana tersebut akan digunakan untuk peremajaan kendaraan dan juga pengembangan teknologi.

“(Sebenarnya) Tren bisnis Blue Bird di awal tahun ini cukup menurun. Hal ini diakuinya terjadi lantaran pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ketat pada pertengahan Januari lalu, juga karena efek libur akhir tahun,” ujar Michael.

Kendati demikian, lanjut Michael, seiring dengan relaksasi PPKM yang diberlakukan, kinerja bisnis BIRD pun mulai merangkak naik kembali di awal Maret ini.

“Di awal Maret ini posisi pendapatan per-hari kami di bisnis taksi sudah lebih baik dari posisi Desember 2020. Untuk pertumbuhan pastinya kita akan sampaikan seiring dengan penyampaian laporan keuangan 1Q21 nantinya,” pungkas Michael.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...